Go Blog – Be Smart

From Fiber To Fashion

melompat Lebih tinggi

melompat Lebih tinggi
Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda
ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi diantara sesama belalang
yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya
ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke
dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di
atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu
desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul satu keinginan
di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi kesana.

Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung
merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut. Dengan
semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa
tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan
desa itu. Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpaga r tinggi,
yang dijaga oleh seekor anjing besar. Belalang itu bertanya kepada
anjing,”Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini ?” “Aku adalah
anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah
anjing terbaik di desa ini” jawab anjing dengan sombongnya. Mendengar
perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda. Dia lalu berkata lagi
“Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk
membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding
melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita”. “Baik”, jawab si
anjing. “Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding,
siapakah yang bisa melompati pagar tersebut”.

Keduanya lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut. Kesempatan pertama
adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari
dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang
dewasa tersebut tersebut. Kesempata n berikutnya adalah si belalang muda.
Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun ternyata kekuatan
lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan
kemudian belalang itu jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencoba
melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula.

Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata ,”Nah
belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang ? Kamu sudah kalah”.
“Belum”, jawab si belalang. “Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan.
Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan tantangan kedua ?”
“Apapun tantangan itu, aku siap” tukas si anjing. Belalang lalu berkata
lagi, “Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat di
tempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat,
dari diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi
tubuhnya”.

Anjing kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasi l lompatannya, ternyata
anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi tubuhnya. Berikutnya
adalah giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari
lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan
empat puluh kali tinggi tubuhnya. Dan belalang pun menjadi pemenang untuk
lomba yang kedua ini. Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa
kagum. “Hebat. Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi
pemenangnya belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga”, kata si
anjing. “Tidak perlu”, jawab si belalang. “Karena pada dasarnya pemenang
dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan
standard perlombaannya. Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan
standard perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba kedua saya
yang menentukan, saya pula yang menang.

INTINYA ADALAH, KAMU DAN SAYA
MEMPUNYAI POTENSI DAN STANDARD YANG BERBEDA TENTANG KEMENANGAN. ADALAH
TIDAK BIJAKSANA MEMBANDINGKAN POTENSI KITA DENGAN YANG LAIN. KEMENANGAN
SEJATI ADALAH KETIKA DENGAN POTENSI YANG KAMU MILIKI, KAMU BISA MELAMPAUI
STANDARD DIRIMU SENDIRI.

REFLECTION :

Rekan-rekan yang terkasih, seberapakah tinggikah anda `melompat’ ?

Dalam kehidupan, seringkali tanpa sadar kita mencoba membandingkan kemajuan
dan perkembangan diri kita dengan standard orang lain.
Membandingkan pendapatan kita dengan orang lain, pekerjaan kita dengan pekerjaan
orang lain, salary kita dengan salary orang lain, barang-barang yang kita miliki
dengan barang orang lain, kesuksesan yang kita miliki dengan kesuksesan orang
lain, karir kita dengan karir orang lain dlsb…

Dan seringkali lebih
banyak kekecewaan daripada kebahagiaan yang didapat.
Mengapa ? Karena kita masing-masing dilahirkan dengan potensi yang berbeda,
dengan bakat yang berbeda, dalam lingkungan yang berbeda, dan cara pandang
yang berbeda tentang kehidupan.

Cara yang tepat untuk mengukur seberapa jauh diri kita telah berkembang dan
maju, adalah membandingkan diri kita saat ini dengan diri kita dimasa lalu.
Apakah anda hari ini lebih kaya dibanding setahun yang lalu ? Apakah anda
hari ini lebih bisa mengontrol emosi dibanding bulan lalu ? Apakah anda
hari ini lebih sehat dibanding kemarin ? Apakah anda hari ini lebih
bijaksana dibanding setahun yang lalu ?

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, namun kemenangan
atas diri sendiri.
Buat diri anda hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin.