Sistem Pengaman Kendaraan Bermotor
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tergolong cukup tinggi, termasuk didalamnya penipuan dan perampasan. Sebagian besar dari kasus tersebut terjadi akibat kelalaian pemilik, yakni kekurang hati-hatian menempatkan kendaraan bermotor dan juga tidak melengkapinya dengan kunci pengaman. Kelalaian pengguna kendaraan bermotor antara lain memarkir kendaraan bermotor di tempat yang gelap dan sepi, kendaraan bermotor dititipkan di tempat parkir tidak resmi yang tidak mempunyai tanda parkir.
Beberapa media cetak menyebutkan, bahwa kasus curanmor masih menduduki peringkat pertama diikuti oleh curat dan penyalahgunaan narkoba. Untuk mengatasi meningkatnya pencurian kendaraan bermotor, pengguna kendaraan bermotor seharusnya melengkapi kendaraannya dengan sistem pengaman.
Berbagai variasi sistem pengaman kendaraan bermotor banyak beredar dipasaran, dari yang paling sederhana dengan hanya menggunakan sebuah saklar tambahan yang berfungsi memutus dan menghubungkan rangkaian pengapian ke jalur ground atau ke sumber accu, sampai dengan sistem pengaman yang menggunakan chip microcontroller dengan kode akses ber-password atau remote control yang harganya sampai ratusan ribu rupiah. Namun berbagai sistem pengaman tersebut masih mempunyai kelemahan yaitu pelaku pencurian masih dapat melumpuhkan sistem pengaman tersebut, karena mereka tahu kendaraan bermotor yang menjadi sasaran mereka dilengkapi dengan sistem pengaman. Contohnya adalah sebagai berikut; pemilik kendaraan bermotor (sepeda motor) yang dilengkapi dengan sistem pengaman sederhana yaitu dengan saklar, mereka selalu menempatkan saklar sistem pengaman mereka dibawah jok tempat duduk karena tempat ini dianggap paling memungkinkan untuk meletakkan saklar, dan selalu membuka jok ketika akan meninggalkan sepeda motornya ditempat parkir untuk mengaktifkan sistem pengaman tersebut, perilaku pemilik sepeda motor seperti ini akan diamati oleh pelaku pencurian, sehingga pencuri dengan mudah menemukan saklar pengaman tersebut untuk dilumpuhkan. Sedangkan sistem yang menggunakan remote control dapat dilumpuhkan dengan memancarkan frekwensi secara acak pada kendaraan sasaran, pencuri mengetahui kendaraan yang ditinggalkan oleh pemiliknya dilengkapi dengan pengaman dengan akses remote control karena pemilik kendaraan sebelum meninggalkan kendaraan akan menekan tombol remote untuk mengaktifkan sistem pengaman, yang kemudian direspon oleh sistem pengaman dikendaraan dengan bunyi beep. Perilaku seperti ini akan diamati oleh pencuri kendaraan bermotor yang kemudian beraksi untuk melumpuhkan sistem pengaman tersebut. Modus operandi pencurian kendaraan bermotor sangat bervariasi, ada yang hanya menggunakan kunci “T”, yaitu sebuah kunci berbentuk huruf T yang mempunyai ujung pipih seperti pisau yang digunakan untuk mengaktifkan kunci kontak secara paksa. Modus operandi yang lain adalah mengangkut sepeda motor sasaran dengan menggunakan mobil.
No. Pendaftaran Paten : No. Registrasi Paten P00200700091.
Posted in Uncategorized
October 31st, 2008 at 3:25 pm
haaa,,,,haaa,,,haaa,,,,,klo motornya diatas cbr ga rugi tuh maling ngangkatnya pke mobil……sistem pengamanan perlu…..minimal untuk mempersulit pencuri dalam melancarkan aksinyaaa…..yang buagus berlapis..cma sayang kebanyakan orang ga mau ribet sma pam berlapis….hmmmmm mungkin klo sistem pengamanan built in sama cdi..untuk akses pengapian..nnn setandar berdirinya bisa terkunci mekanik yang diatur secara elektronik…sekalian aja staternya pake finger print….woooooowwwwww….!!@#!#!@!+~!
October 31st, 2008 at 6:56 pm
Thanks for your comment,
Sistem pengaman tsb simple, namun dapat dipasang beberapa trap sensor (sensor jebakan), liquid detector untuk deteksi kalau motor diangkat angkat pake mobil, kunci tertinggal dalam kondisi off motor akan aman, karena motor harus dihidupkan melalui sentuhan pada bagian yang tersamar di body motor, salah sentuh alarm berbunyi. posisi sentuhan tersamar bisa diubah-ubah oleh pemilik. mungkin kalau habis dipinjam harus diubah, atau pas dipinjam atao kebengkel alarm bisa disable dulu, jelas harus bongkar baju tuh motor. OK.
November 17th, 2008 at 9:02 am
pak proyeknya habis berapa?kyke menarik tu….
November 21st, 2008 at 5:14 pm
kurang dari 100 Rb
January 30th, 2009 at 6:38 pm
pak.saya tertarik dengan alatnya,kalo bisa saya dapat dimana??soalnya banyak motor temen saya yang kemalingan..trims
January 30th, 2009 at 6:41 pm
pak.saya tertarik dengan alatnya,kalo bisa saya dapat dimana??brapa harganya?soalnya banyak motor temen saya yang kemalingan..trims
February 3rd, 2009 at 9:29 am
Kebetulan, baru proses produksi mas, harga sekitar 100 ribuan. nanti kalau udah siap saya kontak (mohon kirim email / no HP.)
February 3rd, 2009 at 11:35 pm
prinsip kerjanya gimana, keunggulannya apa, harga berapa, dan gimana cara ngedapatinnya. Thanks..
February 4th, 2009 at 10:27 am
Sistem pengaman tsb simple, namun dapat dipasang beberapa trap sensor (sensor jebakan), liquid detector untuk deteksi kalau motor diangkat angkat pake mobil, kunci tertinggal dalam kondisi off motor akan aman, karena motor harus dihidupkan melalui sentuhan pada bagian yang tersamar di body motor, salah sentuh alarm berbunyi. posisi sentuhan tersamar bisa diubah-ubah oleh pemilik. mungkin kalau habis dipinjam harus diubah, atau pas dipinjam atao kebengkel alarm bisa disable dulu, jelas harus bongkar baju tuh motor. Keunggulan :
tidak perlu takut kunci tertinggal di motor asal dalam kondisi OFF, artinya motor tidak bisa start selain pemilik. Modus operandi Curanmor paling banyak adalah dengan memaksa kunci kontak dengan KUNCI T.
tertarik hubungi 08164223347
March 6th, 2009 at 5:41 pm
Pa saya berminat dengan alarmnya, apa sudah di produksi atau di pasarkan alarmnya, gmn cara ngedapetinya, trus arus ke aki nya boros ga pa, trims atas penjelasan
berry
March 9th, 2009 at 5:03 pm
sabar pak ya, nanti nanti saya kontak,…..
March 11th, 2009 at 5:50 pm
kapan nih mulai dipasarkan, apa sudah diproduksi atw masih try n error, tertarik nih mas dengan alarmnya, trims
March 11th, 2009 at 8:31 pm
yak pak tunggu, proses patennya juga sdg jalan, ……..