E-learning: Apa, Mengapa, Peluang dan Tantangan

Menghadapi era disrupsi dan revolusi industri 4.0, IKIP PGRI Wates menghelat Seminar Nasional dengan tema E-learning: Apa, Mengapa, Peluang dan Tantangan pada Sabtu 5 Mei 2018 di kampus setempat. Seminar yang dihadiri dosen, guru dan mahasiswa dari berbagai daerah tersebut menghadirkan nara sumber dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) Bupati Kulon Progo dan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. Kaprodi S2 Teknologi Pembelajaran PPs UNY.

Dalam paparannya, Herman menyimpulkan bahwa saat ini (1) Perguruan tinggi harus mulai menerapkan e-learning/online course, (2) Perguruan tinggi perlu membuat kebijakan terkait pelaksanaan e-learning/online learning, (3) Dosen perlu merancang model pembelajaran online/blended yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik (kompetensi).

Blended Learning Dalam Pembelajaran Vokasi

Blended Learning Blended Learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan aspek-aspek terbaik dari pembelajaran tatap muka dengan keunggulan pembelajaran online. Model pembelajaran ini sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran vokasi karena keharusan mengembangkan kompetensi motorik yang bisa diperoleh melalui praktik langsung. Sementara itu, tersedianya sumber belajar online yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja menjadikan pembelajaran tersebut sangat fleksibel. Demikian antara lain yang disampaikan oleh Herman Dwi Surjono dalam Workshop Blended Learning di Politeknik Negeri Bali (PNB) pada tanggal 26 Maret 2018.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit SIM PNB tersebut diikuti oleh para dosen di lingkungan PNB dan perwakilan dosen Akademi Komunitas Negeri yang merupakan PDD Program Studi Di Luar Domisili di wilayah NTB. Pembantu Direktur I PNB yang juga turut serta dalam kegiatan tersebut berharap agar kualitas dan kuantitas konten e-learning dalam tiap perkuliahan di PNB meningkat sehingga memacu langkah PNB menuju kampus Vokasi terdepan.

 

Presentasi Blended Learning di London

foto-icdle-2016Perkembangan teknologi informasi memberi kemudahan akses ilmu pengetahuan dan perluasan pendidikan melalui online learning. Sementara itu, pembelajaran tatap muka juga tidak bisa ditinggalkan karena kebutuhan kompetensi motorik dan penguatan pendidikan karakter. Blended Learning (BL) merupakan penggabungan aspek-aspek terbaik dari pembelajaran online dan tatap muka.

Topik itulah yang dipresentasikan Prof. Herman Dwi Surjono dalam ajang The 7th International Conference on Distance Learning and Education (ICDLE 2016) di London, Inggris pada tanggal 29 sd 31 Oktober 2016. Dalam kesempatan tersebut Herman yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika FT UNY menyajikan paper yang berjudul: The Implementation of Blended Learning in Multimedia Courses for Undergraduate Students in Indonesia.
Continue reading

Model Blended Learning

Blended Learning (BL) merupakan pembelajaran yang menggabungkan aspek-aspek terbaik dari pembelajaran tatap muka dengan keunggulan pembelajaran online. Beberapa alasan mengapa kita menerapkan BL antara lain: Kemudahan akses dan kenyamanan, Peningkatan pembelajaran, Rancangan instruksional meningkat, Petunjuk lebih jelas, Aktivitas belajar lebih terarah, Kesempatan Individualized learning, Keterlibatan meningkat melalui interaksi sosial, Pengaturan waktu lebih baik, Beaya lebih murah, Kebijakan harus tatap muka, Perlunya pendidikan karakter, Kompetensi psikomotor/ketrampilan.

Hal tersebut disampaikan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D pada acara Workshop Student Center Learning di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 10 Oktober 2016. Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Pengembangan dan Peningkatan Mutu Akademik UAJY tersebut diikuti dosen-dosen setempat.

Lebih lanjut dikemukakan juga berbagai model BL yang banyak digunakan di perguruan tinggi, yakni: Continue reading