My Official Site

Endah Retnowati

Archive for March, 2009

Lesson Plan

Written by Endah Retnowati on Mar 30th, 2009 | Filed under: Uncategorized

Lesson Plan in Indonesia is widely called “Rencana Pelaksanaan Pembelajaran” and shorten as RPP. Indonesian’s style of lesson plan may be different to overseas’, but substancially should be similar. Basically, lesson plan involves a detailed description of the learning instructions in one lesson time. The broad accepted format of RPP follows. (more…)


Novice or Expert?

Written by Endah Retnowati on Mar 24th, 2009 | Filed under: learning method

Worked Examples adalah alat yang efektif sebagai media instruksional, terutama bagi pembelajar awam. Pembelajar awam atau novices learners adalah seseorang yang belum mempunyai pengetahuan awal yang cukup memadai di domain atau topik atau permasalahan yang sedang dihadapi.

Worked example memuat contoh penyelesaian suatu masalah atau contoh penerapan suatu prosedur. Pembelajar awam akan terbantu mempelajari suatu materi dengan adanya contoh. Bukan karena pembelajar itu yang tidak kreatif, tapi memang secara natural, sistem kognitif akan bekerja secara efektif (lebih singkat cepat dan tepat) dengan adanya contoh tersebut. Baik ketika mempelajari pengetahuan primer (bahasa, gerak tubuh, interaksi sosial) maupun pengetahuan sekunder (materi pelajaran di sekolah). Meniru adalah proses alami, terutama bagi seseorang yang awam.

Tetapi, penyusunan worked example sebaiknya (more…)


Mengapa Realistik Mudah?

Written by Endah Retnowati on Mar 19th, 2009 | Filed under: learning method, memory

Mungkin sudah banyak yang mendengar, tau bahkan meneliti mengenai pembelajaran realistik. Pertanyaan saya, mengapa sih kita menjadi lebih mudah memahami masalah dengan pendekatan realistik?

Sudah pernah saya tulis di sini kalau pengetahuan baru yang sedang diproses memerlukan prior knowledge (pengetahuan prasyarat) untuk mengenali dan mengorganisirnya dengan baik dan tepat, serta menyimpannya di memori jangka panjang dengan bentuk jaringan atau peta pengetahuan yang baik pula. Sehingga, apabila siswa dalam mempelajari suatu permasalahan matematika tidak mempunyai prior knowledge yang cukup, maka perlu ada suatu pendekatan yang memudahkan siswa mengenali informasi yang sedang dihadapi, misalnya dengan menggunakan permasalahan realistik.

Permasalahan realistik akan membantu siswa memahami permasalahan matematika karena konteks real yang dihadirkan sudah dikenali oleh siswa, meskipun secara informal. Konteks awal yang secara informal diperoleh dari kehidupan nyata oleh siswa ini dapat berfungsi sebagai prior knowledge, yang membantu siswa memahami what on the problem solving is.

Namun, tentu saja konteks real itu harus konteks yang benar-benar realistis untuk siswa. Misalnya permasalahan: Harga 1 kg apel adalah $2.5, berapa harga 1,5 kg apel? menggunakan konteks real yaitu jual beli, tetapi dengan mata uang dollar. Permasalahan realistik ini menjadi tidak realistis untuk siswa di Indonesia, karena meta uang di Indonesia adalah Rupiah dan representasinya sangat berbeda. Yang realistis di Indonesia 1 kg apel adalah Rp 15.000,00, dengan kata lain orang Indonesia sudah terbiasa dengan banyak nol. Kalo diberikan harga 1 kg apel hanya 2.5, mungkin siswa akan memaksakan diri dalam memahami permasalahan tersebut, karena pada masa sekarang, memang kenyataannya (dalam kehidupan sehari-hari) tidak ada jual beli dengan mata uang rupiah sebesar 2.5.