Menanamkan Nilai Moral Melalui Pembelajaran Bolavoli

MENANAMKAN NILAI MORAL

MELALUI PEMBELAJARAN BOLAVOLI

Oleh:

Yuyun Ari Wibowo

Universitas Negeri Yogyakarta

ABSTRAK

Nilai moral generasi yang akan datang merupakan tanggung jawab kita semua. Krisis moral yang dialami bangsa ini bila terus-menerus dibiarkan maka akan melemahkan bangsa ini dari berbagai segi, salah satunya adalah bangsa ini akan kehilangan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang menjadi sebuah Negara yang maju dan bermartabat di dunia internasional. Krisis moral ini bisa terlihat dari berbagai fenomena yang terjadi dimasyarakat, salah satu contohnya ialah rendahnya kemampun anak-anak dalam hal bertutur kata, dalam tradisi jawa ada istilah unggah-ungguh. Dari segi unggah-ungguh saja sudah terjadi kemerosotan yang sangat berarti. Contoh yang lebih kongkret ialah sekarang ini sudah sangat jarang kita jumpai orang yang bertegur-sapa terutama didaerah perkotaan. Melewati depan orang yang sedang duduk diamsaja tanpa permisi. Untuk itu, sebagai warga Negara yang baik marilah kita tanamkan nilai moral yang luhur yang dimiliki bangsa ini kepada generasi yang akan datang. Penanaman moral bisa lewat apa saja. Salah satu cara yang bisa kita tempuh adalah melalui pendidikan, dimana pendidikan yang paling mudah untuk mengembangkan moral adalah pendidikan jasmani. Karena pada pendidikan jasmani pengajaran bisa melalui perilaku atau contoh. Pembelajaran bolavoli merupakan bagian dari pendidikan jasmani yang mampu menanamkan nilai moral lewat aktivitas didalamnya. Aktivitas dalam pembelajaran bolavoli mencakup aspek koqnitif, afektif dan psikomotor.

Key Words: Nilai Moral dan pembelajaran bolavoli

PENDAHULUAN

Kemerosotan moral generasi muda, perlu penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilai moral sedini mungkin. Penanaman moral bisa dilakukan melalui banyak cara, salah satunya ialah melalui sebuah contoh. Kemerosotan moral yang dialami bila tidak diberikan perhatian khusus akan berakibat buruk bagi generasi mendatang. Untuk itu bangsa Indonesia perlu memperhatikan sungguh-sungguh masalah ini.

Bangsa Indonesia telah mengalami kemunduran menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga bangsa ini butuh kembali menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Bangsa Indonesia memiliki nilai luhur seperti gotong-royong yang didalamnya terkandung nilai kerjasama, jujur dan ikhlas (tanpa pamrih). Nilai moral yang luhur bila dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bukan tidak mungkin bangsa Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang besar. Bangsa jepang yang hanya menjunjung nilai kedisiplinan dan kejujuran saja dapat berkembang dengan pesat. Mengapa Indonesia yang kaya akan nilai luhur budaya tidak bisa.

Bangsa Indonesia perlu menanamkan nilai moral yang dimiliki bangsa ini sejak zaman nenek moyang. Penanaman nilai moral bisa kita mulai dari dunia pendidikan. Dunia pendidikan mempunyai banyak mata pelajaran untuk menyampaikan maksud dan tujuan pendidikan. Pendidikan yang baik dapat digunakan sebagai sebuah sarana untuk menyampaikan maksud dan tujuan yang hendak dicapai. Pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai moral juga dapat disampaikan lewat pembelajaran apa saja. Pembelajaran yang dimungkinkan dapat menyampaikan nilai-nilai moral ialah pendidikan jasmani sebab dalam pendidikan jasmani memungkinkan pemberian contoh. Contoh dalm pembelajaran pendidikan jasmani khususnya bolavoli merupakan salah satu unsure pokok dalam menyampaikan materi.

Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan jasmani sebagai bagian integrar dari pendidikan memiliki tujuan yang paling komplek dimana tujuan dari pendidikan jasmani diantaranya adalah: meningkatkan kesehatan dan kebugaran, perkembangan mental, sosial dan mental. Dalam pendidikan jasmani aspek yang dapat dikembangkan ialah kognitif, afektif, dan juga psikomotor. Sehingga dapat mengembangkan baik fisik maupun psikis, atau lebih dikenal dengan jasmani dan rohani. Dimana tujuan akhir dari pendidikan jasmani terutamanya adalah menyempurnakan pembentukan watak dan memasyarakatkan atau membudayakan olahraga di kalangan masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui pentingnya olahraga.

Pendidikan jasmani adalah mata pelajaran yang diajarkan dari jenjang sekolah dasar sampai menengah atas dan kejuruan. Pendidikan jasmani menyediakan kesempatan untuk mengembangkan nilai moral dan karakter. Pendidikan jasmani diharapkan untuk mendorong mengembangkan aspek psikomotor, kognitif dan afektif, serta penghayatan nilai-nilai dan pembiasaan hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan secara seimbang. Kemerosotan moral sebenarnya secara tidak langsung disebabkan oleh kemerosotan agama. Seperti apa yang dikemukakan oleh Henry Hazlitt (2003: 4) “Kini kemerosotan dalam moralitaskontemporer setidaknya sebagian disebabkan oleh kemerosotan dalam agama”.

Pengajaran moral dalam pendidikan jasmani bisa melalui perilaku atau contoh. Pembelajaran jasmani memungkinkan siswa-siswanya memperoleh pengalaman secara langsung dilapangan. Nilai-nilai yang ditemui bisa dapat diketahui arti pentingnya tanpa harus melalui sebuah pengumpamaan atau penggambaran yang lebih sulit. Misal, dalam sebuah permainan membutuhkan kerjasama, tanpa kerjasama maka hasil yang dicapai tidak akan bisa maksimal. Untuk itu, siswa akan bisa belajar secara langsung dan tidak perlu adanya contoh yang sulit untuk mereka. Pendidikan moral merupakan pendidikan yang konsepnya abstrak, sehingga pemberiannya harus banyak pada perilaku atau contoh-contoh yang konstruktif. Penanaman nilai moral dalam hal ini akan lebih mengena jika berpanutan pada nilai, moral dan norma. Untuk itulah pendidikan moral perlu dikedepankan. Oleh karena itu, Pendidikan nilai yang mengarah pada pembentukan nilai moral yang sesuai dengan nilai-nilai kebenaran menjadi hal penting untuk sebuah pengembangan manusia secara utuh.

Pembelajaran bolavoli memiliki banyak nilai-nilai kebenaran yang sesuai dengan nilai luhur budaya bangsa. Pembelajaran bolavoli merupakan salah satu bagian dari pendidikan jasmani. Pembelajaran bolavoli sebagai alat pendidikan dapat mempercepat anak dalam mengembangkan konsep tentang moral. Pembelajaran bolavoli juga bisa sebagai sarana pendidikan terhadap anak yang bertujuan memberikan pengayaan moral.  Pengayaan moral yang diberikan pada saat pembelajaran bolavoli dapat disampaikan melalui banyak cara. Salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berjabat tangan seusai melakukan permainan. Penanaman moral dalam pembelajaran bolavoli akan semakin mengena bila disampaikan dengan

Mengamati realitas moral secara kritis akan lebih mudah melalui bentuk permainan, dalam hal ini karakter atau watak seseorang akan terlihat dengan jelas. Itu semua dikarenakan anak bisa bebas meluapkan emosi mereka.

NILAI MORAL

Istilah moral, akhlak, karakter, etika, budi pekerti dan etika merupakan beberapa istilah yang digunakan untuk mengungkapkan atau menunjukkan maksud yang sama. Arti kata moral berasal dari bahasa latin, dimana bentuk tunggal dari kata “moral” adalah mos sedangkan bentuk jamaknya ialah mores yang mempunyai arti yang sama yakni kebiasaan atau adat. Moral selalu dikaitkan dengan ajaran baik buruk yang diterima umum atau masyarakat. Untuk itu, adat istiadat masyarakat menjadi standar dalam menentukan baik atau buruknya suatu perbuatan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, “ moral” diartikan sebagai keadaan baik dan buruk yang diterima secara umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, budi pekerti dan susila. Dengan demikian moral disini berarti kondisi mental yang tertuang dalam sebuah perbuatan, yang berfungsi sebagai ajaran kesusilaan.  Perbuatan baik dan bukan baik itulah yang menjadi sebuah pembicaraan mengenai moral. Sehingga dalam prakteknya di masyarakat akan muncul tuntutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk.

Membahas mengenai masalah nilai moral maka tidak akan pernah bisa lepas dari pendidikan moral. Pendidikan budi pekerti memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral atau pendidikan akhlak. Tujuannya sama yakni membentuk pribadi menjadi manusia yang baik. Kriteria manusia yang baik disini, secara umum dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Untuk itu,  hakikat dari pendidikan budi pekerti ialah pendidikan nilai, yaitu pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri. Dengan adanya pembelajaran moral atau budi pekerti maka dengan begitu kita telah membina kepribadian generasi muda bangasa ini.

HAKIKAT PEMBELAJARAN BERKUALITAS

Istilah pembelajaran dan pengajaran bila dilihat dari konsepnya merupakan sebuah pengertian yang berbeda. Sehingga dalam konsep teknologi pendidikan istilah pembelajaran dan pengajaran artinya dibedakan. Pembelajaran merupakan proses penyampaian ilmu saja, sedangkan pengajaran lebih luas dari sekedar proses mentranfer ilmu. Menurut Agus S. S (2001: ) Pembelajaran adalah

Pembelajaran yang berkualitas mencakup beberapa aspek diantaranya adalah:

1.  Terjadinya interaksi antara penyaji dalam hal ini guru dan murid.

    Proses interaksi sangat penting dalam sebuah pembelajaran karena tanpa adanya interaksi maka tidak akan ada perhatian.

    2.   Terjadinya Komunikasi antara guru dan murid

    Komunikasi akan sangat membantu proses penyampaian materi yang diajarkan, tanpa adanya komunikasi baik dalam bentuk apapun pembelajaran tidak akan berhasil.

      PEMBELAJARAN BOLAVOLI MENANAMKAN KERJASAMA

      Pembelajaran bolavoli merupakan sebuah sarana yang mampu menyampaikan pesan-pesan moral. Pembelajaran bolavoli mampu menumbuhkan kerjasama diantara para pelaku permainannya, dilihat dari segi permainan kita bisa melihat kalau permainan ini merupakan permainan tim sehingga kerjasama sangat dibutuhkan. Tanpa adanya kerjasama permainan bolavoli tidak akan bisa berhasil baik. Dalam bermain bolavoli memang diperbolehkan sekali sentuh langsung diseberangkan kelapangan lawan namun seseorang tetap tidak akan mampu bila bermain sendirian tanpa teman. Jadi dalam permainan bolavoli dengan sendirinya pelaku didalamnya yang disini adalah siswa mau tidak mau akan bekerjasama dengan siswa yang lain.

      PEMBELAJARAN BOLAVOLI MENANAMKAN JIWA DISIPLIN

      ‘Moralitas’ (dari kata sifat Latin moralis) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan ‘moral’, hanya ada nada lebih abstrak. Berbicara tentang “moralitas suatu perbuatan”, artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.

      PEMBELAJARAN BOLAVOLI MENANAMKAN RASA TANGGUNG JAWAB

      Tanggung jawab merupakan nilai moral yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tanggung jawab disini merupakan sebuah tanggungan dari perbuatan sendiri. Tanggung jawab dalam pembelajaran bolavoli dapat ditanamkan melalui pemberian tugas kepada siswa, dalam bermain bolavoli siswa diberikan tugas sebagai pengumpan, Pemukul dan yang lain. Tugas- tugas tersebut memampu mendidik anak untuk bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi kwajiban mereka.

      One Response to “Menanamkan Nilai Moral Melalui Pembelajaran Bolavoli”

      1. Cenzing says:

        Great One…

        I must say, its worth it! My link, http://donna.blogonsisters.com/,thanks haha…

      Leave a Reply


      + 9 = fifteen