Go Blog – Be Smart

From Fiber To Fashion

IMPOR TPT AS PADA KUARTAL PERTAMA 2008 MENGALAMI PENURUNAN

Pada kuartal pertama (Januari-Maret) tahun 2008 impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) AS secara kumulatif umumnya kembali mengalami penurunan baik nilai maupun volume jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun sebelumnya. Untuk nilai turun (-3.84%) menjadi 21.80 milyar USD dan untuk volume turun (-4.58) menjadi 11.84 milyar SMEs.

Sedangkan menurut kategori, nilai impor AS untuk kelompok produk benang mengalami penurunan sebesar (-8.60) menjadi 346.23 juta USD dan untuk volume turun (-16.13%) menjadi 747.68 juta SMEs. Begitu juga dengan kelompok produk Kain yang juga mengalami penuurunan (-0.04%) menjadi 1,292.69 juta USD dan volume turun (-6.18%) menjadi 1.977.79 juta SMEs. Sedangkan pada kelompok produk pakaian jadi-garmen turun sebesar (-5.07%) menjadi 16,580.67 juta USD  dan volume turun (-4.52%) menjadi 5,191.98 juta SMEs, Sementara untuk kelompok produk tekstil lainnya dimana untuk nilai mengalami kenaikan sebesar 1.39% menjadi 3,576.88 juta USD dan sebaliknya untuk volume turun (-1.20%) menjadi 3,921.31 juta SMEs.

PERKEMBANGAN EKSPOR TPT INDONESIA KE AS

Sejalan dengan adanya pelambatan importasi TPT yang dilakukan AS sejak awal tahun 2008 yang juga berpengaruh pada melemahnya kinerja ekspor beberapa negara pemasok TPT ke AS termasuk Indonesia. Sejak periode Januari-Januari 2008, ekspor TPT Indonesia ke AS mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu baik dalam nilai maupun volume dimana untuk nilai turun sebesar (-7.28%) menjadi  368.39 juta USD dan untuk volume turun (-4.29%) menjadi 142.28 juta SMEs. Sedangkan pada periode Januari-Februari 2008 naik tipis 0.82% menjadi 722.64 juta USD dan pada volume naik 5.64% menjadi 279.83 juta SMEs. Kemudian untuk periode Januari-Maret 2008 (kuartal pertama) ekspor TPT Indonesia ke AS kembali mengalami penurunan baik dalam nilai maupun volume. Untuk nilai turun sebesar (-0.38%) menjadi 1.12 milyar USD sedangkan dalam volume naik 4.27% menjadi 439.045  juta  SMEs.

Image 

Image

 

EKSPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) PER PRODUK pada KUARTAL PERTAMA 2008 (JANUARI-MARET)

Sementara itu ekspor kelompok produk benang Indonesia ke AS pada kuartal pertama mencapai 32.54 juta USD atau mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni sebesar 40.86% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007 dan untuk volume naik 34.50% menjadi 91.03 juta SMEs. Sementara kontribusi kelompok produk benang pada total nilai ekspor TPT ke AS mencapai 2.95%, sedangkan dalam volume berkontribusi sebesar 20.73%.

Sedangkan ekspor kelompok produk kain pada kuartal pertama 2008 mengalami penurunan baik dalam nilai maupun volume. Untuk nilai turun sebesar 11.89% menjadi 13.80 juta USD dan untuk volume turun sebesar 21.46% menjadi 21.86 juta SMEs. Sementara kontribusi kelompok produk kain pada total ekspor TPT Indonesia ke AS pada nilai mencapai 1.24% dan untuk volume sebesar 4.98%.

Demikian juga dengan ekspor kelompok produk pakaian jadi-garmen, pada kuartal pertama 2008, juga mengalami penurunan sebesar (-1.6%) dari 1,066.70 juta USD menjadi 1,055.42 juta USD. Sedangkan dalam volume justru naik tipis hanya sebesar 0.46% menajadi 291,40 juta SMEs. Walaupun demikian kelompok produk pakaian jadi-garmen masih sebagai distributor utama pada total ekspor TPT Indonesia ke AS dimana pada kuartal pertama 2008 memberikan kontribusi sebesar 94.58% untuk nilai dan 66.37% pada nilai.

Image 

Kemudian untuk kelompok produk tekstil lainnya pada kuartal pertama 2008, ekspornya mencapai 14.19 juta USD atau mengalami penurunan sebesar (-3.40%) dibandingkan dengan kuartal pertama pada tahun lalu, sedangkan untuk volume turun -2.10% menjadi 34.76 juta SMEs. Sementara kontribusi dari produk ini terhadap total ekspor TPT Indonesia ke AS mencapai 1.27% pada nilai dan 7.92% pada volumenya. (Source:U.S. Department of Commerce, Office of Textiles and Apparel.)

 

Sumber www.indotextile.com

Technology Quick Dry Fabric PT Frans Putratex

sumber: www.indotextile.com

Fransputratex fabricArus globalisasi di dunia industri menyebabkan persaingan semakin ketat. Pelaku industri harus terus melakukan inovasi guna mempertahankan eksistensinya. Sadar akan hal itu, PT Frans Putratex sebagai salah satu pemain di industri tekstil selalu melakukan terobosan-terobosan baru dalam mengembangkan produk-produknya. Menjabarkan tuntutan pasar dengan menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

PT Frans Putratex menciptakan technology quick dry fabric sebagai produk terbarunya. Ide awalnya lahir dari iklim indonesia yang tropis. Ketika kita melakukan aktifitas dengan hawa yang panas, maka cenderung mengeluarkan keringat, sehingga pakaian menjadi tidak nyaman ketika dikenakan. Produk ini terbuat dari serat poliester yang mempunyai sifat dasar tidak menyerap air.

Tetapi dengan technology quick dry ini, kain akan mudah menyerap air.Technology quick dry fabric merupakan pengembangan dari produk sebelumnya yaitu soil release fabric, kain yang mempunyai daya tahan terhadap kotoran dan minyak. Jika ada kotoran dan minyak yang menempel pada permukaan kain, maka akan mudah dihilangkan dalam proses pencucian. Tehnology quick dry fabric ini mempunyai keunggulan lebih menyerap air dan mempunyai ketahanan terhadap kotoran dan minyak lebih baik jika dibandingkan soil release fabric.

Produk ini menciptakan moisture managament di dalam kain. Jika ada keringat yang terserap oleh pakaian, maka keringat akan mudah diserap oleh kain, lalu keringat tersebut disebarkan di sekitar daerah tetesan. Setelah itu, keringat akan diuapkan dengan cepat sehingga kain mudah kering. Begitu juga, ketika ada air yang berasal dari luar menetes pada pakaian. Dengan sistem tersebut kain akan menyerap air secara dua arah. Artinya, ketika ada air yang berasal dari tubuh (red : keringat) maupun yang berasal dari luar (red : hujan) maka air tersebut akan diserap oleh kain, kemudian diuapkan dengan cepat ke udara.

Selain menyerap air, technology quick dry fabric juga menyerap suhu panas tubuh kemudian membebaskannya ke udara, sehingga produk ini terasa dingin dan nyaman ketika dikenakan. Berdasarkan tes labolatorium yang dilakukan. Technology quick dry fabric mampu menyerap air dalam waktu 1,77 detik, sedangkan kemampuan kain untuk menguapkan air setelah 5 menit rata-rata sebesar 10 % dan untuk tes penguapan waktu terlama yaitu setelah 30 menit rata-rata sebesar 30 %.

Technology quick dry fabric dipasarkan dengan nama dagang Famitex. Produk ini dikenakan untuk segmen pasar cooperate wear. PT Frans Putratex mencoba mengubah image cooperate wear yang terkesan formal menjadi pakaian cooperate wear yang nyaman dipakai dan stylish dengan tampilan kain yang tak hanya polos, ada corak, kotak-kotak maupun salur. Produk ini rencanaya di pasarkan di dalam dan luar negri dengan segmen pasar perkantoran dan sekolahan yang mewajibkan untuk mengenakan cooperate wear.