Subscribe Subscribe | Subscribe Comments RSS
Just another Blog.uny.ac.id weblog

Archives for January, 2018

Kontraktor Rumah Risha

Risha merupakan akronim dari Rumah Instan Sehat Sederhana, yaitu sebuah rumah sederhana yang mengusung sistem knock down atau bongkar pasang. Dihubungkan oleh baut, rumah ini memiliki komponen utama beton bertulang. Proses pemasangan tanpa pengecoran sama sekali, sehingga rumah dapat dengan mudah dibangun, dibongkar, diatur ulang, maupun dipasang kembali di lokasi lain. Dengan sistem yang sederhana seperti itu, tidak dibetuhkan alat berat sama sekali dalam proses pengerjaannya.

Berat maksimal tiap unitnya hanya 50 kilogram, sehingga sangat mudah bila dipindahkan. Namun, untuk proses pembangunan risha dan sebagainya tidak dapat dilakukan oleh sembarang tukang dan harus menggunakan jasa ahli yang telah terlatih, seperti kontraktor rumah risha contohnya. Hal itu dikarenakan setiap detail pembangunan harus diperhitungkan dengan seksama agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat fatal bagi penghuninya.

Meskipun risha terbuat dari bahan-bahan yang cukup sederhana dan dalam kuantitas minim, namun ketahanannya terhadap gempa telah teruji, sebab konsepnya sendiri digagas oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang). Risha sangat cocok diterapkan di daerah yang rawat terjadi bencana alam, seperti gempa, banjir, longsor, dan sebagainya. Risha sendiri pertama kali diterapkan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) setelah tertimpa bencana tsunami pada tahun 2004. Risha kemudian semakin dikembangkan guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang sehat namun tidak memerlukan dana yang besar bagi masyarakat. Sayangnya, problematika yang tersisa adalah masih kurangnya sumber daya manusia yang dapat membangun risha seperti kontraktor rumah risha yang begitu terbatas. Kontraktor atau ahli yang berpengalaman memiliki sertifikat dari Puslitbang, sehingga jika ingin membangun rumah risha, sebaiknya dipastikan dulu apakah pihak yang bersangkutan memilikinya atau tidak.