Logika Digital: TIDAK ADA adalah ADA (by Priyanto)

Digital berasal dari kata digit yang berarti angka.
Digital hanya mengenal 2 angka (biner) ‘0’ dan ‘1’.
Digital hanya mengenal 2 keadaan ‘0’ (Tidak ada) dan ‘1’ (ada).
Digital hanya mengenal 2 kondisi ‘0’ (Salah) dan ‘1’ (benar).
Digital hanya mengenal 2 jenis kelamin ‘0’ (perempuan) dan ‘1’ (laki-laki)
Digital hanya mengenal 2 warna ‘0’ (Putih) dan ‘1’ (Hitam).
Digital tidak mengenal area ABU-ABU, berarti digital adalah KETEGASAN.

Digital adalah KEBENARAN yang mutlak, tidak ada keraguan di dalamnya.
Karena… dalam ilmu elektronik, dasar opearsi digital adalah tabel kebenaran (truth table),
bukan tabel kebetulan (coincidence table).

Apakah semua jenis angka memiliki anga NOL?
Ada dua macam angka yang kita kenal sampai sekarang: Angka ROMAWI dan Angka ARAB.
Tahukan mengapa anga Romawi tidak punya angka Nol? Nol berarti tidak ada, sehingga tidak disimbolkan di dalam angka Romawi.
Nol hanya dimiliki oleh angka Arab, untuk menyimbolkan yang tidak ada.

Mengapa sesuatu yang tidak ada perlu disimbolkan?
Karena sesuatu yang tidak ada pada hakekatnya adalah ada.
Apa buktinya yang tidak ada itu ada? Karena menempati RUANG dan WAKTU.
Di mana RUANG dan WAKTU yang ditempati tidak ada itu? Di sel memori.
Tidak ada itu ada di RUANG sel memori dan WAKTU komputer hidup.
Tidak ada itu akan tidak ada di RUANG sel memori WAKTU komputer mati.
Tetapi…. tidak ada itu tetap ada di dalam sel memori otak kita, karena kita hidup.


Sehingga…. tidak ada itu pada hakekatnya tetap ada. Ada di dekat kita, ada di dalam diri kita, ada di dalam pikiran kita, ada di sel memori otak kita. ==Priyanto (08-01-10)

Two-by-Six

DV Cover depanTwo-by-six adalah aturan untuk hubungan antara ukuran layar dan tempat duduk audien(Smaldino et.al, 2008). Artinya, tdak ada audien yang duduk lebih dekat dari dua kali lebar layar atau lebih jauh dari enam kali lebar layar.

Sudahkah kita menerapkan aturan tersebut di ruang kelas atau ruang serba guna yang kita miliki? Bahasan ini ada dalam buku “Desain Visual Presentasi Multimedia”.

Desain visual Presentasi Multimedia

Cover Depan dan Belakang

Cover Depan dan Belakang

Penulis: Priyanto
Penerbit: UNY PRESS Yogyakarta
Tahun: 2009

Untuk sementara buku ini tersedia di:
UNY Press
Jl. Afandi (Gejayan), Gg. Alamanda Kompleks FT UNY
Kampus Karangmalang, Yogyakarta
Telp. (0274) 586168 Ext. 279
E-mail: uny-press@yahoo.com

Buku ini menekankan pada desain visual untuk membuat
presentasi multimedia secara umum.
Contoh kasus yang digunakan adalah Power Point 2007.

Pengantar

Niat utama penulisan buku ini adalah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ada empat faktor yang mendorong penyusunan buku Desain Visual Presentasi Multimedia ini.


Pertama, pada saat penulis menjadi peserta dalam presentasi di berbagai kesempatan (kuliah, seminar, rapat kerja), mengetahui banyak peserta yang mengeluhkan kualitas penyajian presentasi. Keluhan tersebut antara lain mengenai sulitnya membaca materi presentasi di layar yang disebabkan oleh padatnya teks, ukuran huruf yang terlalu kecil, dan pemilihan kombinasi warna yang tidak sesuai.

(more…)

Model e-Learning Readiness Sebagai Strategi Pengembangan E-Learning

Paper ini saya presentasikan pada “International Seminar on ICT in Education”
Pada tanggal 13-14 Februari 2009
Diselenggarakan oleh Program Pasca Sarjana UNY

ABSTRAK

Pengembangan e-learning di institusi pendidikan melibatkan banyak faktor dalam organisasi, yaitu infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, dan lingkungan yang mencakup kepemimpinan dan kultur. Model e-learning readiness (ELR) merupakan manifestasi dari kesiapan seluruh komponen organisasi untuk mengadopsi e-learning.

Model ELR tidak hanya mengukur tingkat kesiapan institusi untuk mengimplemantasikan e-learning, tetapi yang lebih penting adalah dapat mengungkap faktor atau area mana masih lemah dan memerlukan perbaikan dan area mana sudah dianggap berhasil atau kuat dalam mendukung implementasi e-learning.

Model ELR pada tahap analisis digunakan untuk menyusun dokumen kebutuhan yang menjadi base line untuk tahap desain, pengembangan, dan implementasi. Pada tahap evaluasi, model e-learning readiness digunakan untuk mengukur keberhasilan dan menentukan recycling decission untuk proses perbaikan pada periode berikutnya.

File Presentasi– Makalah lengkap tidak saya sajikan.

Green Computing 2: Stop Global Warming Versi SIAKAD UNY

Catatan: Tulisan saya ini sudah dimuat dan disarikan di Majalah “Computing Channel” Jakarta.

Ringkasan

Perhitungan sederhana pada penggunaan kertas untuk pengisian KRS dan pencetakan KHS pada SIAKAD mulai tahun 2005, UNY menghemat 13.23 pohon setiap tahunnya. Bagaimana angka tersebut bisa diperoleh? Silahkan baca tulisan singkat berikut. Tulisan ini melengkapi tulisan sebelumnya dengan hitungan teknis sederhana.

(more…)

Green Computing: Solusi TI Ramah Lingkungan

Oleh Priyanto (Kedaulatan Rakyat, 19 Mei 2008)

Teknologi, di satu sisi memperbaiki dan mendukung kehidupan manusia, sementara di sisi lain menghancurkan. Teknologi selalu menyatu dengan konsekuensinya, teknologi tidaklah netral, demikian dikatakan Naisbit (1999). Teknologi Informasi (TI) adalah produk kreatif dari imaginasi dan mimpi manusia, keberadaanya telah menjadi bagian integral dari evolusi kultur manusia. Memanfaatkan TI secara efisien namun dengan hasil yang optimal adalah imperatif, untuk menggeser garis resultan konsekuensi agar (cenderung) berada pada sisi positif.

Diperlukan perubahan paradigma dan perilaku agar TI memberi manfaat melampaui biaya yang sudah dikeluarkan untuk investasi dan energi. Manfaat, bukan hanya memberi solusi komputasi, tetapi juga memberi sumbangan positif (baca: menjaga) alam semesta dalam bentuk mengurangi deforestasi atau kerusakan hutan. TI yang merupakan produk hitech memiliki konotasi dengan kota dan modern kok dikaitkan dengan hutan yang lebih dekat dengan “tarsan” dan primitif. Adakah kaitannya? Green computing adalah jawabannya. Meskipun kita jarang (atau bahkan tidak pernah) mendengar, ini bukan istilah baru dalam khasanah TI. Yang jelas, green computing bukan komputasi tarsan atau komputasi primitif, tetapi solusi komputasi modern dan beradab. (more…)

Mendorong E-learning di Sekolah

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan kejuruan, karena TIK dapat menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan teknologi dan mengurangi kesenjangan informasi. Dalam dunia pendidikan, TIK dapat berfungsi sebagai subjek yang dipelajari, sebagai alat untuk pembelajaran yang disebut electronic learning (e-learning), dan sebagai sumber informasi dan komunikasi. Namun demikian, keunggulan TIK dan keuntungan yang ditawarkan belum dapat dimanfaatkan secara optimal, bahkan Indonesia cenderung tertinggal. Hal ini terkait dengan beberapa kendala, yang mencakup masalah infrastruktur teknologi dan masalah sumber daya manusia yang terkait dengan faktor sosial dan budaya. (more…)

Priyanto

Foto

Selamat datang di blok saya. Di sini saya akan berbagi tentang software engineering & e-learning.

Software Engineering.

  • Object Oriented Development (OOD) yang mencakup: analysis (OOA), desain (OOD), dan programming (OOP) yang merupakan bidang utama saya.
  • Software metric mencakup: bagaimana membangun modul program yang memenuhi syarat low-coupling dan high-cohesion (cohesive), sehingga meningkatkan reusability.

E-learning.

Mulai tahun 2000, saya berkecimpung dalam pengembangan ICT dalam pembelajaran (e-learning). Ternyata e-learning tidak sekedar infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia, tetapi lebih pada leadership & culture, inilah yang dilupakan orang dalam pengembangan e-learning dan…. yang paling rumit untuk digarap.