Download best wordpress themes.
Best wordpress themes.

Jurnal Sains Dasar (J. Sains Dasar)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memiliki Jurnal Baru yang diterbitkan 2 kali pertahun di bulan April dan Oktober yaitu Jurnal Sains Dasar dengan nomor ISSN:2085-987

Jurnal Sains Dasar (J. Sains Dasar) adalah jurnal penelitian berskala nasional yang memuat semua aspek sains dasar yang meliputi matematika, kimia, fisika dan biologi. Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian, review dan kajian teoritik dari semua aspek matematika, kimia, fisika dan biologi dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Ketermuatan artikel review dan kajian teoritik dipertimbangkan atas permintaan khusus dari Dewan Penyunting.

Logo NG

Nanochimie Group (NchG) telah membuat sebuah logo sebagai Indentitas Visual, Sidik Jari atau Signature. Logo berupa sebuah belahan telur berwarna biru yang didalamnya didominasi protein warna kuning gading dan sebuah struktur molekul tetrahedral dengan pusat atom hijau yang dikelilingi 4 molekul lain berwarna biru-merah. Warna biru sangat dominan, merupakan warna bendera atau ciri khas FMIPA-UNY, dan warna kuning gading serta kemunculan molekul tertahedral menyimbolkan embrio awal dan niat yang kuat dalam keterbatasan.

simbolnanchimie51.jpg

UNY menuju World Class University (WCU)

UNY sepakat untuk menuju WCU sebagaimana dicanangkan oleh Pimpinan UNY disetiap kesempatan ataupun di koran-koran. Cita-cita ini merupakan cita-cita besar, luhur dan mulia. Cita-cita ini akan mustahil terlaksana kalau tidak ada komitmen dan kerja keras seluruh komponen universitas (Pimpinan Universitas, Fakultas, dan Jurusan, serta Staf akademik, mahasiswa dan pegawai). Menjadikan UNY menjadi suatu WCU merupakan perjuangan panjang dan berat, sehingga diperlukan rencana yang strategis dan matang, serta kontinyu dan berkesinambungan. beberapa tahap dan hal yang perlu dipersiapkan secara lahir dan bathin, antara lain:

  1. Niat yang kuat dan bulat dari segenap civitas akademika. Adanya niat bahwa UNY akan menuju WCU, perlu disosialisasikan keseluruh komponen universitas sehingga menimbulkan optimisme yang merupakan modal dasar dan landasan yang kokoh untuk melangkah lebih lanjut. Mempersatukan niat yang sama bukanlah hal mudah, karena akan ada banyak pendapat, ketidakoptimisan, keraguan dan bahkan cemoohan. Ini tantatangan besar yang harus dilalui dan dipecahkan.
  2. Mendefinisikan World Class University (WCU) dan dilanjutkan sosialisasi. Penulis menengarahi adanya berbagai macam definisi yang beredar dikalangan civitas akademika UNY. Penulis kuatir bahwa definisi WCU hanya sekedar penggunaan Bahasa Inggris dalam sistem belajar-mengajar, karena hal ini tidaklah tepat. Tentunya UNY menginginkan suatu WCU totalitas dari polapikir hingga tidakan nyata (action)(kurikulum: isi, metode dll). Banyak universitas yang menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris, tetapi bukanlah suatu WCU, misalnya: Universitas di Philipina, di Zimbawe, di Afrika Selatan dll.. Penentuan definisi WCU dan sosialisasi definisi WCU ke seluruh ciwitas akademika dan ke masyarakat luas menjadikan wacana UNY menuju WCU akan membumi, dan bukan sekedar angan-angan.
  3. Menjabarkan definisi WCU dalam suatu program kerja yang terukur dalam batas waktu dan capaian tertentu, misalnya: tahunan ataupun 3 tahunan dll. Hal ini menjadikan wacana UNY menuju WCU menjadikan bertahap dan ke arah realita bukan hanya sekedar “lips service”. Walaupun mungkin anak cucu kita yang akan menikmati, tetapi kita harus memulainya. Minimal meletakkan dasar-dasar dan fondasi UNY menjadi suatu WCU.
  4. Dalam rangka menuju WCU, hendaknya membudidayakan segenap sumber daya, perangkat, dan sistem yang ada. Perlunya pembaharauan dan revisi sistem-sistem yang berbasis lokal, misalnya saja: penulisan dan ujian skripsi dimungkinkan dalam bahasa inggris, pembaharuan peraturan-peraturan kearah wacana internasional dll. Optimalisasi sumber daya manusia sangatlah mendesak untuk dilakukan. UNY memiliki profesor-profesor dan doktor-doktor sangat memadai dalam segi kualitas dan kuantitas. Optimalisasi sumber daya manusia dalam bidang profesional dan fungsional, bukan dalam bidang struktural. Suatu contoh: pengembangan profesor dan doktor yang ada melalui penelitian-penelitian yang bertaraf Internasional melalui grup-grup research sehingga akan menghasilkan karya-karya akademik berskala internasional dan menjadikan UNY menuju Research University. Pembimbingan staf-staf akademik yunior oleh staf akademik senior dalam bidang Tridarma PT (Pendidikan dan Pengajaran, Penenlitian, serta Pengabdian Masyarakat). Selama ini mayoritas gerakan penelitian bersifat insidental, serabutan dan sendiri-sendiri. Pembimbingan dosen senior terhadap dosen yunior belum berjalan baik (hanya sekedar formalitas) dan instan, bahkan terjadi kevakuman regenerasi.
  5. Peningkatan kerja sama antar universitas dari dalam maupun luar negeri serta dengan masyarakat. Kerjasama ini hendaknya bukan sekedar MoU belaka, tetapi disertai tindakan nyata, misalnya: pertukaran mahasiswa, pengiriman staf akademik, kerjasama research dll.

Hal-hal di atas merupakan beberapa hal yang menurut penulis perlu dilakukan disamping hal-hal lain, dan perlu dijabarkan secara teknik dan detail. Hal-hal tersebut dalam rangka menjadikan UNY memiliki kemampuan atau peran; (1). Excellence in education of their students; (2). reserach, development and dissemination of knowledge; and (3). activities contributing to the cultural, scientific and civic life society. Tulisan ini merupakan bentuk kecintaan penulis pada pengembangan UNY dan merupakan wacana yang perlu untuk didiskusikan lebih mendalam segenap civitas akademika UNY, semoga kita tergugah dan menyadari ada tugas besar dihadapan kita semua. Kalaupun ada tulisan yang tidak berkenan, mohon maaf yang sebesar-besarnya. ________________________________________     Penulis: Hari Sutrisno (Staf Akademik Jurdik Kimia, FMIPA-UNY, sedang menempuh Post-Doctoral di Institut Jean Rouxel, Universite de Nantes, Perancis)

Blue Energy atau Banyugeni merupakan campuran “Air-BBM” ???

Minggu-minggu ini, kita dihebohkan penemuan Mas Joko Suprapto tentang “Blue Energy” dari SHI (Sarana Harapan Indocorp), dan sebelumnya “Banyugeni” dari UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). Persoalan ini begitu mencuat karena waktu berita ini muncul bersamaan dengan kenaikan BBM yang sangat dilematis di Indonesia. Apalagi Mas Joko dengan Blue Energi-nya sedang ditunggu-tunggu dan akan diluncurkan produk tersebut pada peringatan “100 Tahun Kebangkitan Bangsa”. Banyak pakar dan peneliti mulai bertanya-tanya, mungkinkah air dapat digunakan sebagai BBM ?.

Saya menduga (perkataan ini sebagai ungkapan etika ilmiah karena saya belum pernah diskusi dengan yang bersangkutan secara langsung) bahwa Blue Energy dari SHI dan Banyu Geni dari UMY tidak mengandung 100 % air, tetapi merupakan campuran Air + BBM + “Katalis” (istilah BE dan Banyugeni). Kalau dugaan ini benar, maka saya juga menduga sesungguhnya campuran itu adalah AIR + BBM + Surfaktan + Garam mineral. Dugaan ini diperkuat perkataan Letkol Chrisetyono (Komandan Kodim Nganjuk) dalam Kompas.com (on line), Sabtu 31 Mei 2008 (18.31 WIB), dalam berita yang berjudul “Putra SBY Pernah Saksikan Pembuatan Blue Energy“. Menurut Letkol Chrisetyono yang menysaksikan langsung pembuatan Blue Energy: “Saat itu Pak Djoko memasukkan bahan tertentu sejenis detergen ke dalam tangki yang penuh dengan air. Air di dalam tangki itu lalu dipanaskan sekitar dua jam sampai benar-benar mendidih. Setelah itu air yang ada di dalam tangki tersebut sudah menjadi bahan bakar“. Demikian jelaslah bahwa yang dimaksud katalis oleh BE atau Banyugeni merupakan suatu surfaktan, karena dalam detergen mengandung surfaktan sodium dodesil sulfat (atau nama pasarannya Lauril sulfat). Bahan BBM yang digunakan tergantung kebutuhannya, misalnya: Solar (untuk mobil diesel), Bensin (mobil dan motor), minyak tanah (untuk kompor) dan avtur (kapal terbang).

Bagaimana hal tersebut dapat terjadi ??, Penjelasannya, Fakta menunjukkan bahwa air dan BBM merupakan dua cairan yang tidak bercampur, tetapi karena adanya surfaktan sebagai emulsifier (bahan pembentuk emulsi atau lebih tepat mikroemulsi), maka kedua cairan itu akan bercampur sempurna (bicontinues microemulsion). Kesempurnaan campuran tergantung dari jenis atau sifat surfaktan dan garam mineral. Surfaktan berfungsi menurunkan tegangan permukaan atau dalam hal ini menurunkan tegangan antar muka campuran Air-BBM, sehingga akhirnya akan menghasilkan campuran yang homogen secara mikro struktur atau mikro molekuler (lihat gambar di bawah).

air-bbm.GIF

Campuran homogen (campuran mikromolekul) yang terdiri dari Air + BBM + surfaktan, dalam proses pembakaran (bereaksi dengan O2) akan terbentuk CO + CO2 + H2O. Bahan CO dan CO2 berasal dari reaksi BBM dan Surfaktan dengan oksigen, sedangkan H2O berasal dari reaksi BBM dan Surfaktan dengan oksigen dan serta penguapan Air (pelepasan H2O dalam skala molekuler). Semua bahan-bahan berupa gas, sehingga akan menggerakkan piston akibat tekanan dari gas tersebut. Perlu dipertegas bahwa gas-gas yang berasal dari pembakaran atau reaksi BBM dan surfaktan dengan oksigen, yakinlah akan menghasilkan gas-gas dalam tingkat molekul sehingga ringan dan memiliki tekanan tinggi. Harapannya juga, pada pelepasan gas H2O yang berasal dari Air dalam campuran di atas menghasilkan pelepasan gas H2o dalam tingkat molekul yang tentunya ringan dan tekanannya tinggi. Hal ini dimungkinkan jika Emulsifier atau surfaktan (ditambah garam mineral) dalam berperan memisahkan air dari tingkat kluster menjadi tingkat molekul dalam campuran. Disinilah peneliti harus banyak bermain-main atau bereksperimen untuk pencarian surfaktan dan komposisi yang tepat (Permasalahan jenis surfaktan dan komposisi dalam campuran ini sangat tepat untuk bahan kajian / penelitian mahasisawa: S1, S2, S3 atau peneliti yang tertarik dengan Baham Bakar ini).

Berdasarkan penulusuran patent USA, Eropa, WIPO (PBB) dan Jerman, diperoleh berbagai komposisi campuran untuk bahan bakar (fuel).

  1. Patent USA No. 4.158.551; menunjukkan BBM (fuel) dihasilkan dari campuran BBM + air dan surfaktan non-ionik. Dalam campuran tersebut terdapat 22 % air yang distabilkan oleh surfaktan sebesar 1-3.5%. Surfaktan yang digunakan alkilfenol teretoksilasi (campuran etilen etoksi dan nonilfenol).
  2. Paten Eropa EP 0 475 620, menjelaskan mikroemulsi Solar, Bensin, Avtur dengan air. Campuran mengandung 30% air dan penambahan metanol, etanol, propanol, dan juga zat aditif lain amonium nitrat dan halogenat serta berbagai surfaktan ionik

Patent yang lain, sebagai berikut:

  1. Patent USA No. 5.669.938
  2. Patent USA No. 4.451.265
  3. Patent USA No. 4.451.267
  4. Patent USA No. 4.599.088
  5. Patent USA No. 5.104.418
  6. Patent Eropa No. 1 101 815
  7. Patent PBB(WIPO) WO 00/31216
  8. Patent PBB(WIPO) WO 01/55282
  9. Patent Jerman DE 1000310

Dalam patent tersebut ditemukan penggunaan air bahkan sampai 40 – 60 %, BBM hingga 40-60 %, surfaktan hanya 1,5 – 2,5 %, sisanya garam-garam seperti, amonium oleat, amonium asetat, amonium karbonat dll. Jenis surfaktan yang digunakan bervariasi, misalnya: Lutensol TO3, Lutensol TO5, Lutensol TO6, Lutensite A-BO dll.

Beberapa contoh komposisi untuk Bahan Bakar Diesel

Jenis Bahan

Komposisi

Proporsi dalam campuran total (dalam % berat)

Kisaran

Komposisti terbaik

Air Air (bebas garam)

30 – 40

35,1

BBM Solar

48 – 60

54,0

Surfaktan Lutensol ® TO5 [C12/14E5]

6,5 – 14,0

7,0

AOT

2,8 – 6,0

3,0

Garam mineral/aditrif (NH4)2CO3

0,7 – 1,3

0,90

Jenis Bahan

Komposisi

Proporsi dalam campuran total (dalam % berat)

Kisaran

Komposisti terbaik

Air Air (bebas garam)

40 – 60

47,53

BBM BBM (Solar)

40 – 60

48,5

Surfaktan Lutensol ® TO6 [C12/14E6]

1,5 – 2,5

1,5

Amonium oleat

1,0 – 2,5

1,5

Garam mineral / aditif Amonium asetat

0,6 – 1,6

0,97

Jenis Bahan

Komposisi

Proporsi dalam campuran total (dalam % berat)

Kisaran

Komposisti terbaik

Air Air (bebas garam)

40 – 52

46,00

BBM BBM (Solar)

40 – 52

46,0

Surfaktan Lutensol ® TO5 [C12/14E5]

3,0 – 8,0

4,0

Lutensol ® TO3 [C12/14E3]

3,0 – 8,0

4,0

Garam mineral / aditif

Keterangan: Lutensol ® TO3 [C12/14E3] is a C13 oxo alcohol + 3 ethylene oxide moieties, Lutensol ® TO5 [C12/14E5] is a C13 oxo alcohol + 5 ethylene oxide moieties, Lutensol ® TO6 [C12/14E6] is a C13 oxo alcohol + 6 ethylene oxide moieties, AOT is dioctyl sulfosuccinate

Komposisi di atas telah berhasil lolos dari tes sebagai BBM untuk Diesel (Test Bench I dan II).

Kajian secara sains tentang campuran air + BBM dan surfaktan menjadi BBM sangatlah memungkinkan, tetapi kajian secara ekonomis perlu direnungkan lebih lanjut ??. Surfaktan yang diperlukan, apakah dapat diproduksi dan dihasilkan secara ekonomis ?? Hal ini perlu kita renungkan lebih mendalam dan keterbukaan cara pikir serta non-Konservatif cara pandang terhadap sains merupakan modal yang kita perlukan untuk mencerna pengetahuan yang ada.

Untuk lebih mendalam pengetahuan tentang masalah ini, silakan Anda dapatkan Naskah patent tersebut melalui homepage berikut: (http://www.uspto.gov/patft/index.html; http://www.wipo.int/portal/index.html.en dan http://www.epo.org), dilanjutkan dengan perintah Search pada No. patent. Agar Anda dapat membaca penuh Patent USA, gunakanlah mode Image dengan mendownload program AlternaTIFF atau InterneTIFF.

Akhir kata, kami mohon maaf Wacana tentang Blue Energy dan Banyugeni tersebut, hanyalah dugaan saya sendiri karena yang bersangkutan selalu merahasiakan bahan temuannya (saya sangat memaklumi hal ini), kalau salah mohon maaf yang sebesar-besarnya.

marijuana detox


I highly recommend one website where you can download full movies online. No torrents, fast downloads, huge DVD movies collection.