Panduan Lengkap Tata Cara Bersuci dari Kotoran, Hadas dan Najis

Tata Cara Bersuci dari Kotoran, Hadas dan Najis – Sebelum berbicara lebih lanjut tentang masalah thaharah,  maka perlu diketahui terlebih dahulu arti dari thaharah itu sendiri. Dan dalam al-Mu’jam al- Wasith, kata “thaharah” yang berasal dari kata thahura – thuhuran berarti “suci atau bersih”. Thaharah yang berarti bersih (nadlafah), suci (nazahah), terbebas (khulus) dari kotoran (danas).

Secara terminologi, thaharah berarti “membersihkan diri dari segala kotoran, baik itu kotoran jasmani maupun kotoran rohani”. Sebagaimana pengertian menurut syara’, yaitu   menghilangkan hadats atau najis, atau perbuatan yang dianggap dan berbentuk seperti menghilangkan hadats atau najis (tapi tidak berfungsi  menghilangkan hadats atau najis) sebagaimana basuhan yang kedua dan ketiga, mandi sunah, memperbarui wudlu, tayammum, dan lain- lainnya yang kesemuanya tidak berfungsi menghilangkan hadats dan najis.

Tata Cara Bersuci dari Kotoran, Hadas dan Najis

Bersuci dengan Air

Hadas secara maknawi berlaku bagi  manusia. Thaharah  dari  hadats secara maknawi itu sendiri tidak akan sempurna kecuali dengan niat taqarrub dan taat kepada Allah SWT. Adapun thaharah dari najis pada tangan, pakaian atau bejana, maka kesempurnaannya bukanlah dengan niat. Bahkan jika secarik kain terkena najis lalu di tiup angin dan jatuh ke dalam air yang banyak, maka kain itu dengan sendirinya menjadi suci.

Seorang muslim diperintahkan menjaga pakaiannya agar suci dan bersih dari segala macam najis dan kotoran, karena kebersihan itu membawa keselamatan dan kesenangan. Apabila kita berpakaian bersih, terjauhlah kita dari penyakit dan memberi kesenangan bagi si pemakai dan orang lain yang melihatnya. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT. dalam surat al-Muddatsir ayat 1-4 sebagai berikut: Artinya: “Hai orang-orang yang berselimut. Bangunlah, lalu   berilah peringatan!. Dan  Tuhanmu  agungkanlah, dan  pakaianmu bersihkanlah (al-Muddatsir : 1-4)

Berdasarkan  ayat dapat  dipahami  bahwa  orang-orang yang ingin selalu dekat kepada Allah senantiasa harus berusaha agar dirinya selalu bersih, suci dari hadats dan najis. Sebagaimana Firman Allah SWT. dalam surat al-Maidah ayat 6 sebagai berikut yang Artinya: “Dan jika kamu junub maka bersihkanlah (mandi). (al-Maidah: 6)

Ayat di atas juga dipertegas oleh surat al-Baqarah ayat 222 yang melarang mendatangi istri di waktu haid sebelum wanita itu suci (selesai haid), yaitu sebagai berikut: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah : “Haid itu adalah suatu kotoran”, oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci”.(QS. al-Baqarah: 222)

Ayat-ayat di atas menunjukkan betapa Islam memperhatikan masalah bersuci. Selain   memperhatikan orang muslim untuk bersuci dari hadats dan najis, Islam juga sangat   memperhatikan untuk  menjaga kebersihan dan membuang kotoran di dalam air. Ibnu Abbas ra, ketika berjalan melewati dua kuburan, Rasulullah SAW bersabda: “ Kedua ahli kubur itu disiksa, dan tidaklah mereka itu disiksa karena dosa besar, kemudian Nabi berkata: tetapi, salah seorang dari keduanya itu tidak menggunakan penutup ketika buang air kecil, dan yang lainnya suka mengadu domba”. (HR. Bukhari)

Demikian sebelum melakukan hubungan dengan Allah Yang Maha Suci dalam bentuk shalat, orang muslim harus mensucikan dirinya terlebih dahulu. Mensucikan diri dalam ajaran Islam demikian penting, sehingga bersuci bukan saja merupakan sistem untuk mensucikan sebelum melakukan ibadah bahkan sebagai suatu unsur pokok ibadah itu sendiri. Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda Artinya: “Suci itu sebagian iman”. (HR. Muslim)

Hadis ini sangatlah agung maknanya dan merupakan salah satu dari pokok ajaran Islam, yang mencakup beberapa kaidah penting. Asy-syathru memiliki arti setengah, sebagaimana dikatakan: bahwa yang dimaksud di sini adalah kelipatan pahala yang terdapat di dalamnya berakhir sampai hitungan setengah dari nilai pahala iman.

Dari pengertian thaharah di atas dapat disimpulkan, bahwa thaharah tidak hanya terbatas masalah lahiriyah, yaitu membersihkan hadats dan nasjis, namun thaharah memiliki arti yang lebih luas, yaitu menjaga kesucian rohani (batiniah) agar tidak terjerumus pada perbuatan dosa dan maksiat.

Thaharah dapat diklasifikasikan  menjadi tiga macam, yaitu bersuci dari najis, bersuci dari hadats dan bersuci dari sisa-sisa kotoran yang ada di badan. Untuk mengetahui lebih jelas tentang macam-macam thaharah, dapat dilihat dalam uraian berikut ini:

Thaharah (bersuci) dari Najis

Najis artinya kotor, yakni benda yang ditetapkan oleh hukum agama sebagai sesuatu yang kotor, yang tidak suci, meskipun didalam anggapan sehari-hari dianggap kotor tetapi didalam hukum agama tidak ditetapkan sebagai sesuatu yang najis, umpamanya lumpur.

Para Fuqaha mengelompokkan najis ke dalam tiga bagian:

Najis mughalladhah, artinya najis berat, yaitu anjing, babi, dengan segala  bagian-bagiannya dan segala yang diperanakkan dari anjing atau babi, meskipun mungkin dengan binatang lain.

Najis mukhaffafah, artinya najis ringan, yaitu air kencingnya bayi yang berumur kurang dari dua tahun dan belum makan atau minum kecuali air susu ibu.

Najis mutawassithah, artinya najis sedang, yaitu semua najis yang tidak tergolong mughaladhah dan mukhafafah, antara lain :

  1. Darah (termasuk  darah manusia), nanah dan sebagainya.
  2. Kotoran atau air kencing manusia atau binatang, atau sesuatu yang keluar dari perut melalui jalan manapun termasuk yang keluar melalui mulut (muntah).
  3. Bangkai  binatang  yaitu  binatang  yang  mati  tidak  dikarenakan disembelih secara islam, binatang yang tidak halal dimakan meskipun disembelih, kecuali bangkai ikan dan belalang.
  4. Benda cair yang memabukkan.
  5. Air susu atau air mani binatang yang tidak halal dimakan.

Cara menyucikan najis hukmiyah, yakni najis yang tidak memiliki bentuk (tubuh) yang dapat diraba, cara menyucikannya adalah dengan mengalirkan air ke seluruh bagian yang terkena najis tersebut.

Sedangkan najis ainiyah, yakni  najis yang memiliki bentuk yang dapat dilihat dan diraba, maka cara menyucikannya adalah dengan menghilangkan bendanya itu sendiri, jika masih tersisa warnanya setelah digosok, maka dimaafkan. Demikian pula   dimaaafkan dengan bau yang masih tersisa, jika memang sulit dihilangkan.

Bagi orang yang dihinggapi sikap was-was, hendaklah ia mengetahui bahwa segala sesuatu itu diciptakan dalam keadaan suci dengan penuh keyakinan. Jika tidak nampak dan tidak diketahui dengan yakin dengan adanya najis, maka bolehlah yang mengerjakan shalat .

Alat yang digunakan untuk menyucikan hadats bisa berupa benda padat atau cair, misalnya batu atau pasir. Tidak semua air dapat digunakan sebagai alat bersuci, karenanya air dapat dibedakan menjadi empat:

  1. Air mutlak yakni air suci yang mensucikan, artinya bahwa ia suci pada dirinya dan dan menyucikan bagi yang lainnya. Yaitu air yang jatuh dari langit atau keluar dari bumi masih tetap (belum berubah) keadaannya seperti: air hujan, air laut, air sumur. Air embun, salju es, dan air yang keluar dari mata air. Firman Allah dalam al-Qur’an yang Artinya:  “Diturunkan-Nya  bagimu dari langit, supaya  kamu  bersuci dengan dia”.  (QS. Al-Anfal: 11)
  2. Air musta’mal, yakni air suci tetapi tidak dapat menyucikan artinya zatnya suci tetapi tidak sah dipakai untuk menyuci sesuatu.22 Ada tiga macam air yang termasuk dalam bagian ini: Air yang telah berubah salah satu sifatnya dengan sebab bercampur dengan sesuatu benda yang suci selain dari pada perubahan yang tersebut di atas, seperti air kopi, teh dan lain sebagainya. dan Air yang sudah  terpakai  untuk  mengangkat  hadas  atau menghilangkan hukum najis, sedang air itu tidak berubah sifatnya dan tidak pula bertambah timbangannya. Tekukan pohon kayu (air nira), air kelapa dan sebagainya.
  3. Air najis, artinya air yang tidak suci dan tidak menyucikan. Air najis ini ada dua keadaan : Bila najis  itu  mengubah  salah  satu  diantara  rasa,  warna  atau baunya dalam keadaan ini para ulama sepakat bahwa air itu tidak dapat dipakai untuk bersuci dan Bila air tetap dalam keadaan mutlak, tetapi tidak berubah di antara ketiga sifat tersebut, maka air itu hukumnya suci dan menyucikan, baik sedikit Air pohon-pohonan atau air buah-buahan, seperti air yang keluar dari atau banyak.
  4. Air yang makruh dipakai, yaitu yang terjemur pada matahari dalam bejana selain bejana emas atau perak, air ini makruh dipakai untuk badan, tidak untuk pakaian, terkecuali air yang terjemur ditanah seperti air sawah, air kolam dan tempat-tempat yang bukan bejana yang mungkin berkarat. Sabda Rasulullah saw: Artinya: “Dari Aisyah, sesungguhnya ia telah memanaskan air pada cahaya matahari , maka berkata Rasulallah saw kepadanya: Janganlah engkau berbuat  demikian, ya A’isyah sesungguhnya air yang dijemur  itu dapat  menimbulkan penyakit sapak”. (HR.Baihaqi)

Thaharah (Bersuci) dari Hadas

Hadas adalah “sesuatu yang baru datang, hadas berarti keadaan tidak suci (bukan benda) yang timbul karena datangnya sesuatu yang ditetapkan oleh hukum agama sebagai yang membatalkan keadaan suci”. Dalam ilmu fiqh, hadas itu ada dua macam: Hadas kecil dan besar.

Bersuci dari Hadas Kecil:

Hadas kecil ini timbul karena salah satu sebab:

  • Keluarnya sesuatu benda (padat, cair atau gas) dari salah satu jalan pelepasan (qubul/dubur).
  • Hilang akal/kesadaran, umpamanya karena mabuk, pingsan, tidur, gila dan sebagainya.
  • Persentuhan kulit (tanpa benda pemisah) antara pria dan wanita bukan muhrim.
  • Memegang (dengan telapak tangan sebelah dalam) jalan pelepasan (qubul/dubur).

Hadas yang timbul karena salah satu dari :

  1. Keluarnya air mani (sperma).
  2. Persetubuhan atau jima’ (coitus).
  3. Haid (menstruasi).
  4. Nifas (keluar darah sesudah persalinan).
  5. Wiladah (persalinan).
  6. Mati.

Oleh karena hadas itu bukan benda yang dapat diketahui di mana letaknya, maka bersuci dari hadas dapat dilakukan dengan cara lain,  yaitu: Berwudlu, untuk bersuci dari hadas kecil. Hal-hal yang fardlu dilakukan dalam wudlu ialah :

  1. Membasuh muka, hendaknya diawali dengan membasahi dahi dan meratakan kepermukaannya sampai keujung dagu.
  2. Membasuh kedua belah tangan, mulai dari jari-jari sampai siku- siku.
  3. Mengusap kepala menyempurnakan usapan dari depan ke belakang, lalu mengembalikan dari belakang ke depan.
  4. Membasuh kaki kanan dan kiri dari ujung jari sampai mata kaki.

Mandi, untuk bersuci dari hadas besar.

Mandi artinya meratakan air keseluruh tubuh. Sebab-sebab diwajibkan mandi itu ada lima, di antaranya karena keluar  mani; bersetubuh (meskipun  tidak  keluar mani); haid dan nifas;mati serta orang kafir bila masuk islam. Mandi selain itu adalah  sunat, seperti mandi jum’at, dua  hari raya, ihram, wukuf di Arafah dan Musdalifah, memasuki kota Makkah, dan tiga kali mandi pada hari-hari tasyrik, dan thawaf wada’. Dalam al-Qur’an disebutkan: “Dan  jika kamu junub  maka hendaklah bersuci”.  (QS. al- Maidah:6)

Ada dua macam bersuci dari hadas besar yaitu: secara sempurna dan secara mujziah.

Bersuci secara sempurna adalah niat untuk menghilangkan hadas besar atau Selanjutnya mengambil air sambil membaca basmalah, lalu mencuci tangan tiga kali sekaligus membersihkan semua kotoran ditangan. Setelah itu berwudlu secara sempurna dengan menunda untuk mencuci kedua kakinya, membasuh kepalanya tiga kali basuhan dengan menyela-nyela rambut.

Selanjutnya menyiramkan air ke seluruh badan dan harus diyakini bahwa air tersebut telah menyentuh seluruh bagian tubuh dengan memulainya dari bagian sebelah kanan. Setelah itu basuhlah kedua kaki. Jika pada saat itu dia sudah suci dari hal-hal yang membatalkan  thaharah  seperti itu, karena ia telah terbebas dari hadas kecil maupun besar.

Bersuci secara mujziah adalah  mencuci kemaluan, berniat, membaca basmalah, kemudian menyiram seluruh baan disertai berkumur dan ber-istinsyaq (memasukkan air ke hidung), karena kedua hal itu wajib dilakukan dalam mandi besar. Dengan mandi seperti itu, seseorang belum boleh mengerjakan shalat, kecuali jika dia berniat untuk mandi sekaligus wudlu. Dengan mandi, semua amalan wudlu sudah terlaksana, tetapi harus dibarengi niat.

Tayammum, secara logat artinya ialah menyengaja, sedangkan menurut syara” ialah  menyengaja  tanah  untuk  menghapus  muka  dan  kedua tangan dengan maksud dapat melakukan shalat dan lain-lain. Dibolehkan  bertayammum bagi orang berhadas kecil maupun berhadas besar, baik diwaktu mukim maupun dalam perjalanan , jika dijumpai salah satu sebab-sebab berikut  :

  1. Jika seseorang tidak memperoleh air, atau ada tetapi tidak cukup untuk Tetapi sebelum bertayammum itu, hendaklah ia mencari air dari bekal perjalanan atau dari teman-temannya, atau dari tempat ia yang menurut adat tidak jauh, atau bila tempatnya jauh , maka tidaklah wajib ia mencari.
  2. Jika seseorang mempunyai luka atau sakit, dan ia khawatir dengan memakaiair itu penyakitnya jadi bertambah atau lama sembuhnya, baik hal itu diketahuinya sebagai hasil pengalamannya atau atas nasehat dokter yang dapat dipercaya.
  3. Jika air amat dingin dan keras dugaannya akan timbul bahaya disebabkan menggunakannya, dengan syarat ia tak sanggup memanaskan air tersebut walaupun hanya dengan jalan diupaahkan.
  4. Jika air berada dekat seseorang  tetapi  ia  khawatir  terhadap keselamatan dirinya,kehormatan  dan hartanya atau ia khawatur akan kehilangan teman, atau diantaranaya dengan air terhalang oleh musuh yang ditakutinya baik itu berupa manusia atau lainnya, atau bila ia terpenjara atau tidak mampu mengeluarkan air disebabkan tidak punya alat-alat seperti tali dan timba  karena adanya air dalam keadaan seperti ini juga dengan tiada.
  5. Jika seseorang membutuhkan air, baik di waktu sekarang maupun belakangan untuk keperluan minumnya atau minum lainnya. Jika seseorang sanggup menggunakan air, tetapi ia khawatir akan habis waktu bila memakainya untuk berwudlu atau mandi.

Bersuci dengan cara tayammum ialah harus mencari tanah yang bercampur debu yang suci, diletakkannya kedua telapak tangan dengan niat untuk bersuci, lalu telapak tangan itu diusapkan pada seluruh wajah. Sisa debu pada kedua belah telapak tangan ditekankan sekali lagi kepada debu, kemudian  debu di telapak tangan kanan  diusapkan ketangan seperti dalam wudlu.

Tayammum akan menjadi batal jika mendapati segala yang membatalkan wudlu, karema ia merupakan pengganti dari padanya. Begitu juga jika ia menemukan air sebelum melaksanakan shalat maka tayammumnya batal. Satu kali tayammum hanya boleh untuk keperluan satu kali shalat, meskipun belum batal.

Thaharah (bersuci) dari sisa sisa kotoran yang ada di badan

Kelebihan-kelebihan yang suci itu ada dua macam, yaitu kotoran yang menempel di badan, dan bagian-bagian tubuh yang merupakan kelebihan yang tidak diperlukan. Menurut Muhammad Djamaluddin al-Qasimy bahwa kotoran- kotoran yang ada di badan ini terdiri atas 8 macam, yaitu:

  1. Kotoran yang berkumpul di rambut kepala berupa daki dan Di sunahkan membersihkannya dengan disisir dan di beri minyak agar tidak kusut.
  2. Kotoran yang berkumpul  dilipatan-lipatan  telinga.  Dengan mengusap kotoran yang tampak dari luar, sedang di bagian dalam dibersihkan dengan hati-hati setelah selesai mandi.
  3. Kotoran-kotoran  yang  ada di dalam lubang hidung, membersihkannya dengan cara menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya.
  4. Kotoran-kotoran yang  ada  disela-sela  gigi  dan  di  ujung  lidah, membersihkannya  dengan  bersiwak  (menggosok  gigi)  dan berkumur-kumur.
  5. Kotoran dan kutu yang berkumpul dijanggut yang tidak terasa. cara membersihkannya    dianjurkan  dengan mencuci dan menyisirnya.
  6. Kotoran-kotoran yang terdapat pada ruas-ruas jari, yakni pada lipatan-lipatan sebelah luar.
  7. Kotoran-kotoran yang terdapat pada ujung-ujung jari dan di bawah kuku.
  8. Daki-daki yang menempel di badan karena keringat dan debu-debu jalanan.[8]

Dari uraian di atas jelas, bahwa thaharah meliputi tiga macam, baik thaharah dari najis, thaharah dari hadats dan thaharah dari sisa-sisa kotoran yang ada di dalam tubuh. Thaharah dilakukan karena terjadinya suatu hal, misalnya terkena najis atau kotoran, sehingga dalam mensucikannya juga berbeda-beda menurut macam jenis najisnya.

Pendapat Ulama tentang Thaharah

Telah dijelaskan dalam pembahasan awal bahwa thaharah secara syar’i berarti membersihkan diri dari najis dan hadas. Namun begitu para ulama mengartikan thaharah tidak sekedar hal itu tetapi mereka mengartikan thaharah secara luas, di antaranya:

Rahmat Taufiq Hidayat dalam bukunya yang berjudul Khazanah Istilah Al-Qur’an mengkategorikan thaharah menjadi dua.

Pertama, thaharah hissy (thaharah lahir) thaharah yang dapat dilihat atau dirasakan oleh panca indera, misalnya membersihkan diri dari najis dan menbersihkan diri dari hadas (yang masing-masing disebut thaharah ayniyyah dan thaharah hukmiyah) serta membersihkan diri dari kotoran yang melekat atau tumbuh dibadan, seperti berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, kuku dan ketiak.

Kedua, thaharah Maknawy (thaharah batin) yaitu thaharah yang tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh panca indera, yakni membersihkan diri (jiwa) dari segala dosa dengan jalan bertaubat, segala kesalahan atau dosa yang telah lalu dan tidak akan mengulangi  segala  kesalahan  atau  dosa  atau  membuang  sifat  yang  tercel (thakhally) dan membangun sifat-sifat yang terpuji.

Hasby ash-Shiddieqy menyebutkan bahwa thaharah atau bersuci meliputi sebagai berikut:

  1. Membersihkan diri dari kotoran dan najis, menghilangkannya dari badan atau tempat yang terkena dengan alat-alat bersuci.
  2. Membersihkan diri dari hadas kecil dengan wudlu dan dari hadas besar dengan mandi atau tayammum (pengganti wudlu atau mandi).
  3. Menyikat gigi atau membersihkannya dari segala kotoran-kotorannya.
  4. Membuang segala kotoran-kotoran badan yang memburukkan pemandangan, yaitu menggunting rambut, kuku, bulu ari-ari, bulu ketiak dan lain sebagainya.
  5. Membersihkan diri (bersuci) dengan tobat dari dosa dan kesalahan- kesalahan dan membersihkan jiwa dari segala rupa perangai yang keji.

Menurutnya manusia itu terdiri dari badan dan jiwa. Keduanya itu disucikan dengan hukum-hukum syara’. Oleh karena itu seorang mukmin tidak akan dapat sempurna jika belum berhasil menyucikan kedua-duanya, yaitu suci lahir dan suci batin. Suci lahir seperti badan,  pakaian,  tempat dan perkakas dengan bahan-bahan pencuci yang berupa benda, sedangkan suci batin adalah jiwa dari segala pencemarnya dengan ibadat-ibadat dan tobat.

Imam al-Ghazaly dalam  memberikan  pengertian  thaharah  juga  tidak hanya sebatas membersihkan badan dari najis, tidak pula sebatas berwudlu atau mandi junub saja. Namun makna thaharah itu bisa lebih dalam lagi maknanya, yaitu :

  1. Bersuci dalam arti membersihkan badan dari hadas.
  2. Bersuci membersihkan anggota tubuh dari kejahatan dan dosa.
  3. Bersuci dalam arti membersihkan hati dari perbuatan atau akhlak tercela.
  4. Bersuci dalam arti menyucikan batin dari selain Allah (menyucikan hati dari syirik).

Pendapat al-Ghazali ini didasarkan pada Firman Allah SWT. dalam surat al-An’am ayat 91 sebagai berikut: “Katakanlah, “Hanya Allah (yang menurunkannya), kemudian (sesudah menyampaikan al-Qur’an  kepada  mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.” (QS. Al-An’am: 91)

Makna dari ayat “kemudian biarkanlah  mereka”, adalah pengosongan dari selain Allah. Hati harus dibersihkan dari kemusyrikan dari hal-hal yang bersifat menduakan  (menyekutukan Allah). Begitu pula hati harus dikosongkan dari akhlak tercela, kemudian diisi dengan akhlak terpuji.

Bersuci terhadap anggota badan dari perbuatan tercela ialah terlebih dahulu harus membersihkan (mengosongkan) nya dari perbuatan buruk, dari dosa-dosa, dan dari segala yang tercela. Kemudian diisi dengan amal taat. Oleh karena itu bersuci itu ada tingkatan-tingkatan.  Seseorang  bisa  mencapai tingkatan paling utama namun harus menyelesaikan tingkatan-tingkatan sebelumnya. Ibrahim Muhammad al-Jamal membagi thaharah menjadi empat, yaitu:

  1. Membersihkan bagian luar dari hadas, kotoran dan sebagainya.
  2. Membersihkan anggota tubuh manusia dari perbuatan yang merugikan.
  3. Membersihkan jiwa dari perbuatan yang hina dan akhlak yang tercela.
  4. Kesucian para Nabi, yaitu pembersihan batin dari selain Allah SWT.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ulama memiliki pandangan yang berbeda tentang thaharah. Pendapat yang mereka kemukakan pada intinya sama, bahwa thaharah tidak hanya sekedar suci dari hadats dan najis. Artinya, thaharah tidak hanya lahiriyah, misalnya suci dari kotoran, junub dan lain sebagainya, namun juga batiniah, misalnya tidak melakukan maksiat dan melakukan dosa.

 

Daftar Pustaka

[1] Ibrahim Anis, Dkk, Al-Mu’jam al-Wasith, Dar al-Kutub, Beirut, t.th, Juz 2, hlm. 568

[2] Lahmudin Nasution, Fiqh I, Logos, Bandung, 1987, hlm. 9

[3] Rahmat Taufiq Hidayat, Khazanah Istilah al-Qur’an, Mizan, Bandung, 1989, hlm. 144

[4] Al-ImamTaqiyuddin,   Abu   Bakar   al-Husaini,   Kifayatul   Akhyar;   Kitab   Hukum   Islam dilengkapi Dalil Qur’an dan Hadis, terj. Anas Tohir Syamsuddin, Bina Ilmu, Surabaya, 1984, hlm. 9

[5] Muhammad Jawad Mughniyah, Fiqih lima Madzhab, Lentera, Jakarta, 2003, hlm. 3

[6] Muhammad  As-Shayyim,  Rumah  Penuh  Cahaya,  terj.  Ghazali  Mukri,  Izzan  Pustaka, Yogyakarta, 2002, hlm.46

[1] Maimunah Hasan, al-Qur’an dan Pengobatan jiwa, Bintang Cemerlang, Yogyakarta, 2001,

[2] Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 1993, Jilid V, hlm. 32

[3] Syekh. Muhammad Djamaluddin al-Qasimy al-Dimsyaqi, Tarjamah Mauidhotul Mukminin Bimbingan Orang-orang Mukmin, CV. Asy-Syifa’, Semarang, 1993, hlm. 22

[4] Maimunah Hasan, Al-Qur’an dan Pengobatan Jiwa, Bintang Cemerlang, Yogyakarta, 2001, hlm. 110 hlm. 40

[5] Sayyid Sabiq, Fiqh Sunah I, PT. Al-Ma’arif, Bandung, 1998, hlm. 29

[6] Sayid Muhammad Ridhwi, Meraih Kesucian Jasmani dan Rohani, Lentera, Jakarta, 2002,

[7] Syaikh Abdul Qadir Jailani, Fiqh Tasawuf, terj. Muhammad Abdul Ghafar E. M., Pustaka Hidayah, Bandung, 2001, hlm. 88

[8] Syeikh Muhammad Djamaluddin al-Qasimy al-Dimsyaqi, Tarjamah Mauidlatul Mu’minin Bimbingan Orang-orang Mu’min, Asy-Syifa’, Semarang, 1993, hlm. 28

[9] Hasby Ash-shiddieqy, Al-Islam II, PT. Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1987, hlm. 6

Mauro Icardi Dukung Wacana Transfer Perisic ke MU

Di tengah-tengah usaha yang dilakukan Inter Milan untuk mencegah kepergian Ivan Perisic menuju Manchester United, kapten sekaligus striker andalan Nerazzurri, Mauro Icardi justru menyuarakan dukungannya kepada Perisic agar merapat ke klub Liga Primer Inggris tersebut.

Seperti diketahui, sejak bursa musim panas tahun ini resmi digulirkan, Manchester United memang dikaitkan dengan sejumlah bintang Eropa, dan gelandang Kroasia, Ivan Perisic adalah salah satunya. Bahkan, menurut kabar yang terdengar, Manchester united telah melayangkan tawaran sebanyak dua kali.

Tawaran pertama sebesar 40 Juta Euro tapi kemudian ditolak pihak Inter Milan, kemudian tawaran kedua sebesar 45 Juta Euro, dan kembali mendapatkan penolakan. Inter Milan dipercaya hanya bersedia melepas Perisic dengan banderol sebesaar 55 juta euro.

Namun, Inter Milan melalui Direktur Pierre Ausilio sempat menegaskan bahwa klub sama sekali tidak memiliki niatan untuk melepas gelandang berusia 24 tahun tersebut pada bursa transfefr musim panas tahun ini, karena sang pemain rencananya akan jadi salah satu bagian dari gagasan manajer anyar, Luciano Spalletti musim depan.

Mauro Icardi Dukung Wacana Transfer Perisic ke MU

Tapi , kontras dengan pernyataan Sabatini, kapten Mauro Icardi justru mendukung gagasan transfer Perisic menuju Manchester united. Karena jika memang sang pemain ingin meninggalkan giuseppe Meazza, maka sebaiknya dia pergi menerima pinangan klub arahan Jose Mourinho tersebut.

“Ini bukan sesuatu yang kami bicarakan di ruang ganti, Kalau tidak bahagia, ia sebaiknya hengkang, seperti yang pelatih [Luciano Spalletti] katakan. Ia perlu melakukan apa yang membuatnya bahagia.” ujar Icardi kepada Berita Bola Premium Sport.

Memang harus diakui bahwa Perisic adalah salah satu pemain andalan inter Milan musim lalu. Sang pemain Kroasia berhasil mencetak 11 gol dan membuat 12 assist dari 42 penampilan di berbagai ajang kompetisi pada musim lalu.

Aра іtu SEO hоѕtіng dаn ара mаnfааtnуа?

Aра іtu SEO hоѕtіng dаn ара mаnfааtnуа

Bеbеrара wаktu tеrаkhіr іnі SEO Hоѕtіng mеnјаdі реrbіnсаngаn оlеh bеrbаgаі ріhаk tеrutаmа уаng  mеmіlіkі kаіtаn dеngаn wеbmаѕtеr аtаu раkаr SEO. ара іtu ѕео hоѕtіng? SEO Hоѕtіng аdаlаh hоѕtіng уаng mеmungkіnkаn Andа untuk mеmіlіkі bеrbаgаі IP dаn mеnуеbаrkаn реmаѕаngаn wеbѕіtе аtаu dоmаіn Andа kе bеbеrара сlаѕѕ IP уаng bеdа, hаl іnі bеrtuјuаn untuk mеmbuаt реrѕеbаrаn dоmаіn аtаu wеbѕіtе аndа tеrlіhаt unіk dаn tеrріѕаh IP nуа ѕеhіnggа tеrlіhаt dіmіlіkі оlеh оrаng уаng bеrbеdа dаn dаrі nеtwоrk уаng bеrbеdа.

Dеngаn SEO hоѕtіng mеmungkіnаn untuk mеngеlоlа ѕеmuа IP іnі dі bаwаh ѕаtu раnеl kоntrоl. Kаrеnа tеntu аkаn mеnјаdі ѕuаtu уаng ѕulіt јіkа tіар IP mеmіlіkі kоntrоl раnеl ѕеndіrі-ѕіndіrі dаn hаruѕ lоgіn tіар kоntrоl раnеl tеrѕеbut untuk mеlаkukаn ѕеtuр.

Tuјuаn dаrі ѕео hоѕtіng аdаlаh untuk mеndараtkаn kеuntungаn tеntаng kuаlіtаѕ lіnk уаng kіtа раѕаng tеrѕеbаr раdа IP уаng bеrbеdа tеrѕеbut dаrіраdа lіnk аtаu wеbѕіtе dаrі сlаѕѕ IP уаng ѕаmа. Orаng уаng umumnуа mеnggunаkаn ѕео hоѕtіng аdаlаh раrа wеbmаѕtеr уаng mеmіlіkі јаrіngаn ѕіtuѕ уаng сukuр bеѕаr dеngаn tuјuаn сrоѕѕlіnkіng untuk mеnіngkаtkаn rаngkіngnуа dіmаtа mеѕіn реnсаrі gооglе.

Jіkа Andа mеnggunаkаn mеtоdе hоѕtіng trаdіѕіоnаl раdа umumnуа, dаn сrоѕѕlіnkіng dаlаm јаrіngаn уаng ѕаmа іnі mаlаh аkаn mеmbuаt wеbѕіtе аndа mеndараt реnаltу dаrі gооglе kаrеnа bіѕа dіаnggар ѕраmmу bасklіnk аtаu wеb ѕраm dаlаm јаrіngаn уаng ѕаmа. Jіkа аndа mеnуеbаr wеbѕіtе аndа dіbеrbаgаі IP tеntu аkаn mеmbuаt Sіtuѕ wеb Andа lеbіh unіk dіmаnа mеѕіn реnсаrі gооglе, ѕеmаkіn bаnуаk nіlаі уаng аkаn dіmіlіkі lіnk аtаu wеbѕіtе Andа.

Mеѕіn реnсаrі ѕаngаt реmіlіh tеntаng nіlаі lіnk уаng unіk dаn јіkа mеrеkа bеrаdа раdа јаrіngаn уаng ѕаmа, mеѕіn реnсаrі tеrѕеbut ѕаmа ѕеkаlі tіdаk mеmіlіkі nіlаі ѕаmа ѕеkаlі. Sереrtі уаng ѕауа kаtаkаn ѕеbеlumnуа, ѕеmаkіn unіk рulа ѕіtuѕ wеb Andа, ѕеmаkіn bаnуаk nіlаі уаng аkаn dіmіlіkі lіnk Andа.

Hаrgа SEO hоѕtіng bіаѕаnуа lеbіh mаhаl dаrі hоѕtіng trаdіѕіоnаl раdа umumnуа kаrеnа mеrеkа mеmbеrіkаn IP уаng bеrbеdа-bеdа dаn ѕереrtіnуа аkаn tеruѕ nаіk ѕеіrіng dеngаn hаbіѕnуа IP vеrѕі еmраt уаng tеrѕеdіа ѕесаrа glоbаl. Bаhkаn реmbеlіаn dеdісаtеd IP tеrѕеndіrі ѕudаh bаnуаk dіlаrаng раdа рrоvіdеr hоѕtіng bеѕаr јіkа tіdаk dі іkutі аlаѕаn уаng kuаt tеntаng реnggunааn dеdісаtеd IP tеrѕеbut.

Pеmbеrіаn IP раdа SEO hоѕtіng іnі јugа tеrdараt duа tіре dіmаnа IP tеrѕеbut hаnуа аndа уаng dараt mеnggunаkаn (ѕеmuа IP уаng аndа dараt khuѕuѕ untuk аndа) аtаu IP tеrѕеbut dіраkаі bеrѕаmа- ѕаmа оlеh uѕеr lаіn dаlаm јаrіngаn ѕеrvеr hоѕtіng аtаu іѕtіlаh mudаhnуа bаnуаk IP dіараkаі bаnуаk uѕеr.

Harga Anak Kucing Persia Murah `

Kucing persia merupakan primadona di kalangan pecinta kucing. Maka tak heran jika banyak yang mencarinya untuk dipelihara. Namun wabah pecinta kucing sudah merambah ke seluruh kalangan. Tidak hanya kalangan mampu, mereka yang punya budget terbatas pun ingin juga merawat hewan menggemaskan ini. Maka tak heran kini banyak orang yang mencari info mengenai harga kucing persia murah untuk nantinya mereka rawat setelah membelinya.

Untuk diketahui, harga kucing persia ternyata tidak semurah yang di bayangkan. Untuk memiliki kucing ini ternayta perlu merogoh kocek yang cukup dalam. Maka dari itu di sarankan bagi mereka yang belum mampu bisa di akali untuk menabung terlebih dahulu.

Harga anak kucing persia

Anak kucing persia

Harga yang di patok untuk kucing persia umur 2-3 bulan saja sudah mencapai Rp 5.000.000 . Dan untuk umur 6 bulan bisa mencapai Rp 16.000.000 untuk 1 ekor kucing. Dan itu belum termasuk biaya vaksinasi kucing agar kucing bebas dari berbagai penyakit yang biasa menyerang.

Memperoleh harga anak kucing persia yang murah juga bukan berarti Anda terbebas dari serentetan tahapan untuk menjadikan mereka jinak. Langkah yang harus Anda aplikasikan kemudian adalah terus memberinya panganan dengan porsi kecil namun lebih sering. Kalau sudah terbiasa mereka akan mendatangi tempat tersebut dan luluh perlahan.

Saat mereka asyik menyantap panganan yang Anda suguhkan, sentuhlah bulunya dengan pelan. Anda juga bisa memberikan sentuhan lembut di bagian kepala, leher, atau perutnya. Namun jangan dipaksakan jika mereka menolak.

Respon positif yang akan mereka tunjukkan apabila respek dengan perhatian yang Anda curahkan dapat dilihat saat Anda melakukan kontak mata dengan mereka. Si kucing akan menutup matanya kemudian membuka kembali seolah sedang tertidur. Kalau sudah berhasil, mulailah untuk mengajak mereka berkomunikasi lewat bahasa tubuh. Ajari mereka cara bermain atau menjalankan hal-hal yang simple.

Penting bagi Anda untuk memahami pakan apa yang cocok bagi piaraan kesayangan Anda ini. Secara umum, ada dua jenis yakni wet food atau makanan basah yang digunakan untuk merangsang nafsu makan si kucing. Anda bisa menemukannya dalam bentuk kalengan berupa daging.

Sementara yang kedua adalah dry food atau berbentuk biskuit. Usahakan Anda memilih panganan kering yang mengandung protein, vitamin, atau formula yang dikhususkan untuk menunjang tumbuh kembang si anak kucing tersebut.

Berikan air minum yang sudah matang. Mengapa? Ini sangat penting untuk mencegah mencret atau diare. Minuman yang belum melewati proses pemasakan juga berpotensi menjadi media bagi kuman atau bakteri jahat untuk masuk ke tubuh kucing.

Lalu perhatikan juga kebersihan kandangnya. Jangan sampai karena Anda terlalu sibuk sehingga Anda lupa mengurus mereka. Bersihkan kandang dengan disinfektan yang dilarutkan ke dalam air dan semprotkan sampai kering. Keluarkan kucing sebelum tips ini dipraktekkan dan masukkan mereka saat kandangnya sudah mengering.

Gantilah pasir secara rutin. Sebab secara otomatis kucing akan menimbun, kotoran di dalam pasir. Jika tidak segera disuplai dengan yang baru, bau kotoran yang dikeluarkan akan mengganggu ruangan di sekelilingnya.

Mandikan mereka secara teratur. Maksimal sekali dalam dua minggu. Hal ini dimaksudkan agar kucing tetap sehat dan bugar. Udara yang seringkali menjadi perantara yang membawa debu dan virus menempel di tubuhnya. Gunakan shampoo yang recommended agar bulu cantiknya tidak rontok. Pastikan Anda selektif dalam menentukan produk yang akan dipakai.

Sisir dengan pelan-pelan. Penyisiran ini bertujuan agar bulu-bulu kucing persia tidak menggumpal atau tertelan saat mereka menjilati tubuhnya. Terpenting, jangan lupa untuk vaksinasi. Baik vaksin leukimia, herpes, atau rabies. Semuanya sangat mutlak anda terapkan agar tubuh si anak kucing persia yang imut disupport oleh sistem imunitas yang baik.

Demikian sekilas info berkaitan dengan harga anak kucing persia murah dan tips perawatannya.

Yuk Simak Informasi Selengkapnya mengnai Kucing Persia di = Pelihara Hewan

Kampoeng Batik Laweyan, Sentra Pembuatan Batik Terbaik di Kota Solo

Di pinggiran kota Solo terdapat sentra pembuatan kain batik khas Solo yang selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kampung ini diberi nama Kampoeng Batik Laweyan Solo, sebuah desa yang telah dikenal sebagai penghasil batik terbaik sejak tahun 1970 silam.

Karena Solo adalah salah satu daerah penghasil kain batik yang indah hingga muncullah kalimat antar para pengunjung bahwa berwisata ke Kota Solo belum lengkap rasanya jika btidak mengunjungi Kampoeng Batik Laweyan Solo.

Berkunjung di Kampoeng Batik Laweyan Solo pengunjung akan mendapatkan berbagai wisata dalam satu tempat. Yaitu wisata belanja, wisata industri, wisata edukasi, wisata cagar budaya (Heritage), wisata sejarah hingga wisata kuliner.

Terletak di Jalan Doktor Radjiman No. 521, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, kampung ini tidak hanya menawarkan aneka macam batik, terdapat berbagai macam destinasi wisata yang siap memanjakan wisatawan.

Wisata industri, wisata edukasi, wisata cagar budaya (Heritage), wisata sejarah hingga wisata kuliner dapat kamu temukan di lokasi ini.

Kampung Laweyan berasal dari kata baku lawe. Dalam Bahasa Jawa, lawe adalah nama lain dari serat kapas halus yang merupakan bahan baku pembuatan kain mori.

Penyebutan ini disinyalir sebagai awal dari pembentukan nama leweyan yang telah berhasil membuat aneka macam jenis batik berbahan dasar benang lawe.

Kampoeng Batik Laweyan Solo memiliki lahan seluas 24 hektar yang terbagi ke dalam 3 blok. Dengan area seluas itu, di tempat ini wisatawan akan menemukan ratusan pengrajin yang menjual berbagai motif kain batik seperti Tirto Tejo, Truntum dengan beragam variasi, harga serta kualitas kan.

Sesampainya di Laweyan, pengunjung akan disuguhi pemandangan sebuah kota lama dengan pemandangan arsitektur lama yang masih kokoh berdiri. Banyak rumah-rumah di Laweyan yang dibangun dengan sentuhan arsitekrut Eropa Klasik yang megah serta kokoh. Rumah-rumah tersebut merupakan kediaman para saudagar atau juragan batik pada jaman dahulu. Kekayaan mareka bahkan bisa melapaui para bangsawan kerajaan Solo. Hingga tidak heran para juragan batik ini bisa membangun rumah bak istanah mereka sendiri.

Lokasi Kampoeng Batik Leweyan solo

Menusuri lorong-lorong rumah penduduk di Kampoeng Laweyan, pengunjung akan merasakan aura masa lalu Laweyan yang masih terasa dan terjaga. Banyaknya para pengrajin serta jurangan batik membuat aroma harum malam atau lilin yang digunakan untuk membuat batik tercium jelas disetiap lorong yang pengunjung lalui.

Tidak hanya berbelanja kain batik, pengunjung dapat meliat secara langsung proses pembuatan batik tulis serta batik cap hingga batik dengan teknik printing dari berbagai industri batiknya langsung. Pengunjung yang tertarik untuk mencoba praktek membuat batik jangan khawatir karena Kampoeng Batik Laweyan Solo menyediakan berbagai paket kursus batik singkat secara personal maupun kelompok yang dapat ditempuh dala waktu sekitar 2 jam saja.

Peserta kursus akan belajar membuat batik dari membuat pola, membatik atau mencanting, dan mewarnai batik dengan teknik colet atau tolet. Dan hasil batik para peserta ini dapat langsung dibawa pulang sebagai kenang-kenangan berwisata dari Kampoeng Batik Laweyan Solo.

Kampoeng Batik Laweyan Solo juga menyediakan kursus batik intensif bagi para pengunjung yang ingin mendalami belajar teknik pembuatan batik tulis serta batik cap. Kursus intensif ini diselesaikan dala beberapa hari sampai beberapa minggu tergantung dengan kebutuhan para pengunjung.

Kursus batik ini bisa secara personal hingga secara kelompok yang tidak dibatasi jumlah peserta kursusnya. Untuk penginapanya, Kampoeng Batik Laweyan Solo terdapat berbagai penginapan dengan berbagai kelas. Dari homestay atau menginap di rumah penduduk hingga terdapat berbagai macam hotel di dekat Kampoeng Batik Laweyan Solo ini.

Belajar Membatik di Kampoeng Batik Leweyan solo

Terdapat berbagai macam paket wisata edukasi hingga paket kursus membatik. Berikut ulasannya:

Paket Wisata Edukasi Kampoeng Batik Leweyan 1:

  • Berupa kegiatan keliling Kampoeng Batik Laweyan Solo untuk mengunjungi berbagai macam obyek wisata seperti tempat industri batik, gerai batik, Cagar Budaya Laweyan dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
  • Durasi kegiatan sekitar 1 sampai dengan 2 jam.

Paket Wisata Edukasi Kampoeng Batik Leweyan 2:

  • Terdiri dari kegiatan Presentasi dan Diskusi seputar Kampoeng Batik Laweyan Solo ditinjau dari sudut sejarah, industri batik, Cagar Budaya hingga pengembangan kepariwisataanya yang dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke berbagai obyek wisata seperti tempat proses pembuatan batik, gerai batik, tempat Cagar Budaya dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
  • Durasi kegiatan sekitar 2 sampai dengan 3 jam.

Paket Kursus Membatik Singkat di Kampoeng Batik Leweyan:

  • Peserta akan belajar membuat batik tulis dari proses nyorek atau menggambar pola, nyanting dan mewarnai dengan tekrik colet. Untuk proses akhir yaitu fiksasi dan nglorot dilakukan oleh Tim Pengajar.
  • Hasil karya membatik dibawa pulang oleh peserta kursus. Media membatik adalah sebuah akain katun dengan ukuran 30 x 30 cm.
  • Selain belajar membatik, para peserta juga diajak melihat proses pembuatan di beberapa industri batik di Laweyan
  • Waktu kursus sekitar 2 sampai dengan 3 jam.

Paket Kursus Membatik Intensif di Kampoeng Batik Leweyan:

  • Paket ini diperuntukan bagi pengunjung yang ingin menguasai teknik membuat batik tulis dan batik cap baik tingkat pemula sapai tingkat mahir.
  • Waktu pelatihan dari jam 8.30 sampai dengan 16.00 sore dan berlangsung selama minimal 5 hari.
  • Peserta akan mendapatkan materi pelatihan baik teori dan praktek dari Tim Pengajar yang sudah berpengalaman.
  • Pada akhir pelatihan, setiap peserta akan mendapatkan Sertifikat Kursus Batik yang dikeluarkan oleh FPKBL.

Setelah lelah mengelilingi serta berbelanja kain batik, Kampoeng Batik Laweyan Solo juga menyediakan wisata kuliner khas Solo yang begitu menggugah selera para pengunjung seperti kue Ledre, kue Apem. Kampoeng Batik Laweyan Solo juga menyediakan aneka menu prasmanan makanan khas Solo yang begitu lezatnya.

Mau tahu kegiatan di Masjid Nurul Ilmi Condongcatur?

Apabila anda pengin tahu kegiatan di Masjid Nurul Ilmi Condongcatur, silakan klik blog berikut: Blog Masjid Nurul Ilmi

Blog Baru Sukaswanto_punya

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Untuk para blogger yth, mohon maaf kalau melihat blog ini terilhat masih kacau dan sederhana. Maklum, karena baru latihan membuat blog. Isinya pun masih kosong, belum menyiapkan apa saja yang pantas untuk dipajang di blog ini. Semoga di waktu-waktu yang akan datang blog ini bisa berguna sebagai media untuk sharing informasi antar sesama staf pengajar di lingkungan FT UNY khususnya, maupun di dunia pendidikan umumnya.

Terimakasih,

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.