Subscribe Subscribe | Subscribe Comments RSS
Just another Blog.uny.ac.id weblog

Pertanyaan awal yang biasa diajukan jasa pengacara perceraian ketika berhadapan dengan sidang percerian akan sangat umum. Mereka membuat deponen merasa nyaman saat dia membaca informasi sederhana, seperti tanggal lahirnya, alamat dan riwayat pekerjaannya. Jika deponen mengajukan gugatan cerai, seorang pengacara mungkin bertanya kepadanya tentang informasi yang terkandung di dalamnya, seperti alasan untuk bercerai. Ketika hak asuh adalah sebuah masalah, pertanyaannya mungkin menjadi lebih pribadi. Seorang pengacara mungkin bertanya tentang penggunaan narkoba atau alkohol, baik rekreasi maupun kronis.

Dia mungkin bertanya kepada deponen tentang hubungannya dengan orang-orang yang mungkin memiliki banyak kontak dengan anaknya jika deponen tersebut menerima hak asuh. Dia bisa bertanya tentang urusan dengan hukum, gaya pengasuhan deponen, atau apakah dia pernah memiliki masalah penitipan atau kunjungan yang melibatkan anak dari hubungan lain. Seorang pengacara mungkin akan mencoba untuk mencari tahu siapa yang bisa memberi kesaksian atas nama deponennya saat diadili.

Deposisi menjadi sangat penting karena akan menentukan kasus akan selesai dengan hasil yang seperti apa. Sikap kooperatif deponen dan pihak lain dalam hal ini akan sangat menentukan. Pengacara perceraian yang baik akan paham bagaimana mengolah informasi yang kadang terkesan umum tersebut untuk dijadikan senjata memenangkan perkara di persidangan. Jangan takut menjawab pertanyaan jasa pengacara perceraian Anda, agar semuanya bisa diselesaikan dengan baik.

Leave a comment

Name: (Required)

eMail: (Required)

Website:

Comment: