Go Blog – Be Smart

From Fiber To Fashion
Organic & Eco Fashion

Saat ini seluruh dunia menggunakan produk sandang yang merupakan hasil dari industri tekstil dunia seperti nylon, polyester, katun, wool, pewarna kain, kapas, bahkan sutra. Nylon dan polyester dibuat dari petrochemical yang sangat menghasilkan polusi bagi lingkungan disekitarnya. Bahan – bahan ini termasuk non-biodegradable atau tidak mudah terurai sehingga sulit didaur ulang. Bahkan semua proses industri yang digunakan untuk menghasilkan bahan – bahan ini menggunakan Nitro oksida yang merupakan salah satu gas berbahaya dalam green house effect yang kekuatannya 310 kali lipat dari karbon dioksida. Inilah yang memberikan kontribusi besar yang berpengaruh terhadap global warming. Viscose juga merupakan serat artificial yang dibuat dari bubur kayu. Untuk membuat bahan viscose, bubur kayu dicampur dengan cairan kimia seperti caustic soda dan sulphuric acid.

Bahan katun yang kelihatannya natural justru sebenarnya tidak ramah lingkungan dibanding bahan sintetis lainnya. Kapas merupakan salah satu tumbuhan di dunia yang paling tidak ramah lingkungan karena secara rutin kapas disemprot dengan pestisida dan bahan kimia lainnya. Bahkan petani kapas banyak yang meninggal karena efek dari penggunaan pestisida setiap harinya. Efek pestisida ini juga mempengaruhi ekosistem karena membunuh banyak tanaman atau hewan disekitarnya dan menyebabkan ketidakseimbangan dalam ekosistem.
Bahan – bahan kimia yang digunakan dalam industri tekstil terus digunakan dan efek negatif penggunaan bahan kimia ini bukan saja hanya mencemarkan lingkungan tetapi juga efek negatif terhadap pemakainya. Beberapa bahan kimia yang digunakan bisa menyebabkan kanker. Dan sisa limbah bahan kimia tersebut juga dibuang ke sungai atau perairan yang akan merusak ekosistem.

Isu – isu global warming belakangan ini mencuat dibicarakan oleh banyak kalangan dan mendorong kesadaran dari berbagai pihak untuk mulai melakukan tindakan – tindakan ramah lingkungan yang lebih bersahabat. Bahkan dari kalangan mode, para desainer terkemuka di dunia pun ikut bersikap selektif terhadap penggunaan bahan untuk rencangan mereka dengan cara mengubah dunia melalui Organic & Eco Fashion.

ORGANIC FASHION
Organic Fashion berarti baju – baju yang dibuat dengan menggunakan bahan kimia seminimum mungkin dan yang efeknya paling sedikit terhadap pencemaran lingkungan. Hal ini termasuk penggunaan bahan kimia dalam setiap tahap pemrosesan mulai dari perkebunan kapas, proses pewarnaan dan tahap akhir pembuatan bahan.

ECO FASHION
Eco Fashion merujuk pada pengertian baju – baju yang diproses dengan menggunakan bahan ramah lingkungan dan termasuk dalam kategori Organic Fashion. Baju – baju eco fashion dapat digunakan sebagai daur ulang dan bahkan juga bisa dibuat dari bahan daur ulang seperti botol plastik/ soda. Eco fashion bukan berarti seluruhnya terbuat dari serat organic.

Contoh – contoh bahan yang menggunakan Organic & Eco Fashion :

1. Bahan Rami
Bahan ini dianggap sebagai salah satu eco-friendly karena pada proses pertumbuhannya tidak memerlukan bahan kimia dan bahkan tanaman ini mampu memperkaya unsur tanah yang ditanami dengan akar yang kuat.

2. Bahan Linen
Linen dibuat dari tanaman flax yang merupakan serat alami yang memerlukan penyubur kimia buatan dan lebih sedikit menggunakan pestisida dibandingkan dengan tanaman kapas.

3. Organic Wool
Sekarang ini bahan organic wool telah mengalami peningkatan penggunaan karena diproduksi dengan menggunakan bahan dari hasil perternakan tanpa pengaruh campuran toxic.

4. Natural Dyes (Pewarna Alami)
Pewarna alami dibuat dari tumbuhan, sayuran dan akar – akaran. Variasi warna dapat dihasilkan dari unsur bahan dasar alami tersebut.

Dengan isu ini banyak desainer kelas dunia yang menciptakan rancangan mereka dengan konsep eco-fashion diantaranya Stella McCartney, Versace dan Diesel. Bahkan Giorgio Armani dan Adidas menggunakan bahan organic seperti rami dan bamboo untuk membuat produk – produk terbaik mereka.

Dunia Fashion yang disebut sebagai ramah lingkungan adalah produk – produk re-cycle dan pakaian jenis vintage karena produk – produk ini dapat digunakan kembali dan memberi nilai tambah pada produk tersebut. Sekarang ini bahkan dinegara – negara maju misalnya Amerika sudah banyak dibuat T-Shirt architect atau green designer yang membuat produk mereka dengan menggunakan bahan daur ulang dan bahan second hand.

Produk bahan ramah lingkungan selain soal kualitas yang terjamin, juga memiliki pori sehingga bisa ‘bernafas’ dan anti alergi karena dibuat dari bahan alami dan tidak memakai bahan yang mengandung unsur bahan bakar fosil seperti kain nylon atau polyester.

Di kalangan selebriti Hollywood ada beberapa artis seperti Angelina Jolie, Natalie Portman, Sienna Miller, dan Alicia Silverstone konsisten dalam memakai produk – produk eco-fashion dan produk ramah lingkungan lainnya.

Di Indonesia bahkan banyak jenis bahan alami yang bisa digunakan untuk produk fashion seperti kulit kerang, tulang, bamboo untuk kancing dan aksesoris lainnya. Ada juga daun pisang, rotan, eceng gondok yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan produk tas dan sepatu.

Sumber : Blink 3rd Edition (http://www.kingfoto.com/_artikel.php?id=320293&category=1)

KOZAI (Komunitas Zat Warna Alam Indonesia) Juli 22, 2008

Posted by Noor Fitrihana in zat warna alam.
add a comment

Mengundang bapak/ibu saudara untuk bergabung dalam mailinglist

kozai@yahoogroups.com

Mailinglist ini kami buat untuk membentuk forum diskusi bagi pecinta zat warna alam Indonesia

cara bergabung kirim email ke

kozai-subscribe@yahoogroups.com

mengirimkan pertanyaan artikel dan lain-lainnya ke:

kozai@yahoogroups.com

Terimakasih

IMPOR TPT AS PADA KUARTAL PERTAMA 2008 MENGALAMI PENURUNAN

Pada kuartal pertama (Januari-Maret) tahun 2008 impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) AS secara kumulatif umumnya kembali mengalami penurunan baik nilai maupun volume jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun sebelumnya. Untuk nilai turun (-3.84%) menjadi 21.80 milyar USD dan untuk volume turun (-4.58) menjadi 11.84 milyar SMEs.

Sedangkan menurut kategori, nilai impor AS untuk kelompok produk benang mengalami penurunan sebesar (-8.60) menjadi 346.23 juta USD dan untuk volume turun (-16.13%) menjadi 747.68 juta SMEs. Begitu juga dengan kelompok produk Kain yang juga mengalami penuurunan (-0.04%) menjadi 1,292.69 juta USD dan volume turun (-6.18%) menjadi 1.977.79 juta SMEs. Sedangkan pada kelompok produk pakaian jadi-garmen turun sebesar (-5.07%) menjadi 16,580.67 juta USD  dan volume turun (-4.52%) menjadi 5,191.98 juta SMEs, Sementara untuk kelompok produk tekstil lainnya dimana untuk nilai mengalami kenaikan sebesar 1.39% menjadi 3,576.88 juta USD dan sebaliknya untuk volume turun (-1.20%) menjadi 3,921.31 juta SMEs.

PERKEMBANGAN EKSPOR TPT INDONESIA KE AS

Sejalan dengan adanya pelambatan importasi TPT yang dilakukan AS sejak awal tahun 2008 yang juga berpengaruh pada melemahnya kinerja ekspor beberapa negara pemasok TPT ke AS termasuk Indonesia. Sejak periode Januari-Januari 2008, ekspor TPT Indonesia ke AS mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu baik dalam nilai maupun volume dimana untuk nilai turun sebesar (-7.28%) menjadi  368.39 juta USD dan untuk volume turun (-4.29%) menjadi 142.28 juta SMEs. Sedangkan pada periode Januari-Februari 2008 naik tipis 0.82% menjadi 722.64 juta USD dan pada volume naik 5.64% menjadi 279.83 juta SMEs. Kemudian untuk periode Januari-Maret 2008 (kuartal pertama) ekspor TPT Indonesia ke AS kembali mengalami penurunan baik dalam nilai maupun volume. Untuk nilai turun sebesar (-0.38%) menjadi 1.12 milyar USD sedangkan dalam volume naik 4.27% menjadi 439.045  juta  SMEs.

Image 

Image

 

EKSPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) PER PRODUK pada KUARTAL PERTAMA 2008 (JANUARI-MARET)

Sementara itu ekspor kelompok produk benang Indonesia ke AS pada kuartal pertama mencapai 32.54 juta USD atau mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni sebesar 40.86% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007 dan untuk volume naik 34.50% menjadi 91.03 juta SMEs. Sementara kontribusi kelompok produk benang pada total nilai ekspor TPT ke AS mencapai 2.95%, sedangkan dalam volume berkontribusi sebesar 20.73%.

Sedangkan ekspor kelompok produk kain pada kuartal pertama 2008 mengalami penurunan baik dalam nilai maupun volume. Untuk nilai turun sebesar 11.89% menjadi 13.80 juta USD dan untuk volume turun sebesar 21.46% menjadi 21.86 juta SMEs. Sementara kontribusi kelompok produk kain pada total ekspor TPT Indonesia ke AS pada nilai mencapai 1.24% dan untuk volume sebesar 4.98%.

Demikian juga dengan ekspor kelompok produk pakaian jadi-garmen, pada kuartal pertama 2008, juga mengalami penurunan sebesar (-1.6%) dari 1,066.70 juta USD menjadi 1,055.42 juta USD. Sedangkan dalam volume justru naik tipis hanya sebesar 0.46% menajadi 291,40 juta SMEs. Walaupun demikian kelompok produk pakaian jadi-garmen masih sebagai distributor utama pada total ekspor TPT Indonesia ke AS dimana pada kuartal pertama 2008 memberikan kontribusi sebesar 94.58% untuk nilai dan 66.37% pada nilai.

Image 

Kemudian untuk kelompok produk tekstil lainnya pada kuartal pertama 2008, ekspornya mencapai 14.19 juta USD atau mengalami penurunan sebesar (-3.40%) dibandingkan dengan kuartal pertama pada tahun lalu, sedangkan untuk volume turun -2.10% menjadi 34.76 juta SMEs. Sementara kontribusi dari produk ini terhadap total ekspor TPT Indonesia ke AS mencapai 1.27% pada nilai dan 7.92% pada volumenya. (Source:U.S. Department of Commerce, Office of Textiles and Apparel.)

 

Sumber www.indotextile.com

Technology Quick Dry Fabric PT Frans Putratex

sumber: www.indotextile.com

Fransputratex fabricArus globalisasi di dunia industri menyebabkan persaingan semakin ketat. Pelaku industri harus terus melakukan inovasi guna mempertahankan eksistensinya. Sadar akan hal itu, PT Frans Putratex sebagai salah satu pemain di industri tekstil selalu melakukan terobosan-terobosan baru dalam mengembangkan produk-produknya. Menjabarkan tuntutan pasar dengan menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

PT Frans Putratex menciptakan technology quick dry fabric sebagai produk terbarunya. Ide awalnya lahir dari iklim indonesia yang tropis. Ketika kita melakukan aktifitas dengan hawa yang panas, maka cenderung mengeluarkan keringat, sehingga pakaian menjadi tidak nyaman ketika dikenakan. Produk ini terbuat dari serat poliester yang mempunyai sifat dasar tidak menyerap air.

Tetapi dengan technology quick dry ini, kain akan mudah menyerap air.Technology quick dry fabric merupakan pengembangan dari produk sebelumnya yaitu soil release fabric, kain yang mempunyai daya tahan terhadap kotoran dan minyak. Jika ada kotoran dan minyak yang menempel pada permukaan kain, maka akan mudah dihilangkan dalam proses pencucian. Tehnology quick dry fabric ini mempunyai keunggulan lebih menyerap air dan mempunyai ketahanan terhadap kotoran dan minyak lebih baik jika dibandingkan soil release fabric.

Produk ini menciptakan moisture managament di dalam kain. Jika ada keringat yang terserap oleh pakaian, maka keringat akan mudah diserap oleh kain, lalu keringat tersebut disebarkan di sekitar daerah tetesan. Setelah itu, keringat akan diuapkan dengan cepat sehingga kain mudah kering. Begitu juga, ketika ada air yang berasal dari luar menetes pada pakaian. Dengan sistem tersebut kain akan menyerap air secara dua arah. Artinya, ketika ada air yang berasal dari tubuh (red : keringat) maupun yang berasal dari luar (red : hujan) maka air tersebut akan diserap oleh kain, kemudian diuapkan dengan cepat ke udara.

Selain menyerap air, technology quick dry fabric juga menyerap suhu panas tubuh kemudian membebaskannya ke udara, sehingga produk ini terasa dingin dan nyaman ketika dikenakan. Berdasarkan tes labolatorium yang dilakukan. Technology quick dry fabric mampu menyerap air dalam waktu 1,77 detik, sedangkan kemampuan kain untuk menguapkan air setelah 5 menit rata-rata sebesar 10 % dan untuk tes penguapan waktu terlama yaitu setelah 30 menit rata-rata sebesar 30 %.

Technology quick dry fabric dipasarkan dengan nama dagang Famitex. Produk ini dikenakan untuk segmen pasar cooperate wear. PT Frans Putratex mencoba mengubah image cooperate wear yang terkesan formal menjadi pakaian cooperate wear yang nyaman dipakai dan stylish dengan tampilan kain yang tak hanya polos, ada corak, kotak-kotak maupun salur. Produk ini rencanaya di pasarkan di dalam dan luar negri dengan segmen pasar perkantoran dan sekolahan yang mewajibkan untuk mengenakan cooperate wear.

JURUSAN PTBB FT UNY MELALUI PROGRAM HIBAH KOMPETISI A3 AKAN MENYELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL DENGAN TEMA : MENCETAK GURU PROFESIONAL DAN KREATIF. 

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN : GEDUNG KPLT FT-UNY TANGGAL 23 AGUSTUS 2008

KEYNOTE SPEAKER: PROF. DR.MUCLHAS SAMANI (direktur Ketenagaan Dikti)

INFO LENGKAP DAPAT DI LIHAT PADA BROSUR BERIKUT

BROSUR SEMINAR 2008 PTBB UNY