Serat High Function  Dan High Performance Sebagai Bahan Busana            Terciptanya produk busana yang indah dan nyaman dipakai, tidak terlepas dari perkembangan teknologi serat tekstil. Pada awalnya untuk membuat busana masih digunakan  serat-serat alam seperti kapas, sutera, wool, rami. Selanjutnya, setelah ditemukannya serat sintetis seperti polyester, rayon, nylon, spandex dengan berbagai sifat-sifat unggulnya mendorong manusia untuk membuat busana dengan berbagai model menggunakan  perpaduan bahan dari serat alam dan sintetis sehingga menghasilkan produk busana yang memiliki sifat-sifat khusus.  Keberadaan serat-serat ini menghasilkan berbagai produk busana seperti yang sering kita pakai sehari-hari untuk fungsi penampilan, menutup aurat, ataupun melindungi dari pengaruh cuaca seperti yang pada umumnya kita gunakan. Fungsi-fungsi tersebut merupakan fungsi dasar  busana. Seiring kemajuan IPTEKS teknologi serat telah berkembang demikian pesat, saat ini  serat tekstil yang dibuat untuk produk busana tidak hanya untuk mendukung penampilan, menutupi aurat ataupun melindungi dari pengaruh cuaca namun telah dikembangkan serat-serat yang memiliki high function ddan high performance di berbagai bidang kehidupan. Terkait dengan pengembangan serat Menezes(2003) memprediksikan pengembangan serat tekstil ke depan adalah sebagai berikut. 

Forecast of the development of fibres and fiber science in the next generation
Year Super – functions Super – Performance Raw materials and production technology
2015 ·   Environmental change responsive fibers (intelligent fibers, having difference in performance) ·   Biodegradable fibres ·     Super-fibers in the second generation ·     Good cost performance super – fibers ·       Fiber recycling technology (having difference in technology) ·       Speedy cultivation on natural fibers ·       High speed spinning of 8,000- 10,000 m/min.
2025 ·   Optical fibers (G1 –type POF) ·   Nerve fibres effectively conveying weak electric currents (artificial nerve) ·   Motion function retaining fibres (artificial muscle)  
  • High performance plant fiber production technology
  • Environment friendly fiber production technology
  • More efficient rayon production process
2035
  • Superconductive fibers
  • Hazardous substance (NOx’ SOx’) absorbing fibers.
  • Uranium absorbing fibers.
  • Carbon fiber expanded into automobile use
  • Synthetic fiber materials made of non- petroleum material by carbon dioxide fixation etc.
  • Highly efficient production technology of natural fiber materials by biotechnology.

(www.ptj.com)

Lebih lanjut Menezez (2004) memaparkan beberapa sifat serat high/super function dan high  performance  adalah sebagai berikut:

·         Extreme function materials (displaying fiber functions to the full )·         Super-biomimetic fibers (with a mechanism for displaying) to the functions of living bodies.·         Intelligent fibers (capable of controlling the degree and type of functions according to environmental conditions)·          Health Management fibers·         Moisture – permeable, waterproof and medical fibers·          Super- capillary fibers·         Deodorant fibers·         Thermal storage fibres·         Fibre materials positively using the essential functions of fibers from their shape being thin and long.·         Dynamic: strong tensile strength, elasticity·         Physical : tolerance to heat and weather·         Chemical: resistance to alkalies and acids·         Physiological: comfortable to wear, feelDupont perusahaan dari Amerika  yang mengembangkan bidang kimia polimer telah memproduksi berbagai jenis serat sintetis seperti nilon, polyester dan yang cukup fenomenal adalah Lycra yang super elastis. Produk serat-serat sintetis dari Dupont ini merupakan manifestasi  serat high function dan high performance.  Dalam publikasi produknya di www.invista.com dapat dilihat berbagai produk inovatif dari Dupont  seperti Thermolite, Coolmax, Lycra, ESPR(serat polyester dengan Extra Stretch Performnce), Cordura dan Solarmax menawarkan bahan-bahan tekstil dengan nilai tambah tinggi. Perkembangan teknologi serat ini didukung dengan perkembangan mesin-mesin pertekstilan dari spinning, weaving, dyeing, printing dan finishing sehingga mampu mengolah serat menjadi bahan pakaian yang memiliki sifat-sifat unggul.

Hal ini berarti jika dikaji lebih dalam dan dipandang secara integrated teknologi busana tidak hanya seputar  jahit-menjahit saja namun teknologi busana berkembang seiring perkembangan IPTEKS. Terciptanya produk busana dengan nilai tambah tinggi baik dari aspek disain, material, teknologi dan nilai fungsinya di berbagai bidang kehidupan merupakan perpaduan teknologi tradisional, teknologi busana, teknologi tekstil, komputer, nano teknologi, bioteknologi, fisika, kimia dan berbagai disiplin ilmu terkait. Hal ini berarti untuk mengembangkan produk busana yang inovatif ternyata dibutuhkan berbagai pengetahuan dan wawasan teknologi yang cukup kompleks.

Teknologi Busana Saat Ini                Perkembangan teknologi busana bisa dikatakan cukup revolusioner. Dari sekedar keterampilan menganyam, merajut dan menjahit secara manual dengan tangan dan peralatan manual kemudian berkembang ke peralatan mekanik dari skala rumah tangga hingga skala industri yang serba high speed.  Seiring perkembangan teknologi  yang membuat kehidupan di bumi menjadi serba digital mesin-mesin untuk pembuatan busana beserta hiasannya seperti bordir, payet dan lainnya sudah dilengkapi dengan sistem komputer sehingga mampu bekerja secara otomatis dan otonom.             Saat ini telah ada mesin pengukur tubuh digital yang berbasis teknologi komputer seperti yang ditawarkan oleh Lectra yang di beri label Lectra 3D Body Measurement/3D Body Scanning  (lihat gambar 1) memungkinkan untuk mengambil ukuran tubuh dengan tingkat kepresisian yang tinggi terutama untuk membuat baju-baju yang pas di tubuh seperti yang sedang tren saat ini.   Di bidang pembuatan disain dan pola busana sekaligus teknik potongnya (Cutting) juga telah dikembangkan pembuatan disain busana sekaligus pola busananya dan pemotongannya secara CAD/CAM (Computer Aided Design/Computer Aided Machine). Dengan sistem data base dan dengan bahasa pemrograman komputer  terhadap berbagai motif dan corak disain serta bentuk pola-pola bagian tubuh memungkinkan mendisain busana sekaligus pola busananya serta pemotongannya dapat berlangsung secara terintegrasi dalam satu sistem komputer baik sofware, hardware,peralatan  input maupun output.    sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas dalam mengembangkan produk busana untuk mengantisipasi perubahan pasar yang cepat sehingga dapat  mengikuti, meramalkan dan menciptakan tren mode.

            Mesin jahit tidak hanya seperti yang kita lihat dan digunakan oleh para penjahit di sekitar kita. Mesin jahit industri telah berkembang pesat dengan kemampuan high speed dengan sistem otomatisasi dan otonomasinya. Demikian pula mesin-mesin pendukung seperti mesin pasang kancing, mesin lubang kancing, mesin pasang payet, gantungan baju   sistem ban berjalan. Demikian pula perkembangan mesin bordir dari alat bordir manual, skala rumah tangga hingga mesin bordir komputerise telah tersedia.

Pakaian Cerdas            Hampir semua orang yang mempelajari bidang busana baik secara formal maupun non formal        tentu berharap akan menjadi seorang disainer terkenal.  Hal ini mengakibatkan  mereka yang bergerak di bidang busana seringkali terfokus hanya pada pengembangan disain untuk produk busana. Memang tidak bisa dipungkiri unsur disain merupakain daya tarik utama. Komdisi ini mengakibatkan kajian teknologi pada proses perancangan dan pengembangan produk busana seringkali luput dari perhatian.  Padahal jika dikembangkan secara lebih luas produk busana tidak hanya sebatas busana yang serba gemerlap, mewah, indah seperti yang diperagakan para peragawati diatas catwalk. Produk busana dapat dikembangkan dari yang sekedar baju dipakai harian, dipakai untuk pesta, olahraga, sampai baju anti peluru, baju anti api, tahan kotor, baju luar angkasa dan baju high function di berbagai bidang kehidupan.

            Mereka yang menekuni bidang teknologi busana( pendidiakn tinggi busana)  seringkali terfokus untuk membuat baju yang serba indah, mewah, elegan dan gemerlap yang menonjolkan aspek disain. Jarang terfikir membuat baju yang  disainnya sederhana namun tetap modis yang memiliki nilai fungsi yang lebih tinggi melalui sentuhan teknologi. Sebagai contoh bagaimana membuat baju praktek mahasiswa otomotif (wearpack) yang tahan kotor dan anti bakteri , bagaimana membuat baju praktek las mahasiswa teknik mesin yang tahan api dan tahan kotor sehingga jika sedang praktek las bajunya tidak mudah berlubang terkena percikan api busur las dan tidak cepat kotor serta bagaimana membuat baju untuk mahasiswa ilmu olahraga yang cukup elastis sehingga mampu mengikuti pergerakan tubuh  namun tetap higroskopis.

            Produk-produk busana yang memiliki nilai fungsi yang lebih tinggi disebut dengan smart cloth dan bahan tekstilnya dikatakan sebagai smart textile .  Mukesh Khumar Singh (2004) mendefinisikan smart textile  sebagai berikut.

            “Smart textiles are defined as textiles that can sense and react to environmental conditions or stimuli, from mechanical, thermal, chemical, electrical, magnetic sources”

 Terciptanya bahan-bahan tekstil cerdas ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi di berbagi bidang seperti teknologi material, bioteknologi, nano teknologi, kimia, fisika, tekstil, kecerdasan buatan dan berbagai ilmu terkait lainnya. Untuk membuat bahan-bahan tekstil cerdas ini dapat dilakukan selama proses produksi dari serat hingga menjadi kain baik pada saat proses pembuatan serat (serat sintetis), proses pemintalan dan pertenunan maupun pada proses finishing (penyempurnaan). Mukhes Kumar Singh (2004) menyatakan generasi pertama bahan tekstil cerdas ini adalah pengolahan kain kapas sehingga memiliki sifat tahan kusut. Lebih lanjut Mukhes Khumar Sing (2004) mengklasifikasikan bahan tekstil cerdas menjadi 3 yaitu: (1) passive smart textile, (2) active smart textile, (3) Ultra smart textile.     Produk busana yang tergolong passive smart textile adalah produk busana yang diberi sensor khusus untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Produk busana pada katgori ini anrata lain pakaian yang mampu melindungi dari pengaruh sinar ultraviolet (Ultra Violet Protctor), Pakaian-pakaian yang dilengkapi dengan sensor yang terbuat dari serat optik seperti yang dikembangkan Georgia Institut of Technology berupa pakaian yang dilengkapi sensor electrocardiogram (ECG) yang mampu megukur suhu tubuh dan kerja jantung. Produk active smart textile adalah produk yang busana yang mampu menerima dan bereaksi terhadap rangsangan lingkungan. Produk yang masuk dalam kategori active smart textile ini adalah pakaian yang mampu berubah-ubah  warnanya (seperti bunglon)  sesuai dengan suhu  lingkungan baik perubahan suhu, adanya zat-zat polutan, adanya radiasi ultraviolet dan lain-lainnya. Ultra smart textile adalah sebuah upaya untuk memasukkan komponen-komponen elektronik menyatu ke dalam struktur kain sehingga diperoleh busana yang dilengkapi dengan peralatan elektronik seperti pakaian yang dilengkapi sistem  komputer, handphone, jaket yang bisa memainkan file-file MP3 (musik) dan lain-lainnya (Mukesh Khumar Singh, 2004). Produk-produk smart textile/smart cloth memang belum memasuki tahapan komersialisasi atau boleh dikatakan masih sebagai sebuah proyek mercusuar. Namun yang terpenting adalah produk busana dapat dikembangkan tidak hanya dari eksplorasi aspek disain namun juga dapat  melalui eksplorasi material (serat), teknologi, dan nilai fungsinya di berbagai bidang kehidupan.