Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara SLTP Di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

posted by Iis Prasetyo 27th, 2010

Pendahuluan

Pendidikan merupakan sektor penting yang berperan aktif dalam meningkatkan pembangunan bangsa. Apabila melihat kondisi masyarakat Indonesia sekarang ini masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan terutama untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah. Mahalnya biaya pendidikan menjadi faktor utama bagi masyarakat sehingga mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan bahkan sampai sekolah dasar sekalipun.

Randahnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan mengakibatkan semakin meningkatnya angka kemiskinan dan kebodohan. Tidak jarang masyarakat yang mengalami buta huruf sebagai konsekuensi dari kurangnya pendidikan bagi mereka. Untuk mengurangi masalah tersebut perlu adanya layanan pendidikan yang dapat menyentuh masyarakat hingga lapisan bawah, dimana pendidikan tidak hanya memusatkan pada jalur pendidikan formal saja, melainkan melalui jalur pendidikan lain yaitu pendidikan non formal dan pendidikan informal.

Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal atau Pendidikan Luar Sekolah dimaksudkan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat yang tidak mungkin terlayani pendidikannya di jalur pendidikan formal. Program yang diselenggarakan dalam Pendidikan Non Formal (PNF) meliputi PAUD, Program kesetaraan Pendidikan Dasar Luar Sekolah, Program Pemberantasan Buta Huruf melalui Keaksaraan Fungsional, Program Taman Bacaan Masyarakat, Program Pendidikan Perempuan, Pogram Pendidikan Berkelanjutan, Program Pemberdayaan dan Pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Program Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pengelola program PLS dari, oleh dan untuk masyarakat.

Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan program pendidikan di jalur Pendidikan Luar Sekolah adalah terbentuknya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di tingkat daerah yang dikelola oleh lembaga kemasyarakatan daerah setempat. PKBM merupakan salah satu ujung tombak pengembangan program PLSP ditingkat lapangan karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dari sini diharapkan pengelola PKBM mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dalam melayani dan mengembangkan program pemberdayaan di masyarakat (Sihombing, 2001:23).

PKBM merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih dan dijadikan ajang pemberdayaan masyarakat. Hali ni selaras dengan pemikiran bahwa dengan melembagakan PKBM akan banyak potensi yang selama ini tidak tergali akan dapat digali, ditumbuhkan, dimanfaatkan dan didayagunakan. PKBM hendaknya menjadi pemicu dan penyulut motivasi dan kreasi masyarakat.

Pengelolaan Warga Belajar

Warga belajar adalah anggota masyarakat, tanpa batas umur, yang memerlukan suatu atau beberapa jenis pendidikan tertentu, mempunyai hasrat untuk belajar, serta bersedia membiayai sebagian atau segala keperluan belajarnya.

Pengelolaan merupakan terjemahan dari kata “management”. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa pengelolaan berarti penyelenggaraan, menurut Hersey dan Blanchard (1982) didefinisikan sebagai berikut: “management as working together with or through people, individual or groups, to accomplish organizational goal” jika diartikan manajemen adalah kegiatan bekerjasama atau melalui orang lain, baik perorangan maupun kelompok, untuk mencapai tujuan organisasi (Sudjana, 2003:1).

Menurut Winarno Hamiseno (Arikunto, 1986:8) pengelolaan adalah substantifa dari mengelola, sedangkan mengelola adalah suatu tindakan yang dimulai dari penyusunan data, merencana, mengorganisasikan, melaksanakan sampai dengan pengawasan dan penilaian. Selanjutnya pengelolaan menghasilkan sesuatu dan sesuatu itu dapat merupakan sumber penyempurnaan dan peningkatan pengelolaan selanjutnya. Definisi lain menyebutkan bahwa pengelolaan adalah penyelenggaraan atau perumusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan lancar, efektif dan efisien (Arikunto, 1986:8). Dijelaskan pula bahwa pengelolaan meliputi banyak kegiatan dan semuanya itu bersama-sama menghasilkan suatu hasil akhir yang memberikan informasi bagi penyempurnaan perkegiatan. Menurut Hartati (2001:17) pengelolaan warga belajar atau pengelolaan siswa adalah kegiatan pencatatan warga belajar dari proses penerimaan hingga warga belajar tersebut keluar disebabkan karena telah tamat atau sebab lain.

Jadi pengelolaan warga belajar adalah pekerjaan mengatur warga belajar yang meliputi mendaftar, mencatat, menempatkan,  melaporkan dan sebagainya. Secara spesifik, pengelolaan warga belajar Program Kejar Paket B adalah kegiatan pencatatan warga belajar dari proses penerimaan sampai saat warga belajar meninggalkan lembaga pendidikan karena sudah tamat atau pengaturan suasana belajar di tempat belajar sehingga setiap warga belajar mendapat pelayanan menurut kebutuhannya dan mencapai hasil belajar yang maksimal secara efektif dan efisien.

Permasalahan Warga Belajar Program Kejar Paket B

Program Kejar Paket B setara SLTP mulai dirintis sejak tahun 1989, dan dilaksanakan secara nasional sejak tahun 1994. dari periode ini dapat dilihat proses pengembangan program ini, seperti perlengkapan program termasuk diantaranya: kurikulum, modul dan petunjuk pelaksanaan atau penyelenggaraan program. Jika dihitung sejak program ini mulai dirintis yaitu tahun 1989, seharusnya program ini telah terbebas dari berbagai permasalahan yang bersifat operasional, walaupun masih terdapat beberapa kekurangan, seharusnya tidak lagi diakibatkan oleh berbagai hal yang bersifat teknis dan operasional. Namun, kondisi yang terjadi saat ini adalah kekurangan ataupun hambatan masih terjadi pada level operasional

Program pendidikan dituntut untuk selalu menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relatif pergerakannya sangat cepat, kondisi ini sedikit banyak akan berakibat pada perubahan substansi pada kurikulum maupun materi yang diajarkan pada beberapa program Kejar Paket yang diselenggarakan oleh pemerintah, salah satunya adalah Program Kejar Paket B setara SLTP.

Dalam pelaksanaan Program Kejar Paket B setara SLTP berbagai permasalahan berkaitan dengan warga belajar yang dihadapai diuraikan di bawah ini:

  1. Lokasi tempat tinggal warga belajar saling berjauhan sehingga sulit mendapatkan satu kelompok sebanyak 40 orang warga belajar sesuai dengan yang dipersyaratkan pemerintah.
  2. Latar belakang sosial ekonomi warga belajar lemah sehingga frekuensi kehadiran sangat rendah.
  3. Warga belajar menjadi pencari nafkah keluarga, mereka hanya belajar kalau waktu mengizinkan.
  4. Motivasi belajar rendah, mereka menganggap dan berpendapat tanpa belajar mereka sudah mendapatkan uang.
  5. Pelaksanaan evaluasi yang kurang baik.
  6. Kesadaran belajar sangat dipengaruhi oleh budaya yang berkembang dimasyarakat dan aktivitas warga di lingkungannya.

Strategi Pengelolaan untuk Penyelesaian Masalah

Untuk mengatasi permasalahan harus diketahui cukup permasalahannya dan dan menganalisis penyebab timbulnya permasalahan. Dalam pengelolaan program Kejar Paket B khususnya pengelolaan warga belajarnya dapat dilakukan dengan cara pertimbangan atas dasar permasalahannya.

Lokasi tempat tinggal warga belajar yang berjauhan sehingga sulit mendapatkan 40 orang warga belajar untuk dibentuk satu kelompok; untuk mengatasinya diperlukan sistem pengelolaan yang baik yang dilakukan oleh pengelola untuk mencari warga belajar yang merupakan tahap pertama dalam proses pengelolaan warga belajar. Mencari warga belajar Paket B cukup sulit, namun pengelola sedapat mungkin harus membuat warga masyarakat yang memang membutuhkan program ini menjadi tertarik. Strategi sosialisasi yang berkesan dan menarik sangat perlu direncakan dengan baik oleh pengelola, sehingga warga belajar disamping mendapatkan informasi juga mendapatkan manfaat dari informasi tersebut. Pengelola juga perlu melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat yang diangap sentral di masyarakat, karena untuk warga belajar di masyarakat pedesaan, peran tokoh masyarakat sangat penting dan cukup berpengaruh sehingga apapun kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh tokoh masyarakat yang bersangkutan akan dituruti oleh anggota masyarakat yang lain (Iis, 2003:107).

Tingkat kehadiran rendah yang merupakan konsekuensi dari kondisi ekonomi masyarakat yang rendah dan mengharuskan mereka bekerja ekstra untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari. Seperti di ketehui bahwa salah satu karakteristik pendidikan luar sekolah adalah adanya keluesan dalam penentuan waktu pelaksanaan belajar mengajarnya. Untuk meningkatkan kehadiran warga belajar perlu dilakukan perjadwalan yang sesuai dengan kondisi warga belajar dan pemilihan waktu dilakukan semaksimal mungkin dapat diikuti oleh semua warga belajar tanpa harus merugikan mereka dengan meninggalkan pekerjaan, pemilihan waktu ini akan lebih baik jika melibatkan seluruh warga belajar dengan musyawarah agar kesepakatan penjadwalan dapat dipertanggungjawabkan secara bersama-sama (Iis, 2003:110).

Untuk meningkatkan motivasi belajar cara lainnya dengan mengadakan pelatihan atau kecakapan hidup, disamping mereka mendapatkan materi pelajaran mereka juga memperolah keterampilan dan keterampilan tersebut diusahakan benar-benar menjadi kebutuhan warga belajar dan kalau bisa dapat memanfaatkan potensi yang ada sehingga dengan keterampilan ini dimana sebagian modal atau bahan mentahnya sudah ada dapat meningkatkan ekonomi mereka. Richard M. Steer dalam (Sihombing, 1999: 199) menyebutkan bahwa seseorang akan cenderung ikut serta dalam kegiatan organisasi (proses pembelajaran) hanya terbatas pada anggapan bahwa hasil atau imbalan yang mereka dapatkan sebanding dengan usaha yang mereka lakukan.

Motivasi belajar yang rendah dan anggapan bahwa tanpa belajar mereka dapat mencari uang merupakan permasalahan yang umum dalam pembelajaran Program Kejar Paket B, jadi tugas pengelolaan adalah bagaimana caranya membuat warga belajar menyadari pentingnya pendidikan bagi mereka dan penciptaan suasana belajarpun perlu dilakukan dengan baik agar warga belajar tidak bosan. Pelatihan keterampilan yang sesuai dapat mengurangi anggapan yang tidak benar mengenai arti penting pendidikan bagi mereka.

Dalam kaitan itu perlu diketahui bahwa cara dan jenis menumbuhkan motivasi adalah bermacam-macam. Tetapi untuk motivasi ekstrinsik kadang-kadang tepat dan kadang-kadang juga kurang sesuai. Hal ini pendidik harus hati-hati dalam menumbuhkan dan memberi motivasi bagi kegiatan belajar para warga belajar. Sebab mungkin maksudnya memberikan motivasi tetapi justru tidak menguntungkan perkembangan belajar warga belajar. Menurut Sardiman A. M. (1986: 91) ada beberapa bentuk dan cara menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar, antara lain: 1. memberi angka, 2. hadiah, 3. saingan/kompetisi, 4. ego-involvement, 5. memberi ulangan, 6. mengetahui hasil, 7. pujian, 8. hukuman, 9. hasrat untuk belajar, 10. minat, dan 11. tujuan yang diakui.

Pengelolaan warga belajar selain pada saat penerimaan warga belajar dan pada saat pembelajaran, juga diperlukan pengelolaan hasil dimana permasalahan yang ada pada setiap program Kejar Paket B warga belajar hanya mengikuti proses pembelajaran pada saat ujian saja dan pada saat ujian pun mereka dibantu oleh tutor atau pengawas, jadi evaluasi yang dilaksanakan selama ini kurang baik, seharusnya untuk menghasilkan warga belajar yang lulus dengan baik sebaiknya Program Kejar Paket B  melakukan sistem evaluasi seperti yang terjadi pada pendidikan formal dan dengan pengawasan yang memadai. Sistem evaluasi yang dinilai kurang baik ini cukup memperkuat anggapan bahwa mengikuti Program Kejar Paket B hanyalah untuk mendapatkan ijazah saja tanpa harus mengikuti proses pembelajaran yang baik.

Permasalahan lainnya yang berhubungan dengan masalah pelaksanaan teknis evaluasi atau penilaian akhir hasil pembelajaran tahap akhir nasional (pehabtanas) adalah dimana tidak jarang warga belajar tidak mengikuti ujian, terlambat, ataupun data peserta yang berbeda dan berubah-ubah. Dalam kondisi seperti ini seorang pengelola PKBM harus benar-benar memperhatikan masalah ini, dan mengantisipasinya dengan cara melakukan pendataan warga belajar dengan baik, melakukan pencatatan ulang, meneliti data-data warga belajar secara cermat dan melakukan pemantauan secara rutin untuk mengetahui perkembangan warga belajar yang masih mengikuti program.

Permasalahan terakhir yaitu menyangkut kesadaran warga masyarakat akan pendidikan yang dipengaruhi oleh kebudayaan yang berkembang di masyarakat. Dilingkungan masyarakat pedesaan yang masih kental dengan nuansa keagamaan hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk pendidikan sangat rendah karena pandangan masyarakat yang mengganggap bahwa sekolah atau belajar hanya untuk kepentingan dunia saja dan mereka lebih mengutamakan urusan akhirat (Prasetyo, 2003:112). Kondisi seperti ini dapat diatasi jika pengelola program dapat mempengaruhi tokoh masyarakat untuk menyadarkan masyarakat disekitarnya akan pentingnya pendidikan. Peran tokoh masyarakat maupun tokoh agama yang paling berpengaruh di masyarakat sekitar sangat besar pengaruhnya untuk mempengaruhi kesadaran masyarakat, untuk itulah kemampuan seorang pengelola untuk mengidentifikasi kondisi sosial budaya dimana program diselenggarakan sangat diperlukan sekali.

Penutup

Dalam pelaksanaan Program Kejar Paket B setara SLTP harus dilakukan pengelolaan yang baik dan terencana dari pengelolaan organisasi, sumber daya manusia, dan pelaksanaan program. Salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan program pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal adalah kualitas warga belajarnya, karena warga belajar adalah faktor yang sangat menentukan keberhasilan dari suatu program pembelajaran, untuk itu perlu dilakukan pengelolaan warga belajar dengan baik, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan bahkan sampai tahap evaluasi.

Proses pengelolaan warga belajar di PKBM khususnya dalam Program Kejar Paket B, sangat erat kaitannya dengan pengelolaan kelas atau tempat belajar dan penciptaan iklim lingkungan belajar yang kondusif untuk kelancaran proses pembelajaran. Kegiatan ini juga perlu mendapatkan dukungan dari beberapa faktor antara lain: tutor atau fasilitator, pengelola PKBM, tokoh masyarakat, pemerintah, sarana dan prasarana pendukung, dan juga lingkungan sosialnya.

Daftar Pustaka

Arikunto, S., 1986, Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif, CV Rajawali, Jakarta.

Hartati, S., 2001, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, UNY FIP, Yogyakarta.

Hersey, P & Blanchard, K.H., 1982, Management of Organizational Behavior Utilizing Human Resources (4th Ed), Prentice Hall, Inc, Englewood Cliffts, New Jersey.

Prasetyo, I., 2003, “Pengembangan Program Pelatihan Panatacara Adat Jawa di Dusun Gupak Warak Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul.” Skripsi tidak diterbitkan. FIP UNY.

Sardiman. A.M. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar (Pedoman Bagi Guru dan Calon Guru). Jakarta: CV. Rajawali.

Sihombing, U. 1999. Pendidikan Luar Sekolah Kini dan Masa Depan: PD. Mahkota. Jakarta

___________, 2001, Pendidikan Luar Sekolah Masalah dan Peluang, CV Wirakarsa, Jakarta.

Sudjana, 2003, Strategi Pengelolaan dan Pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Depdiknas, Jakarta

28 Responses to “Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara SLTP Di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)”

  1. Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … | ujian paket c Says:

    [...] See the original post here:  Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … [...]

  2. Iis Prasetyo Says:

    thanks for tag my paper

  3. Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … | Paket C Paket ABC SD SMP SMA Says:

    [...] Read the rest here:  Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … [...]

  4. Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … | Paket C Paket ABC SD SMP SMA Says:

    [...] Here is the original post:  Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … [...]

  5. Jaqueline Laska Says:

    I was reading this article and find it very informative. I admired the writer’s effort as he beautifully selects the most appropriate words for his post. The choice of his words has made this article unique and interesting. While reading this article I was feeling that I can completely understand the theme of this article and writer has written exclusively for me or for my school of thought.

  6. paket c di tangerang timur » PAKET C » Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … Says:

    [...] See the original post:  Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … [...]

  7. SMA, SMP, dan SD. Belajar online , Pelajaran IPA I » PAKET C » Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … Says:

    [...] The rest is here: Strategi Pengelolaan Warga Belajar Program Kejar Paket B Setara … [...]

  8. Arief Says:

    nice article………

    http://fmipa.unand.ac.id

  9. colon cancer chemotherapy Says:

    Well, this is my first visit to your blog! We are a group of volunteers and starting a new initiative in a community in the same niche. Your blog provided us valuable information to work on. You have done a marvellous job!

  10. folfox chemotherapy Says:

    I tried to subscribe to your rss feed, but had a problem adding it to google reader. Could you please check this out.

  11. Legalsounds Says:

    Thanks for taking the time to discuss this, I feel strongly about it and love learning more on this topic. If possible, as you gain expertise, would you mind updating your blog with more information? It is extremely helpful for me.

  12. Legalsounds Says:

    I thought it was going to be some boring old site, but I’m glad I visited. I will post a link to this site on my blog. I believe my visitors will find that very useful.

  13. colon cancer chemotherapy Says:

    I have been visiting variousblogs for my dissertation study. I have found your blog to be fairlybeneficial. Keep updating your blog with usefulinformation… Regards

  14. Legalsounds Says:

    This is my first time I have visited your site. I found a lot of interesting information in your blog. From the volume of comments on your posts, I guess I am not the only one! keep up the good work.

  15. folfox chemotherapy Says:

    Hey – nice blog, just looking around some blogs, seems a pretty nice platform you are using. I’m currently using WordPress for a few of my sites but looking to change one of them over to a platform similar to yours as a trial run. Anything in particular you would recommend about it?

  16. Crigneenedo Says:

    I enjoyed reading your blog. Keep it that way.

  17. Free Electronic Cigarette Says:

    Nice information, many thanks to the author. It is incomprehensible to me now, but in general, the usefulness and significance is overwhelming. Thanks again and good luck!

  18. Detox cleanse Says:

    This blog has surely changed my perspective on this issue. Theres no way I wouldve thought about it this way if I hadnt arrive around your web site. All I was performing was cruising the net and I discovered your web site and all of your sudden my views have transformed. Very good on you!

  19. Young Jeezy Says:

    It’s funny how many articles and news come out on a weekly basis.

  20. rv parts Says:

    Hi, was just browsing through the internet looking for some information and came across your blog. I am impressed by the information that you have on this blog. It shows how well you understand this subject. Bookmarked this page, will come back for more. You, my friend, ROCK!!!

  21. rv parts Says:

    Hi, i’ve been browsing around your blog and it seem really really neat. I’m making a family blog and struggling to make it look great. How hard was it to create your blog? Could someone like me, an amateur do that? I really wanna to make something like this. Just wanna tell u your home page seem broken when I browse using Mozilla.

  22. Great Locks Says:

    Excellent article! I love your weblog, is it ok to try it for feed purposes?

  23. venapro review Says:

    It’s good to see sites with info and thanks for the share that you’ve done.

  24. Resveratrol Review Says:

    This was a great post, I hope you will write some more of these in the future….

  25. martha Says:

    good article.

    Di mana ada program kejar paket b di Surabaya?

  26. Iis Prasetyo Says:

    kebetulan saya tidak tinggal di wilayah Surabaya mbak Martha, tapi biasanya dinas pendidikan terkait punya data tentang penyelenggara program kejar paket B yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). maaf tidak bisa membantu optimal…

  27. Emmanuel Montey Says:

    “Advantageously, the submit is actually the biggest on this precious subject. I match in together with your conclusions and can thirstily seem ahead to your incoming updates.”

  28. Gaston Fehr Says:

    “Hey, perhaps this post is usually a bit off subject but in any event, i’ve been browsing all around your blog and it appears really superb. impassioned about your creating. I’m building a new weblog and struggling to make it search excellent, and provide good top quality subject matter matter. I’ve realized a much here and i seem ahead to more updates and will likely be back.”