Ibu Hamil, Waspadai Bahaya Keputihan Saat Hamil

Keputihan yang terjadi pada wanita mungkin hal yang wajar. Karena keputihan terjadi akibat dari meningkatnya hormone didalam tubuh. Namun apabila keputihan hadir ketika sedang hamil, apakah bahaya keputihan saat hamil? Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh para ibu hamil.

Ibu hamil selalu merasa gusar ketika mengalami keputihan. Sebenarnya, keputihan yang terjadi pada ibu hamil merupakan hal yang wajar terjadi. Karena saat mengandung, kadar hormon didalam tubuh akan meningkat, dan hal ini akan mempengaruhi kadar keputihan yang keluar. Biasanya saat hamil, frekuensi cairan keputihan yang keluar akan meningkat.

Sebenarnya, jika kadar keputihan dan warna keputihan yang keluar dari vagina berwarna putih bening maka keputihan itu terjadi secara normal. Tetapi yang dtakuti oleh ibu hamil adalah ketika keputihan tersebut terjadi secara abnormal. Dimana warna dan aroma keputihan tidak wajar.

Jika hal itu terjadi, maka itu sangat berbahaya bagi ibu hamil. Karena akan sangat mempengaruhi ibu hamil dan kondisi janin. Apabila hal ini anda alami, sebaiknya anda segera memeriksakan kondisi anda kepada dokter spesialis kebidanan atau pun spesialis kandungan untuk mengetahui apa yang terjadi pada diri anda.

Terdapat 10 bahaya yang terjadi pada ibu hamil ketika mengalami keputihan yang abnormal. Berikut bahaya keputihan yang terjadi pada ibu hamil. Bahaya keputihan ketika hamil bukan hanya mempengaruhi kondisi sang ibu bayi. Tetapi juga akan mempengaruhi kondisi si janin.

Bahaya Keputihan Saat Hamil

Adanya Rasa Sakit Pada Vagina

Rasa sakit pada vagina ketika hamil, mungkin akan sangat menganggu kita. Karena sakit yang ditimbulkan bukan hanya dari kandungan. Tetapi saat anda sedang buang air kecil, hal ini bisa sangat mempengaruhi kondisi anda.

Hal ini biasanya dikarenakan adanya infeksi bakteri pada vagina anda. Jika anda mengalami hal ini. Sebaiknya segeralah untuk melakukan pemeriksaan sebelum terjadinya sesuatu yang lebih parah. Karena bisa sangat mempengaruhi kondisi janin anda, karena bakteri bisa bergerak ke dalam vagina untuk menuju ke rahim.

Pecah Ketuban Sebelum Waktunya

Hal lain yang bisa mempengaruhi kandungan ketika mengalami keputihaan ketika hamil (red: BSN) adalah air ketuban pecah sebelum waktunya. Hal ini sering dialami oleh wanita hamil yang mengalami kondisi keputihan yang abnormal.

Sebenarnya hal ini bisa diketahui, ketika anda menggeluarkan cairan keputihan berwarna kuning dengan bau yang amis, serta rasa gatal pada vagina anda. Jika hal ini terjadi, bisa jadi hal ini karena adanya bakteri vaginosis yang masuk ke dalam vagina anda.

Kelahiran Prematur

Kondisi keputihan yang abnormal bisa membuat bayi terlahir secara prematur. Untuk itu jika anda mengalami rasa gatal, dan sakit ketika buang air kecil, dan anda menggeluarkan cairan keputihan yang berwarna disertai bau yang cukup amis, ada baiknya anda untuk segera memeriksakan kondisi ini untuk menghindari bayi terlahir dalam kondisi prematur.

Bayi Terlahir Dalam Kondisi Berat Badan Rendah

Jika anda mengalami kondisi keputihan yang abnormal, kondisi tersebut bisa menyebabkan bayi terlahir dalam kondisi berat badan rendah. Hal ini disebabkan bakteri yang menghisap nutrisi pada janin, sehingga bayi terlahir dengan berat badan yang cukup rendah.

Itulah yang bisa terjadi pada ibu hamil, ketika mengalami keputihan yang abnormal. Namun kondisi tersebut sebenarnya bisa dihindari dengan beberapa cara, seperti

– Tidak menggunakan celana dalam yang ketat
– Selalu menjaga kebersihan vagina
– Jangan Gunakan Panty Liner

Tiga hal itu bisa anda lakukan untuk menghindari bahaya keputihan saat hamil. Jangan sampai keputihan membuat kondisi yang cukup berbahaya terhadap kondisi janin. Selalu melakukan pemeriksaan rutin agar anda bisa terhindar dari keputihan yang tidak wajar saat hamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

36 + = 37