My Official Site

Endah Retnowati

Umpan Balik dalam Pembelajaran

Written by Endah Retnowati on Nov 21st, 2008 | Filed under: learning method

Teori Thorndike dan Teori Skinner mendasari pengembangan metode pembelajaran menggunakan umpan balik. Berikut ini ilustrasi proses belajar dengan umpan balik dalam pembelajaran Matematika, menurut kedua teori tersebut.

Siswa diberi tugas: menyelesaikan 10 soal perkalian dua bilangan bulat

Tahap 1: Siswa diperintah untuk menyelesaikan seluruh soal tersebut, tanpa bertanya dan tanpa diberi bimbingan atau komentar. Hasil yang diperoleh adalah kemampuan dasar siswa (Baseline performance).

Tahap 2: Siswa diperintah untuk mengerjakan lagi 10 soal perkalian dua bilangan bulat yang lain. Setiap selesai mengerjakan satu soal, siswa diberitahu jawabannya (diberi umpan balik) dan seterusnya sampai seluruh soal selesai dikerjakan dan dicocokkan dengan jawabannya. Hasil yang diperoleh adalah kemampuan selama latihan (Training performance).

Tahap 3: Ulangi lagi prosedur pada Tahap 1. Hasil yang diperoleh adalah kemampuan setelah latihan (Extinction performance).

Apabila hasil belajar selama training lebih baik dari kemampuan dasar, maka telah terjadi proses belajar. Alasan yang dapat diberikan: mungkin karena mendapatkan lebih banyak latihan. Selain itu, latihan selama training juga disertai umpan balik. Umpan balik menginformasikan bahwa hasil perkalian yang dilakukan adalah benar atau salah. Dengan mengetahui efek dari tindakan yang dilakukan dapat mendorong perubahan tindakan.

Apabila hasil belajar pada tahap 3 lebih baik dari tahap sebelumnya, maka dapat dikatakan bahwa siswa telah belajar untuk memeberikan umpan balik intrinsik. Dengan kata lain, siswa mampu memberikan penilaian kepada diri sendiri bahwa tindakannya benar tanpa umpan balik yang diberikan dari luar (umpan balik eksternal).

Menurut kedua teori tersebut (dan para pengikut aliran tingkah laku), umpan balik berasosiasi dengan stimulus yang mengarahkan siswa dalam belajar (memahami pengetahuan) dan memberikan respon terhadap proses pembelajaran itu. Pada umumnya, umpan balik berupa hadiah dapat menguatkan atau umpan balik berupa hukuman dapat melemahkan respon belajar. Proses penguatan atau pelemahan respon belajar ini bersifat otomatis, tidak memerlukan proses mental kognitif oleh pembelajar. Penelitian menunjukkan bahwa pernyataan ini adalah salah, karena proses penguatan atau pelemahan respon tidak akan terjadi secara otomatis, melainkan melalui suatu proses intepretasi efek dari respon.

Namun, saya lebih cenderung membenarkan pendapat dari aliran kognitif bahwa umpan balik dianggap sebagai informasi yang diintepretasikan oleh siswa selama kegiatan belajar. Respon terhadap proses pembelajaran bukan tergantung pada umpan balik itu, tetapi tergantung dari intepretasi siswa terhadap makna dari umpan balik tersebut.

Menurut saya, untuk memberikan umpan balik yang produktif, pemberian umpan balik perlu disertai informasi yang membimbing siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan. Karena, umpan balik (hadiah atau hukuman) tidak akan begitu saja merubah atau meningkatkan respon siswa dalam proses pembelajaran.



Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.