Strategi Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran Fisika di Era Digital

Pada era digital ini sumber pengetahuan bisa datang dari mana saja, terutama Internet. Dalam pendidikan, ICT dapat mendorong Akses, Kualitas, Kesamaan, dan Belajar sepanjang hayat. Melalui ICT kita dapat menjadikan materi pembelajaran menarik, tidak membosankan, mudah dipahami, dan dapat dipelajari kapan saja dan dari mana saja. Strategi pemanfaatan ICT yang benar diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Demikian beberapa hal yang disampaikan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. dalam Seminar Nasional Fisikan dan Pendidikan Fisika 2018 yang digelar oleh Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta tanggal 15 September 2018. Semnas yang diikuti oleh dosen, guru dan mahasiswa dari berbagai daerah tersebut berlangsung di aula kampus setempat yang dibuka oleh Dekan FKIP UNS.

The Utilization of ICT Towards Education 4.0

Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D tampil sebagai salah satu Invited Speaker dalam event The 2nd International Conference of Social Sciences and Education (2nd ICSSED) 5 September 2018 di Digital Library UNY dengan judul “The Utilization of ICT Towards Education 4.0”. Koferensi internasional yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial UNY tersebut juga menghadirkan pembicara Rudiantara S.Stat. MBA, Tony Seno Hartono, Prof. Susumu Kamimura (Department of Public Policy and Affairs, Nihon University Japan), dan Prof. Tang Siew Fun (Dean of Learning and Teaching, Curtin University, Malaysia).

Pembelajaran Berbasis ICT

Pembelajaran berbasis ICT

Pembelajaran berbasis ICT dengan pendekatan SCL diharapkan dapat mengoptimalkan hasil belajar dan menghasilkan pembelajar yang berfikir kritis, mandiri, inovatif dan bertanggung jawab. Hal ini disampaikan oleh Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D dalam kegiatan Workshop Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta 27 Agustus 2018. Kegiatan tersebut diikuti oleh para dosen di lingkungan FTI dan pimpinan Fakultas serta dibuka oleh Wakil Rektor I UPN “Veteran” Yogyakarta.

Best Practice Pembelajaran Daring

Pembelajaran daring (online learning atau e-learning) menjadi kebutuhan dan tuntutan pada pendidikan tinggi di era Revolusi Industri 4.0 ini. Kendala dalam implementasi e-learning ini antara lain: resistensi terhadap teknologi baru, pendidikan karakter, keterampilan motorik/Bloom. akurasi dan akuntabilitas penilaian. Solusi yang tepat adalah blended learning yakni pembelajaran yang menggabungkan aspek-aspek terbaik dari pembelajaran tatap muka dengan keunggulan pembelajaran daring. Hal ini disampaikan oleh Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. dalam Seminar Sosialisasi Pembelajaran Daring di Auditorium UNY Yogyakarta Senin 20 Agustus 2018. Dalam acara yang dihadiri Rektor serta jajaran pimpinan universitas dan fakultas serta para dosen UNY tersebut, Herman menyimpulkan bahwa kendala implementasi e-learning di UNY dapat diatasi melalui usaha bersama yang melibatkan semua pihak antara lain BAKI, LPPMP, Puskom, Fakultas/Jurusan/Prodi dan para dosen.

Download file presentasi di sini [PDF 800 KB]

Surjono, H.D. (2018). Best Practice Pembelajaran Daring di UNY. Makalah disajikan dalam Seminar Sosialisasi Pembelajaran Daring. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, 20 Agustus 2018.

Student-Centered Learning dalam e-Learning

Pendekatan Student-Centered Learning diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar secara optimal dan sekaligus menghasilkan insan pembelajar sepanjang hayat yang berfikir kritis, mandiri, inovatif dan bertanggung jawab untuk menghadapi IR 4.0. SCL sangat tepat diterapkan dalam e-Learning karena aktivitas dan kemandirian merupakan kunci sukses dalam pembelajaran online. Demikian beberapa kesimpulan yang disampaikan oleh Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. dalam workshop SCL dan e-Learning di Politeknik Negeri Bali tanggal 20 Juli 2018. Workshop yang dibuka oleh Ketua Unit Pengembangan dan Peningkatan Aktivitas Instruksional (UP2AI) – PNB diikuti oleh para dosen dari kampus setempat. Ketua UP2AI berharap dengan kegiatan workshop ini para dosen dapat memahami pentingnya SCL dan dapat menerapkan kedalam e-learning sehingga kegiatan pembelajaran sehari-hari menjadi lebih optimal dan meningkatkan kualitas mahasiswa PNB dalam menyongsong era revolusi industri 4.0.

Garis besar materi yang disajikan dalam workshop tersebut antara lain: Student-Centred Learning (SCL), Metode Pembelajaran dalam SCL, Keuntungan SCL, Konsep e-Learning, Pemanfaatan dan Hambatan e-Learning, Menyongsong Education 4.0, Penerapan SCL dalam e-Learning, Solusi dengan Blended Learning.

File presentasi dapat didownload di sini [PDF 632 KB].

E-learning Untuk Pembelajaran Matematika

Seminar Nasional dengan tema Mengintegrasikan E-learning dalam Pendidikan Matematika diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Kamis 10 Mei 2018. Seminar yang merupakan satu agenda dalam rangkaian kegiatan SEMPOA 2018 ini menghadirkan nara sumber Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Prof. Dr. Budi Murtiyasa dari UMS.

Herman menyampaikan materi tentang Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran Matematika. Beberapa hal yang disampaikan dalam kesempatan tersebut antara lain: Konsep e-learning, Pemanfaatan e-learning untuk pembelajaran matematika, Hambatan implementasi e-learning, dan Solusi dengan Blended Learning.

E-learning: Apa, Mengapa, Peluang dan Tantangan

Menghadapi era disrupsi dan revolusi industri 4.0, IKIP PGRI Wates menghelat Seminar Nasional dengan tema E-learning: Apa, Mengapa, Peluang dan Tantangan pada Sabtu 5 Mei 2018 di kampus setempat. Seminar yang dihadiri dosen, guru dan mahasiswa dari berbagai daerah tersebut menghadirkan nara sumber dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) Bupati Kulon Progo dan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. Kaprodi S2 Teknologi Pembelajaran PPs UNY.

Dalam paparannya, Herman menyimpulkan bahwa saat ini (1) Perguruan tinggi harus mulai menerapkan e-learning/online course, (2) Perguruan tinggi perlu membuat kebijakan terkait pelaksanaan e-learning/online learning, (3) Dosen perlu merancang model pembelajaran online/blended yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik (kompetensi).

Blended Learning Dalam Pembelajaran Vokasi

Blended Learning Blended Learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan aspek-aspek terbaik dari pembelajaran tatap muka dengan keunggulan pembelajaran online. Model pembelajaran ini sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran vokasi karena keharusan mengembangkan kompetensi motorik yang bisa diperoleh melalui praktik langsung. Sementara itu, tersedianya sumber belajar online yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja menjadikan pembelajaran tersebut sangat fleksibel. Demikian antara lain yang disampaikan oleh Herman Dwi Surjono dalam Workshop Blended Learning di Politeknik Negeri Bali (PNB) pada tanggal 26 Maret 2018.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit SIM PNB tersebut diikuti oleh para dosen di lingkungan PNB dan perwakilan dosen Akademi Komunitas Negeri yang merupakan PDD Program Studi Di Luar Domisili di wilayah NTB. Pembantu Direktur I PNB yang juga turut serta dalam kegiatan tersebut berharap agar kualitas dan kuantitas konten e-learning dalam tiap perkuliahan di PNB meningkat sehingga memacu langkah PNB menuju kampus Vokasi terdepan.

 

APPED: Model Pengembangan MPI

Penelitian dan Pengembangan dalam Pendidikan (Research & Development in Education) adalah metode penelitian untuk menganalisis, merancang, membuat dan memvalidasi suatu produk pendidikan. Produk yang dihasilkan bisa berupa perangkat keras seperti modul, media pendidikan, alat evaluasi, perangkat pembelajaran, dll. maupun perangkat lunak seperti program pelatihan, proses pembelajaran, model pembelajaran, media pembelajaran elektronik, e-book, multimedia pembelajaran, dll. Tujuan penelitian jenis R & D adalah menghasilkan produk pendidikan, mengetahui kelayakannya, dan mengetahui kebermanfaatannya. Continue reading

Multimedia Pembelajaran Interaktif

Buku ini diperuntukkan bagi siapa saja yang sedang mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif karena secara lengkap membahas mulai dari konsep hingga pengembangan. Di samping itu, buku ini juga tepat sebagai acuan bagi peneliti yang akan melakukan penelitian jenis R & D (Research and Development) dalam bidang multimedia pembelajaran, karena model yang dikenalkan tepat sesuai tuntutan penelitian jenis tersebut. Model APPED digunakan untuk pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif.
Garis besar isi buku ini adalah sebagai berikut.
Bab 1. Multimedia. Dalam bab ini akan dibahas konsep multimedia, mulai dari pengertian multimedia, elemen multimedia, penyajian multimedia, alat membuat multimedia, distribusi multimedia, dan pemanfaatan multimedia.
Bab 2. Prinsip Multimedia Pembelajaran. Dalam bab ini akan dibahas teori yang mendasari MPI, mulai dari teori kognitif multimedia pembelajaran, prinsip multimedia pembelajaran, dan aspek multimedia pembelajaran.
Bab 3. Multimedia Pembelajaran Interaktif. Dalam bab ini akan membahas berbagai hal terkait pengertian MPI, level interaktivitas, strategi penyajian MPI, meningkatkan motivasi dalam MPI, dan komponen MPI.
Bab 4. Pengembangan MPI. Dalam bab ini akan dibahas model pengembangan MPI dan pengembangan MPI.
Bab 5. Evaluasi Multimedia. Dalam bab ini akan dibahas kriteria kualitas MPI, evaluasi formatif, dan evaluasi sumatif.

Silahkan menggunakan dan mengutip buku ini secara bijak, yakni dengan menyebutkan sumbernya sebagai berikut:
Surjono, Herman D. (2017). Multimedia Pembelajaran Interaktif: Konsep dan Pengembangan, Edisi Pertama. Yogyakarta: UNY Press.

Lihat statistik download file ini

Bahas Fungsi Animasi dalam e-Learing, Dosen UNY Jadi Pembicara di Barcelona

Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Herman Dwi Surjono mendapat kehormatan sebagai pemateri dalam ajang The 9th International Conference on Education Technology and Computers (ICETC) di Barcelona, Spanyol.

Dalam papararannya, Herman membahas kemajuan teknologi informasi sebagai pembawa perubahan yang besar dalam dunia pendidikan, khususnya e-learning. E-learning tidak hanya mampu menghapus jarak dalam kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga menyajikan ilustrasi yang mendukung materi abstrak.

Dilansir dari laman UNY, Selasa (9/1/2018), presentasi itu diangkat dari makalah berjudul ‘The Effects of Various Animation-Based Multimedia Learning in e-Learning Course’ yang menjelaskan pengaruh animasi dalam multimedia pembelajaran menggunakan e-learning. “Animasi disertai dengan narasi yang relevan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pembelajaran,” jelasnya.

Forum ICETEC merupakan bentuk kerja sama The International Association of Computer Science and Information Technology (IACSIT) dengan University of Barcelona, University Westminster, dan University of Hertfordshire. Forum tersebut merupakan sarana yang disediakan untuk bertukar pandangan mengenai teknologi pembelajaran.

Herman merupakan salah satu peserta yang lolos dalam seleksi paper dan berhak mempresentasikannya di hadapan peneliti tingkat dunia. Ia juga dipercaya sebagai Technical Committee yang bertugas mereview paper dan Session Chair yang memoderatori sesi paralel.

Atas prestasi ini, Herman mengaku bangga karena dapat membawa nama baik universitas di panggung internasional.

Sumber: Elva Mustika Rini, Jurnalis, Selasa 09 Januari 2018, 08:10 WIB

https://news.okezone.com/read/2018/01/08/65/1841845/bahas-fungsi-animasi-dalam-e-learing-dosen-uny-jadi-pembicara-di-barcelona

Pemanfaatan TI Untuk Pembelajaran

Kuliah Umum IKIP MataramDalam pendidikan, TI dapat meningkatkan Akses, Kualitas, Kesamaan, dan Belajar sepanjang hayat. Akses: TI untuk memperluas akses pendidikan bagi semua orang (e-learning, m-learning). Kualitas: TI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (MPI, animasi, simulasi). Kesamaan: TI untuk memberi kesempatan belajar yg sama (VC, PJJ, MOOC). Belajar sepanjang hayat: TI untuk mendorong belajar sepanjang hayat (Sosmed, Internet, Youtube). Demikian beberapa hal yang disampaikan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Program Studi Teknologi Pendidikan IKIP Mataram tanggal 3 November 2017. Kuliah Umum dengan topik Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran itu dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen tidak saja dari Prodi TP tetapi juga dari Prodi lain di lingkungan FIP IKIP Mataram.

Strategi Pemanfaatan ICT

semnas pendidikan IPA

Melalui ICT kita dapat menjadikan materi pembelajaran menarik, tidak membosankan, mudah dipahami, dan dapat dipelajari kapan saja dan dari mana saja. Demikian salah satu kesimpulan yang disampaikan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. dalam Seminar Nasional Pendidikan IPA di Fakultas MIPA UNY pada tanggal 21 Oktober 2017. Dalam kesempatan ini, Herman menyajikan materi yang berjudul: Strategi Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran di Era Digital. Seminar yang dihadiri ratusan peserta tersebut juga menampilkan nara sumber lain yaitu Prof. Sri Rahayu, Ph.D dari Universitas Negeri Malang.

Inovasi Pemanfaatan TI

Pemanfaatan Teknologi Informasi tidak serta merta dapat meningkatkan mutu pembelajaran, akan tetapi kita harus secara inovatif dan optimal menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. Demikian salah satu poin yang disampaikan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. dalam Seminar Nasional Pendidikan Mipa dan Teknologi di IKIP PGRI Pontianak 14 Oktober 2017. Dalam seminar yang dihadiri ratusan peserta tersebut, Herman yang juga Kaprodi S2 Teknologi Pembelajaran PPs UNY menyajikan materi dengan judul “Inovasi Pemanfaatan TI untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran”

Pembelajaran Aktif dan Kolaboratif Melalui e-Learning

E-learning yang berkualitas harus berisi bahan ajar yang baik dan berbagai aktivitas agar siswa senang dan menikmati pembelajaran online. Aktivitas dalam e-learning dapat mendorong siswa menjadi aktif, interaktif dan kolaboratif, serta tetap termotivasi. Demikian salah satu hal yang disampaikan oleh Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. dalam Lokakarya Pendidikan yang diselenggarakan oleh Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Dinas Dikpora DIY tanggal 31 Agustus 2017. Lokakarya yang dihadiri ratusan guru dari wilayah DIY tersebut merupakan rangkaian dari event Gebyar Anugerah Ki Hajar tahun 2017.

Workshop Inovasi e-Learning di Unsyiah

Agar e-learning diminati oleh mahasiswa, kita perlu memberi sentuhan inovatif pada konten e-learning. Konten e-learning yang baik tidak saja berisi sumber belajar yang berkualitas, tetapi juga beragam aktivitas yang inovatif. Sebelum sebuah course e-learning digunakan untuk pembelajaran online, tim penjaminan mutu harus melakukan kontrol kualitas atas konten e-learning yang dikembangkan para pengajar. Demikian beberapa poin yang disampaikan oleh Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. pada Workshop Inovasi e-Learning yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Banda Aceh pada 27 – 28 April 2017.

Lebih dari 40 dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Unsyiah mengikuti workshop ini dengan sangat antusias karena mereka terlibat aktif baik dalam paparan materi, diskusi, dan praktik membuat course e-learning. Materi workshop yang disajikan dalam 2 hari ini terbagi dalam 9 sesi, yakni: Introduksi Manajemen E-learning Unsyiah, Pengembangan Konten E-learning Unsyiah untuk pembelajaran, Best Practice Penerapan Pembelajaran Berbasis E-learning, Strategi Penyampaian dan Evaluasi Pembelajaran berbasis E-learning, Strategi Pemanfaatan Beragam Fitur E-learning dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Inovatif, Penyusunan Bahan/Materi Pembelajaran Berbasis E-learning yang inovatif, Standar Mutu dan Penjaminan Mutu Pembelajaran berbasis E-Learning, Praktik Penyusunan Bahan/Materi Pembelajaran Berbasis E-learning yang inovatif, Presentasi E-learning Karya Peserta.

Presentasi Blended Learning di London

foto-icdle-2016Perkembangan teknologi informasi memberi kemudahan akses ilmu pengetahuan dan perluasan pendidikan melalui online learning. Sementara itu, pembelajaran tatap muka juga tidak bisa ditinggalkan karena kebutuhan kompetensi motorik dan penguatan pendidikan karakter. Blended Learning (BL) merupakan penggabungan aspek-aspek terbaik dari pembelajaran online dan tatap muka.

Topik itulah yang dipresentasikan Prof. Herman Dwi Surjono dalam ajang The 7th International Conference on Distance Learning and Education (ICDLE 2016) di London, Inggris pada tanggal 29 sd 31 Oktober 2016. Dalam kesempatan tersebut Herman yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika FT UNY menyajikan paper yang berjudul: The Implementation of Blended Learning in Multimedia Courses for Undergraduate Students in Indonesia.
Continue reading

Model Blended Learning

Blended Learning (BL) merupakan pembelajaran yang menggabungkan aspek-aspek terbaik dari pembelajaran tatap muka dengan keunggulan pembelajaran online. Beberapa alasan mengapa kita menerapkan BL antara lain: Kemudahan akses dan kenyamanan, Peningkatan pembelajaran, Rancangan instruksional meningkat, Petunjuk lebih jelas, Aktivitas belajar lebih terarah, Kesempatan Individualized learning, Keterlibatan meningkat melalui interaksi sosial, Pengaturan waktu lebih baik, Beaya lebih murah, Kebijakan harus tatap muka, Perlunya pendidikan karakter, Kompetensi psikomotor/ketrampilan.

Hal tersebut disampaikan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D pada acara Workshop Student Center Learning di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 10 Oktober 2016. Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Pengembangan dan Peningkatan Mutu Akademik UAJY tersebut diikuti dosen-dosen setempat.

Lebih lanjut dikemukakan juga berbagai model BL yang banyak digunakan di perguruan tinggi, yakni: Continue reading

Teknologi Informasi Untuk Pembelajaran

Fakultas Teknik UNY pada tanggal 24 September 2016 menggelar kegiatan seminar Nasional ELINVO 2016 yang menghadirkan nara sumber Dr. Warsito Purwo Taruno dan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. Seminar yang dihadiri lebih dari 260 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini mengangkat tema Transformation of Electronics and Informatics in Daily Life: Challenges and Opportunities for ASEAN Economic Community. Dalam kesempatan ini, Herman membahas topik Teknologi Informasi untuk Pembelajaran yang diantaranya kini menjadi populer adalah Gamification. Gamification merupakan penerapan permainan dinamis dalam konteks non-game yang tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan pengguna.

Peran TIK dalam Pendidikan Masa Depan

foto1Sabtu 14 Mei 2016 Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. menjadi nara sumber dalam Seminar Nasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan judul Peran TIK dalam Pendidikan Masa Depan. Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa di masa depan tantangan pendidik semakin berat mengingat keharusan untuk menyiapkan lulusan yang mempunyai kompetensi 21st century skills. Oleh karena itu TIK perlu diterapkan secara optimal dalam aktivitas pembelajaran.

Pengintegrasian TIK dalam Pembelajaran

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional pada 12 Mei 2016 dengan tema “Guru Pembelajar Abad XXI”. Sebagai salah satu nara sumber pada seminar tersebut, Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. menyajikan makalah dengan judul Pengintegrasian TIK dalam Pembelajaran. Dalam seminar yang diikuti oleh para widya iswara, guru SMP/SMA/SMK se DIY, perwakilan MGMP Bandung, Semarang, Kediri, Surabaya tersebut, Herman menyampaikan bahwa dalam era global ini para guru hendaknya dapat mengintegrasikan TIK secara optimal dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran agar siswa dapat belajar dengan mudah dan menyenangkan.

Pengembangan Pendidikan TI di Era Global

Stadium General UIN Ar-Raniry 3 Mei 2016Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengadakan Studium General pada Selasa 3 Mei 2016 di auditorium setempat. Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. Guru Besar Fakultas Teknik UNY yang menjadi nara sumber pada kegiatan tersebut menyampaikan materi Pengembangan Pendidikan TI di Era Global. Herman mengatakan bahwa agar menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di era global sebagai pendidik profesional bidang TI dan sekaligus sebagai tenaga profesional bidang TI, Program Studi PTI seharusnya dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan. Pengembangan ini meliputi aspek kurikulum, dosen, bahan ajar, media dan strategi mengajar.

Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran

Dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) menyelenggarakan workshop dengan tema “Peningkatan Kualitas PBM” dengan nara sumber Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. pada tanggal 4 Januari 2016 bertempat di Kampus UTY Yogyakarta. Dalam workshop yang diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan UTY tersebut, Herman menyampaikan bahwa dengan perancangan yang baik, ICT dapat menjadikan materi pembelajaran menarik, tidak membosankan, mudah dipahami, dan dapat dipelajari kapan saja dan dari mana saja. Pendidikan berbasis ICT kini cenderung bersifat anytime-anywhere, personalised, dan multiple.

Peranan ICT dalam Meningkatkan Prestasi Siswa

Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (PUSTRAL-UGM) bekerjasama dengan Puslitbang Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Simposium Nasional “Dampak Sosial Ekonomi Pengembangan Broadband di Indonesia” pada 24 November 2015 di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Sebagai salah satu nara sumber pada kegiatan tersebut, Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. menyampaikan materi dengan teman Efektivitas Penggunaan Internet dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Pemda, tokoh masyarakat, unit layanan masyarakat, guru/dosen, dan pelaku usaha.

Pelatihan E-learning di SMA Taruna Nusantara

Dalam rangka meningkatkan kemampuan para Pamong Pengajar Pengasuh SMA Tanura Nusantara Magelang dalam mengaplikasikan e-learning, pada tanggal 15 dan 16 Juni 2015 diadakan pelatihan e-learning di aula setempat. Salah satu nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. yang memberikan pengantar e-learning. Materi selanjutnya diberikan oleh para dosen dari Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY.

Pusat Sumber Belajar sebagai Laboratorium Inovasi Pembelajaran

Dalam rangka pengembangan Laboratorium Inovasi Pembelajaran telah dilaksanakan Workshop Inovasi Pembelajaran di Ruang Sidang Utama Fakultas Ilmu Agama Islam Kampus Terpadu Univeristas Islam Indonesia Yogyakarta tanggal 19 Mei 2015. Sebagai salah satu nara sumber dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh dosen Program Studi PAI FIAI UII ini adalah Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. Pemateri lainnya dalam workshop ini adalah staff dosen dan teknisi dari Pusat Kurikulum, Instruksional dan Sumber Belajar (PKIS) Universitas Negeri Yogyakarta.

E-Learning Adaptif Tingkatkan Hasil Belajar

Collection of articles from the media
shopify analytics toolView MyStats
Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/e-learning-adaptif-tingkatkan-hasil-belajar

E-Learning Adaptif Tingkatkan Hasil Belajar

6 April 2015 0:01 WIB

SISTEM pembelajaran e-learning yang ada sekarang ini umumnya memberikan presentasi materi pembelajaran yang sama untuk setiap pengguna karena mengasumsikan bahwa karakteristik semua penggunanya homogen.

Kenyataannya, setiap pengguna mempunyai karakteristik yang berbeda-beda baik dalam hal tingkat kemampuan, gaya belajar, latar belakang maupun yang lainnya. Guru Besar Ilmu Pembelajaran Teknologi Informasi pada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, Prof Herman Dwi Surjono MSc MTPhD mengungkapkan pandangannya pada pidato pengukuhannya di ruang sidang rektorat, kemarin.

”Karena itu, seorang pengguna e-learning belum tentu mendapatkan materi pembelajaran yang tepat dan akibatnya efektivitas pembelajaran tidak optimal,” tandasnya.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan e-learning adaptif karena sistem ini dapat menampilkan halaman web sesuai dengan karakteristik individu, berorientasi pada kelompok pengguna yang lebih luas, dan memberikan navigasi untuk membatasi keleluasaan pengguna dalam mencari informasi.

Continue reading

Adaptive and Engaging E-learning: Inovasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan Jarak Jauh

Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D.

Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D.

Abstract: This is an inaugural speech as a professor in the field of information technology learning at the Yogyakarta State University. In this speech, it will be discussed how the innovative utilization of information technology in distance education through the development of adaptive and engaging e-learning systems. The e-learning systems are expected to address the issues and challenges faced by universities in the implementation of a quality Open and Distance Learning (ODL). Furthermore, the implementation of good ODL is expected to boost the expansion and equitable access to education nationally and to improve the quality and relevance of education.

Perkembangan teknologi informasi saat ini memang sangat pesat dan peranannya sangat penting dalam menunjang keberhasilan PJJ. Akan tetapi, diperlukan inovasi dalam pemanfaatan teknologi informasi agar e-learning yang menjadi tulang punggung PJJ menjadi berkualitas. E-learning yang berkualitas tidak saja harus memuat bahan ajar yang baik, tetapi juga harus dilengkapi dengan berbagai aktivitas yang membuat peserta didik senang dan menikmati pembelajaran online. Mode komunikasi synchronous dan asynchronous berbasis teknologi informasi dapat diterapkan untuk melakukan aktivitas dalam e-learning agar mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi afektif, kognitif, dan psikomotorik.

E-learning perlu dikembangkan secara inovatif sesuai dengan perkembangan teknologi informasi terbaru, yakni berupa e-learning adaptif dan engaging. E-learning adaptif diharapkan dapat menyajikan materi pembelajaran sesuai dengan tingkat pengetahuan dan gaya belajar mahasiswa sehingga pembelajaran akan efektif. E-learning yang engaging adalah e-learning yang memikat mahasiswa agar selalu datang mengunjungi dengan suka hati tanpa paksaan. Berbagai aktivitas perlu dirancang dalam e-learning sehingga dapat mendorong mahasiswa menjadi aktif, interaktif dan kolaboratif, dan tetap termotivasi dalam lingkungan pembelajaran online.

Demikian kesimpulan dari pidato pengukuhan Guru Besar Prof. Herman Dwi Surjono, M.Sc., M.T., Ph.D. dalam Bidang Ilmu Pembelajaran Teknologi Informasi pada tanggal 1 April 2015 di Universitas Negeri Yogyakarta.

Naskah versi pendek bisa dilihat di web UNY. Naskah lengkap bisa didownload di StaffSite UNY atau di Eprints.

The Effects of Multimedia and Learning Style on Student Achievement in Online Electronics Course

Herman Dwi Surjono, “The Effects of Multimedia and Learning Style on Student Achievement in Online Electronics Course”, The Turkish Online Journal of Educational Technology ISSN: 2146‐7242, January 2015, Vol 14, Issue: 1, pp: 116-122

Abstract

This experimental study investigated the effects of multimedia preferences and learning styles on undergraduate student achievement in an adaptive e-learning system for electronics course at the Yogyakarta State University Indonesia. The findings showed that students in which their multimedia preferences and learning style matched with the way the material presented in online electronics course have higher scores significantly compared to those in which their learning mode were mismatched. The difference happened both in adaptive and non-adaptive online courses.

Full text artikel dapat didownload di TOJET atau STAFF SITE UNY

Pemanfaatan Teknologi E-learning Adaptif Untuk Mengatasi Keragaman Gaya Belajar

Herman Dwi Surjono, “Pemanfaatan Teknologi E-learning Adaptif Untuk Mengatasi Keragaman Gaya Belajar”, Jurnal Penelitian Saintek, Vol 18, No 1, pp. 56-70,  2013

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan teknologi e-learning adaptif untuk mengatasi permasalahan keragaman gaya belajar mahasiswa. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan e-learning konvensional yakni memberikan materi yang sama kepada setiap pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan R & D. Prosedur penelitian meliputi: (a) analisis, (b) desain, (c) implementasi, dan (d) evaluasi. Analisis konsistensi dan akurasi isi dilakukan terhadap data pada tahapan analisis dan desain. Analisis deskriptif dilakukan terhadap semua data yang bisa ditabulasikan sehingga bermakna. Hasil penelitian ini berupa model e-learning adaptif terhadap keragaman gaya belajar mahasiswa. Dalam proses pengembangan dihasilkan juga dokumentasi deskripsi kebutuhan, uraian fungsi, fitur utama, arsitektur, dan diagram use case. Model e-learning diimplementasikan dengan LMS Moodle dan fungsi adaptivitas dibuat dalam bentuk modul. Unjuk kerja, pertama sistem mengidentifikasi kecenderungan gaya belajar melalui kuesioner yakni Visual, Auditory, atau Kinestetik. Selanjutnya skor digunakan oleh sistem sebagai dasar untuk memberi materi yang berbeda kepada mahasiswa.

Full text artikel dapat didownload di “Pemanfaatan Teknologi E-learning Adaptif Untuk Mengatasi Keragaman Gaya Belajar” (file PDF = 5MB))