Go Blog – Be Smart

From Fiber To Fashion

Membangun Sistem Manajemen Mutu Dengan ISO 9000

            Mengapa ISO 9000 dipilih untuk satu standar manajemen yang profesional Lembaga Bantuan Manajemen Bandung(2000) mengungkapkan beberapa alasan pentingnya ISO 9000 yaitu :

  • Menyediakan landasan mutu yang berguna/pedoman kerja yang standar
  • Memenuhi pokok/hakikat persyaratan bisnis dalam pemasaran secara umum
  • Tetap tegak dalam ketatnya persaingan pasar, menekan biaya biaya dan meningkatkan perhatian/focus terhadap pelanggan
  • Melengkapi manajemen dengan”tool” untuk memungkinkan pemantauan pencapaian mutu yang lebih ketat
  • Menghilangkan ketergantungan mutu pada salah satu/beberapa personil
  • Sistem mutu yang didokumentasikan akan memeperbaiki komunikasi antar departemen , memudahkan pelatihan/pengajaran, menjadi dasar untuk perbaikan berkesinambungan.
  • Meningkatkan image lembaga
  • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi
  • Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan

Untuk menerapkan ISO 9000 Sprint Consultan (2002) memberikan tahapan dan kunci penerapan ISO 9000 serta bagaimana cara memelihara sistem mutu adalah sebagai berikut:

 

 

  1. Tahapan penerapan ISO 9000
    • Penetapan Komitmen Manajemen Puncak
    • Pembentukan Team ISO 9000
    • Pelatihan kesadaran mutu dan dokumentasi
    • Identifikasi proses bisnis
    • Disain sistem dan pendokumentasian
    • Penerapan
  2. Kunci penerapan ISO 9000
    • Tanggung Jawab manajemen

Komitmen, Kepemimpinan,Manajemen memberi dukungan dan memberdayakan karyawan, Membuka dan memelihara komunikasi dan umpan balik dari karyawan

  •  
    • Pemahaman ISO secara benar

Melakukan pelatihan mutu untuk seluruh tingkatan

  •  
    • Alokasi sumberdaya

Menunjuk seorang wakil manajemen (MR), menunjuk pengendali dokumen, menunjuk auditor mutu internal, mengalokasikan sumberdaya yang diperlukan seperti tenaga kerja, waktu, biaya dan peralatan.

  •  
    • Dokumentasi dan penerapan yang sesuai

Dibuat agar efisisen, efektif , fleksibel dan mudah dilaksanakan, sistem mutu dibuat agar mudah untuk diaudit dan disertifikasi, menggunakan bahasa yang mudah dimegerti.

  •  
    • Penerapan yang sistematik

Menjamin seluruh kegiatan operasi telah terlibat, menggambarkan keterkaitan proses antara fungsi organisasi. Melakukan uji coba dari sistem mutu yang telah dibuat

  •  
    • Faktor Faktor manusia

kesadaran,kemauan,kemampuan,disiplin,kerjasama,komunikasi, proaktif

  • Memelihara Sistem mutu
  1. Disiplin/konsisten
  2. Menerapkan/Melaksanakan
  3. Usaha yang berkesinambungan
  4. Komitmen terhadap mutu dari manajemen dan karyawan
  5. Kerjasama dari seluruh karyawan
  6. Motivasi untuk meningkatkan mutu.

Kelelahan Kerja

oleh:noor fitrihana

Definisi kelelahan :

  • Levy (1990) mengutarakan bahwa kelelahan kerja masih merupakan misteri dunia kedokteran modern, penuh kekaburan dalam sebab musababnya serta pencegahannyapun belum terungkap secara jelas.
  • Rizeddin (2000): kelelahan menurunkan kapasitas kerja dan ketahanan kerja yang ditandai oleh sensasi lelah, motivasi menurun, aktivitas menurun.
  • Keadaan yang ditandai oleh adanya perasaan kelelahan kerja dan penurunan kesiagaan.
  • Keadaan pada saraf sentral sistimik akibat aktivitas yang berkepanjangan dan secara fundamental dikontrol oleh sistim aktivasi dan sistim ihibisi batang otak.
  • Merupakan fanomena komples yang disebabkan oleh faktor biologi pada proses kerja dan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
  • Merupakan kriteria lengkap tidak hanya menyangkut kelelahan fisik dan psikis tetapi lebih banyak kaitannya dengan adanya penurunan kinerja fisik, adanya perasaan lelah, penurunan motivasi, dan penurunan produktivitas kerja.
  • Adalah respon total terhadap stres psikososial yang dialami dalam satu periode waktu tertentu dan cenderung menurunkan motivasi dan prestasi kerja.

Jenis Kelelahan :

  • Proses terjadinya pada otot : kelelahan umum dan otot
  • Waktu terjadinya: akut dan kronis
  • Penyebabnya : factor-faktor nonfisik (psikososial) dan lingkungan fisik

Faktor penyebab kelelahan kerja berkaitan dengan banyak hal yaitu :

  • Penyebab medis : flu, anemia, gangguan tidur, hypothyroidism, hepatitis, TBC, dan penyakit kronis lainnya.
  • Penyebab yang berkaitan dengan gaya hidup : kurang tidur, terlalu banyak tidur, alkohol dan miras, diet yang buruk, kurangnya olahraga, gizi, daya tahan tubuh, circadian rhythm.
  • Penyebab yang berkaitan dengan tempat kerja : kerja shift, pelatihan tempat kerja yang buruk, stress di tempat kerja, pengangguran, workaholics, suhu ruang kerja, penyinaran, kebisingan, monotoni pekerjaan dan kebosanan, beban kerja.
  • Faktor psikologis : depresi, kecemasan dan stress, kesedihan.

Gejala Kelelahan Kerja

Gilmer(1966) dan Cameron (1973) :

  1. Menurun kesiagaan dan perhatian,
  2. Penurunan dan hambatan persepsi,
  3. Cara berpikir atau perbuatan anti sosial,
  4. Tidak cocok dengan lingkungan.
  5. Depresi, kurang tenaga, dan kehilangan inisiatif,
  6. Gejala umum (sakit kepala, vertigo, gangguan fungsi paru dan jantung, kehilangan nafsu makan, gangguan pencemaan, kecemasan, pembahan tingkah laku, kegelisahan, dan kesukaran tidur

Akibat Kelelahan Kerja

Prestasi kerja yang menurun,

Fungsi fisiologis motorik dan neural yang menurun,

Badan terasa tidak enak,

Semangat kerja yang menurun (Bartley dan Chute, 1982)

Pengukuran Kelelahan Kerja :

Waktu reaksi,

Uji ketukjari (fingger-tapping test),

Uji flicker fusion.

Critical flicker fusion,

Uji Bourdon WiersmaSkala kelelahan IFRC (Industrial Fatique Rating Committe),

Skala fatique rating (FR Scale),

Ekskresi katekolamin,

Stroop test,

Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2)

Indikator pengukuran kelelahan kerja : waktu reaksi dan rasa lelah

PENANGGULANGAN KELELAHAN KERJA

  1. Lingkungan kerja bebas dari zat berbahaya, penerangan memadai, sesuai dengan jenis pekerjaan yang dihadapi, maupun pengaturan udara yang adekuat, bebas dari kebisingan, getaran, serta ketidaknyamanan.
  2. Waktu kerja diselingi istirahat pendek dan istirahat untuk makan.
  3. Kesehatan umum dijaga dan dimonitor.
  4. Pemberian gizi kerja yang memadai sesuai dengan jenis pekerjaan dan beban kerja.
  5. Beban kerja berat tidak berlangsung terlalu lama.
  6. Tempat tinggal diusahakan sedekat mungkin dengan tempat kerja, kalau perlu bagi tenaga kerja dengan tempat tinggal jauh diusahakan transportasi dari perusahaan.
  7. Pembinaan mental secara teratur dan berkala dalam rangka stabilitas kerja dan kehidupannya.
  8. Disediakaan fasilitas rekreasi, waktu rekreasi dan istirahat diolaksankan secara baik.
  9. Cuti dan liburan diselenggarakan sebaik-baiknya.
  10. Diberikan perhatian khusus pada kelompok tertentu seperti tenaga kerja beda usia, wanita hamil dan menyusui, tenaga kerja dengan kerja gilir di malam hari, tenaga baru pindahan .
  11. Mengusahakan tenaga kerja bebas alkohol, narkoba dan obat berbahaya.

DEFINISI Dan STRUKTUR SMART TEXTILE by noor fitrihana

Pembentukan material smart textile dilakukan dari atau saat proses pembuatan serat (polimerisasi), pembuatan benang (pemintalan), pembuatan kain (pertenunan) dan pada proses penyempurnaan (finishing) hingga pada saat proses penjahitan. Pada saat proses tersebut diberikan senyawa-senyawa kimia khusus dan berbagai peralatan elektronik (serat optik, sensor, aktuator, komunikasi, prosesor) sehingga bahan tekstil memiliki sifat-sifat khusus dan merespon rangsang dari lingkungan. Deguillemont (2003) memberikan definisi smart textile sebagai bahan tekstil yang mampu memberikan respon sesuai permintaan terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti panas, kimia, biologi, elektromagnetik, listrik statis dan lainnya. Sedangkan menurut Singh (2004) smart textile adalah tekstil yang mampu merasakan dan merespon terhadap kondisi atau rangsangan lingkungan baik mekanik, kimia, listrik dan medan magnet. Pada umumnya struktur smart textile terdiri dari 2 komponen utama yaitu:

1. Bahan Tekstil Dengan Sifat Khusus ( High Permorfance dan High Function)

2. Micro Electronic System (Fiber optic, conductive fiber, Sensor, aktuator dan kontrol)

Sumber: Meoli dan Plumlee (2002), Menezes (2003), Deguillemont (2003), Sing (2004), Widodo (2004).

Berikut beberapa produk smart textile yang telah dikembangkan di berbagai Negara:

  1. Intelligent knee-sleeve: Intelligent Polymer Research Institute dan Biomedical Science di Universitas Wollongong beker­jasama dengan CSIRO Textiles and Fibre Technology (masing-masing adalah lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian terkemuka di Australia) telah mengembang­kan suatu pembungkus lutut yang biasa dike­nakan para atlet dengan fungsi dan kemam­puan khusus sebagai alat berlatih untuk me­lakukan gerakan-gerakan yang aman, efisien dan efektif. Pembungkus tersebut dilapisi dengan bahan polimer konduktif dan dileng­kapi serangkaian sensor yang dapat mende­teksi perubahan bentuknya. Pembungkus akan mengeluarkan bunyi bila tekukan lutut ada pada posisi terbaik. (Widodo, 2004)
  2. SOFTswitch adalah sebuah perusahaan di Inggris yang mengkhususkan kegiatannya pada pengembangan kain dengan teknologi peka sentuhan dan interaktif. Dengan me­manfaatkan nanoteknologi suatu bahan teks­til dimungkinkan untuk berfungsi sebagai antarmuka pengendali berbagai macam pe­rangkat elektronik menggantikan tombol-tombol atau saklar yang biasa kita kenal, keypads, dan keyboards. Kemungkinan a­plikasinya bisa berupa sebuah jaket yang berhubungan dengan telepon seluler, remote control televisi yang “dijahitkan” pada le­ngan kursi, atau bisa juga saklar lampu pe­nerangan rumah yang ditanamkan pada kain tirai atau karpet. (Dina Meoli dan Tracy Mae-Plumlee (2002), Deguillemont (2003), Sing (2004), Widodo (2004)).
  3. Interactive Jacket: Sebuah produk jaket yang diintegrasikan dengan peralatan komunikasi dan GPS (Global positioning System).Dengan menggunakan jaket ini maka pemakai dapat mendengarkan musik MP3, melakukan komunikasi, dan diketahui lokasi keberadaannya.
  4. Pakaian untuk memonitor kesehatan tubuhPakaian ini dapat digunakan untuk mengukur dan memonitor detak jantung, pernafasan, aliran darah, suhu badan selama 24 jam penuh selama di pakai.

APLIKASI SMART TEXTILE by noor fitrihana

            Pada umumnya bahan tekstil digunakan sebagai bahan untuk pembuatan pakaian. Fungsi dasar pakaian adalah untuk penampilan (estetika), memenuhi sosiokultural (etika) dan perlindungan terhadap cuaca (panas, dingin dan angin). Dengan teknologi smart textile menjadikan fungsi pakaian tidak lagi hanya sebatas estetika, etika dan perlindungan dari terpaan panas, dingin dan angin namun lebih dari itu pakaian dengan teknologi smart textile mampu memberikan nilai tambah fungsi untuk  berbagai bidang penggunaan (High Permformance and High   Function). Dari berbagai produk smart textile yang telah beredar secara umum aplikasi smart tekstil dapat dikategorikan dalam 3 bidang

  1. Perlindungan (Protective/safety wear)

Pada umumnya digunakan untuk perlindungan keselamatan manusia di berbagai bidang kegiatan seperti pakaian militer (rompi anti peluru), Seragam permadam kebakaran, pakaian pembalap, pakaian astrounot, pakaian penjinak bom dan lainnya

  1. Kesehatan

Pada umumnya digunakan di bidang medis pakaian pengontrol kerja jantung, dan tekanan darah, pakaian antibakteri dna lainnya

2. Fungsional (tujuan khusus)

Digunakan untuk fungsi pemakaian khusus misalnya pakaian yang dilengkapai dengan sistem elektronik untuk hiburan (entertainment cloth), pakaian untuk mengontrol/menstabilkan  suhu tubuh dari pengaruh cuaca, untuk memperbesar/memperindah bentuk tubuh, menghilanglan bau badan dan lainnya.

Pameran berbagai produk smart textile juga telah mulai dilakukan di berbagai negara seperti Amerika, Jerman, Turki dan pada tahun 2007 ini di Taiwan. Pada tabel 2 berikut dapat dilihat berbagai produk smart textile lainnya yang dipamerkan di Smart Textile Hightex 2005 di Istambul Turki.

Tabel Produk Smart textile

Berbagai produk Smart Textile

Anticellulite socksAnti-bacterial t-shirts

Anti-perspirant cloths and sock

Insect repellant pyjamas

Climate adaptable pullowers

Air conditioned bathing suits, jackets

Musical clothes

Dry, sweat absorbent, heater and cooler sports clothes

Nanotechnological products, fabrics

earable computers

Vibration clothes for relaxing

Illuminated clothes

Soot, metal, chemical liquid-gas protection clothes

Remote controlled pillows (electrotextiles)

Body heat measuring medical pads

Biorhythm compatible clothesNon-sweating under wear

High temperature resistant outwears

Warming clothes for cold weather

Heat and light permable curtains

Pain killer hats

Air-pillow clothes against falling down

Anti-dust toys

Clothes that breath under normal conditions

and become non-permable in cold weather;
keeping heat.

Direction describing assistant clothes

Perfumed clothes

Sumber:www. Hightex.com

 

Melihat perkekembangan yang terjadi berbagai aplikasi smart textile untuk pakaian kesehatan (Inteligent biomedical cloth/ Health monitoring cloth), Pakaian elektronik (entertainment/electronic cloth), pakaian militer, pakaian keselamatan (safety cloth) dan wearable computer akan terus berkembang untuk memenuhi fungsi-fungsi khusus lainnya. Berdasar laporan Venture Development Corporation(VDC, 2002) sebuah lembaga yang bergerak di bidang teknologi, penelitian dan strategi pasar menyatakan bahwa smart Fabric/Interactive textile akan memasuki pasar untuk ditujukan pada kepentingan bidang kesehatan, keamanan publik, militer, olahraga dan lainnya. VDC juga meramalkan pertumbuhan pasar smart textile akan bergerak cepat karena telah banyak perusahaan yang  mengembangkan aplikasi smart textile seperti, Sensatex, DuPont, ADA, Foster-Miller, Santa Fe Science and Technology, SOFTswitch, dan International Fashion Machines.