DEFINISI Dan STRUKTUR SMART TEXTILE by noor fitrihana

Pembentukan material smart textile dilakukan dari atau saat proses pembuatan serat (polimerisasi), pembuatan benang (pemintalan), pembuatan kain (pertenunan) dan pada proses penyempurnaan (finishing) hingga pada saat proses penjahitan. Pada saat proses tersebut diberikan senyawa-senyawa kimia khusus dan berbagai peralatan elektronik (serat optik, sensor, aktuator, komunikasi, prosesor) sehingga bahan tekstil memiliki sifat-sifat khusus dan merespon rangsang dari lingkungan. Deguillemont (2003) memberikan definisi smart textile sebagai bahan tekstil yang mampu memberikan respon sesuai permintaan terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti panas, kimia, biologi, elektromagnetik, listrik statis dan lainnya. Sedangkan menurut Singh (2004) smart textile adalah tekstil yang mampu merasakan dan merespon terhadap kondisi atau rangsangan lingkungan baik mekanik, kimia, listrik dan medan magnet. Pada umumnya struktur smart textile terdiri dari 2 komponen utama yaitu:

1. Bahan Tekstil Dengan Sifat Khusus ( High Permorfance dan High Function)

2. Micro Electronic System (Fiber optic, conductive fiber, Sensor, aktuator dan kontrol)

Sumber: Meoli dan Plumlee (2002), Menezes (2003), Deguillemont (2003), Sing (2004), Widodo (2004).

Berikut beberapa produk smart textile yang telah dikembangkan di berbagai Negara:

  1. Intelligent knee-sleeve: Intelligent Polymer Research Institute dan Biomedical Science di Universitas Wollongong beker­jasama dengan CSIRO Textiles and Fibre Technology (masing-masing adalah lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian terkemuka di Australia) telah mengembang­kan suatu pembungkus lutut yang biasa dike­nakan para atlet dengan fungsi dan kemam­puan khusus sebagai alat berlatih untuk me­lakukan gerakan-gerakan yang aman, efisien dan efektif. Pembungkus tersebut dilapisi dengan bahan polimer konduktif dan dileng­kapi serangkaian sensor yang dapat mende­teksi perubahan bentuknya. Pembungkus akan mengeluarkan bunyi bila tekukan lutut ada pada posisi terbaik. (Widodo, 2004)
  2. SOFTswitch adalah sebuah perusahaan di Inggris yang mengkhususkan kegiatannya pada pengembangan kain dengan teknologi peka sentuhan dan interaktif. Dengan me­manfaatkan nanoteknologi suatu bahan teks­til dimungkinkan untuk berfungsi sebagai antarmuka pengendali berbagai macam pe­rangkat elektronik menggantikan tombol-tombol atau saklar yang biasa kita kenal, keypads, dan keyboards. Kemungkinan a­plikasinya bisa berupa sebuah jaket yang berhubungan dengan telepon seluler, remote control televisi yang “dijahitkan” pada le­ngan kursi, atau bisa juga saklar lampu pe­nerangan rumah yang ditanamkan pada kain tirai atau karpet. (Dina Meoli dan Tracy Mae-Plumlee (2002), Deguillemont (2003), Sing (2004), Widodo (2004)).
  3. Interactive Jacket: Sebuah produk jaket yang diintegrasikan dengan peralatan komunikasi dan GPS (Global positioning System).Dengan menggunakan jaket ini maka pemakai dapat mendengarkan musik MP3, melakukan komunikasi, dan diketahui lokasi keberadaannya.
  4. Pakaian untuk memonitor kesehatan tubuhPakaian ini dapat digunakan untuk mengukur dan memonitor detak jantung, pernafasan, aliran darah, suhu badan selama 24 jam penuh selama di pakai.